Bukan tentang seberapa jauh saya pergi
Bukan tentang seberapa lama saya berusaha melupakan
Bukan juga tentang saya akan melupakannya
Bahkan , bukan tentang seberapa jahat dia meninggalkan saya
Semakin saya berusaha melupakannya
Semakin sering saya memikirkannya
Semakin saya berusaha membencinya
Ternyata , saya semakin menyayanginya
Di awal perkuliahan , rasanya sangat membosankan untuk mengikuti matrikulasi dan perkenalan dengan mahasiswa lain dan juga kaka tingkat . Bukan menutup diri , dyga hanya tidak ingin orang-orang baru yang nantinya akan menjadi teman nya ini , menyakitinya dan meninggalkannya lagi seperti masa-masa putih abu-abunya . Tapi dyga juga tidak ingin di asingkan oleh sekumpulan mahasiswa , karna di asingkan itu rasanya sakit , rasanya tidak ingin datang ke tempat dengan sekumpulan orang yang mengasingkan kita , rasanya lebih baik untuk tidak pernah datang .
"Hay, dyga" ucap dyga sambil memperkenalkan diri kepada perempuan yang memiliki rambut panjang yang indah terurai dan berawarna hitam lebat seperti iklan shampo
"Cary.." dibaca (Keri) Jawab perempuan itu , mereka pun saling bertukar senyum
Rasanya awal kuliah dan proses matrikulasi , dengan cepat terlaksana dan dyga sangat menikmati berada di kampusnya yang baru , meski teman yang ia miliki hanya bisa di hitung dengan jari .
Dyga membuka telfon genggamnya , berharap ia mendapatkan notifikasi dari ardyan meski ia tau itu hanyalah angan semu . Sudah hampir satu tahun ardyan tidak memberinya kabar.
Dyga tidak mempunyai alasan , untuk marah atas sikap ardyan , karna sekali lagi mereka tidak pernah memiliki hubungan , Dan harus dyga ingat kembali , disini dyga harus menyelesaikan study nya tanpa ardyan dan harapan-harapan tentang masalalunya .
dan ternyata, ini tidak semudah dengan apa yang ia bayangkan .
Rabu, 09 Maret 2016
Minggu, 28 Februari 2016
Dyga & Ardyan
Akhir-akhir ini wila sangat susah untuk Dyga hubungi, setelah terakhir mereka sedikit berdebat tentang ardyan . Dyga kira , wila hanya sibuk untuk mempersiapkan Ujian Nasional , tapi sebulan setelah selesai ujian , wila belum juga menghubungi dyga . Dyga dan wila memang berbeda tempat sekolah , namun janji persahabatn mereka untuk tetap berkomunikasi terus mereka jalankan , meski mereka sangat sering berbeda pendapat, tapi mereka taidak pernah lost contac lebih dari seminggu . Tapi sekarang 3 bulan lebih mereka tidak berkomunikasi .
Setelah kelulusan di masa putih abu-abu mereka, dyga belum juga berkomunikasi dengan wila , saat kelulusan dyga mendatangi sekolah wila , tapi setelah menanyakan keberadaan wila pada teman wila yang dyga juga kenal , mereka tidak mempunyai kabar tentang wila . Dyga dan teman lelakinya pergi untuk merayakan hari kelulusan mereka , meskipun dyga berada di tempat yang sangat ramai dengan tinta pilok yang mewarnai seragamnya ini , hati dyga ternyata sepi ... mungkin akan lebih menyenangkan jika wila ikut mencoret dan menandatangani seragamnya . Dyga memberi 2 ruang kosong di seragam sekolahnya , 1 untuk wila dan 1 lagi untuk ardyan .
Setelah berdebat dengan kelurganya terutama sang mamah , akhirnya dyga di izinkan untuk melanjutkan kuliah di luar kota untuk mengambil ilmu komunikasi di salah satu Universitas swasta di jakarta . Karna tau hidup di jakarta tidaklah murah , dyga berencana untuk mengambil kelas karyawan . Dengan biaya hidup dan biaya kuliah yang tidak murah , dyga tidak ingin sekedar mejeng saja di jakarta . Karna berniat ingin mencari kerja juga , dyga sengaja datang ke jakarta 2 bulan sebelum masa perkuliahan untuk mencari lowongan kerja . Dyga tinggal dengan bibi fera , adik dari sang ibunda. Bibi fera memiliki 2 orang anak yaitu Fedi dan Liona , Feril jauh lebih tua 4 tahun di atas dyga dan Liona yang masih duduk di bangku akhir SMA . Karna usianya yang hanya berbeda 1 tahun dnegan Liona , dyga pun sangat akrab dengan Liona , juga dengan a Feril yang sudah berusia 22 tahun .
"Cari kerja disini ngga mudah loh dek" kata a feril , saat dyga sedang mencari lowongan kerja dengan laptopnya .
"Yaa namanya juga usaha a , gimana mau tau kalau belum di coba " jawab dyga
"Iyasih kok lo sekarang jadi mandiri gini sih?" kata a feril
"Emang gue dulu manja banget ya a ?" tanya dyga
"Banget-banget-banget . udah SMP aja makan kudu di ambilin sama nyokap , terus lo ini ya doyan banget nangisin anak orang tapi ngga mau ngaku" kata aferil sambil teratwa
"Ya ampun a , sekarang kan udah lulus SMA kali , udah mau masuk kuliah sambil mau cari kerja juga nih hehehe " jawab dyga sambil menahan malu atas tingkahnya dulu
" Aa hayuk atuh berangkat sekarang " teriak Liona dari kamarnya , setelah suaranya yang terdengan liona pun keluar dari kamarnya , saat liona menuruni tangga , suaranya masih terus berteriak meski kakak lelakinya ini sudah terlihat
"Mentang-mentang nggak ada bunda , main teriak wae ah kaya di hutan" jawab a feril
"Ya ampun lio lupa kalo ada dyga , gapapa ya hehe" ucap liona
"Nyantai aja , dirumah malah lebih berisik , liona sekolah lo gak libur emang?" tanya dyga
"Libur nya udahan kemaren kan , sekarang masuk mau ngeberesin remedial hehe aa hayuu" jawab liona , sambil mengajak a feril untuk bergegas
" iya bentar , cariin kaos kaki aa dulu de: kata a feril , sambil manyun liona pun mencari kaos kaki kakanya
"A feril kerja? pulangnya jam?" tanya dyga sambil menshut-down laptopnya
"Eh iya emang bunda belum bilang ya? bunda hari ini ke bandung ada acara apa gitu feril lupa , feril pulang jam 5 dari kantor , lio siang juga udah di rumah kok , lo gapapa ya dirumah sendirian? ngga takut kan?" jelas a feril
"Ya ampun hari pertama numpang udah di tinggal aja , hmmm dyga ikutish nganter lio boleh ngga?" kata dyga berharap untuk di izinkan
"Bukannya ngga boleh sih , sekolah liona kan emang satu arah sama kantor aa , tapi aa bisa telat kalau harus nganter lo pulang lagi de" kata feril
"Ngga , gue ikut ke sekolah liona , nanti a feril bebas deh turunin dyga dimana , yang penting kasih tau aja nama tempatnya , dyga juga sekalian nih mau survei nyari kerjaan sekalian jalan-jalan boleh yaaa " kata dyga seikit memohon
" yaudah tapi terus kabarin gue ya , lo ada dimana- dimananya , kalau bingung naik busway atau transjakarta nanya nya sama petugas jangan orang asing yang ga di kenal , terus kalau udah parah banget nyasarnya cari taxi langsung pulang ke rumah atau ke kator aa , nanti aa kasih tau alamatnya" kata feril , dengan panjang lebar menjelaskan .
"Iya-iya iyaaaaaa " jawab dyga
"Nih a , ayuuuk ah ntar kesiangan belum macetnya" kata liona sambil memberi kaos kaki kepada kakanya
"Tunggu ya 5 menit aja , gue cuma mau taro laptop sama ambil hp,dompet,bedak" kata dyga kepada liona
"Emang dyga mau kemana a ? " tanya liona
"Dia mau ikut , sekalian jalan-jalan katanya , eh iya kartu busway lo mana de? nanti kasiin dyga ya sama lo kasih tau dyga aja rute naik busway atau transjakarta" kata a feril
"yaelah a , dyga bukan anak kecil kalii.." kata liona
"lioo dyga kan baru 1 hari disini , nanti masuk kuliah aja belum udah masuk kantor polisi aja , anak hilang kan bahaya" kata a feril
"Enak aja , gue kan ngga pemalu dan di hp kan ada google maps , hayuk ah kita cabut" kata dyga sedikit berlari .
Yatuhan... berilah hambamu ini kemudahan dalm mencari ilmu dan mencari rizkimu , berikan hamba kesibukan untuk melupakan seseorang yang mungkin sudah lupa dengan nama hamba... amin.
Setelah kelulusan di masa putih abu-abu mereka, dyga belum juga berkomunikasi dengan wila , saat kelulusan dyga mendatangi sekolah wila , tapi setelah menanyakan keberadaan wila pada teman wila yang dyga juga kenal , mereka tidak mempunyai kabar tentang wila . Dyga dan teman lelakinya pergi untuk merayakan hari kelulusan mereka , meskipun dyga berada di tempat yang sangat ramai dengan tinta pilok yang mewarnai seragamnya ini , hati dyga ternyata sepi ... mungkin akan lebih menyenangkan jika wila ikut mencoret dan menandatangani seragamnya . Dyga memberi 2 ruang kosong di seragam sekolahnya , 1 untuk wila dan 1 lagi untuk ardyan .
Setelah berdebat dengan kelurganya terutama sang mamah , akhirnya dyga di izinkan untuk melanjutkan kuliah di luar kota untuk mengambil ilmu komunikasi di salah satu Universitas swasta di jakarta . Karna tau hidup di jakarta tidaklah murah , dyga berencana untuk mengambil kelas karyawan . Dengan biaya hidup dan biaya kuliah yang tidak murah , dyga tidak ingin sekedar mejeng saja di jakarta . Karna berniat ingin mencari kerja juga , dyga sengaja datang ke jakarta 2 bulan sebelum masa perkuliahan untuk mencari lowongan kerja . Dyga tinggal dengan bibi fera , adik dari sang ibunda. Bibi fera memiliki 2 orang anak yaitu Fedi dan Liona , Feril jauh lebih tua 4 tahun di atas dyga dan Liona yang masih duduk di bangku akhir SMA . Karna usianya yang hanya berbeda 1 tahun dnegan Liona , dyga pun sangat akrab dengan Liona , juga dengan a Feril yang sudah berusia 22 tahun .
"Cari kerja disini ngga mudah loh dek" kata a feril , saat dyga sedang mencari lowongan kerja dengan laptopnya .
"Yaa namanya juga usaha a , gimana mau tau kalau belum di coba " jawab dyga
"Iyasih kok lo sekarang jadi mandiri gini sih?" kata a feril
"Emang gue dulu manja banget ya a ?" tanya dyga
"Banget-banget-banget . udah SMP aja makan kudu di ambilin sama nyokap , terus lo ini ya doyan banget nangisin anak orang tapi ngga mau ngaku" kata aferil sambil teratwa
"Ya ampun a , sekarang kan udah lulus SMA kali , udah mau masuk kuliah sambil mau cari kerja juga nih hehehe " jawab dyga sambil menahan malu atas tingkahnya dulu
" Aa hayuk atuh berangkat sekarang " teriak Liona dari kamarnya , setelah suaranya yang terdengan liona pun keluar dari kamarnya , saat liona menuruni tangga , suaranya masih terus berteriak meski kakak lelakinya ini sudah terlihat
"Mentang-mentang nggak ada bunda , main teriak wae ah kaya di hutan" jawab a feril
"Ya ampun lio lupa kalo ada dyga , gapapa ya hehe" ucap liona
"Nyantai aja , dirumah malah lebih berisik , liona sekolah lo gak libur emang?" tanya dyga
"Libur nya udahan kemaren kan , sekarang masuk mau ngeberesin remedial hehe aa hayuu" jawab liona , sambil mengajak a feril untuk bergegas
" iya bentar , cariin kaos kaki aa dulu de: kata a feril , sambil manyun liona pun mencari kaos kaki kakanya
"A feril kerja? pulangnya jam?" tanya dyga sambil menshut-down laptopnya
"Eh iya emang bunda belum bilang ya? bunda hari ini ke bandung ada acara apa gitu feril lupa , feril pulang jam 5 dari kantor , lio siang juga udah di rumah kok , lo gapapa ya dirumah sendirian? ngga takut kan?" jelas a feril
"Ya ampun hari pertama numpang udah di tinggal aja , hmmm dyga ikutish nganter lio boleh ngga?" kata dyga berharap untuk di izinkan
"Bukannya ngga boleh sih , sekolah liona kan emang satu arah sama kantor aa , tapi aa bisa telat kalau harus nganter lo pulang lagi de" kata feril
"Ngga , gue ikut ke sekolah liona , nanti a feril bebas deh turunin dyga dimana , yang penting kasih tau aja nama tempatnya , dyga juga sekalian nih mau survei nyari kerjaan sekalian jalan-jalan boleh yaaa " kata dyga seikit memohon
" yaudah tapi terus kabarin gue ya , lo ada dimana- dimananya , kalau bingung naik busway atau transjakarta nanya nya sama petugas jangan orang asing yang ga di kenal , terus kalau udah parah banget nyasarnya cari taxi langsung pulang ke rumah atau ke kator aa , nanti aa kasih tau alamatnya" kata feril , dengan panjang lebar menjelaskan .
"Iya-iya iyaaaaaa " jawab dyga
"Nih a , ayuuuk ah ntar kesiangan belum macetnya" kata liona sambil memberi kaos kaki kepada kakanya
"Tunggu ya 5 menit aja , gue cuma mau taro laptop sama ambil hp,dompet,bedak" kata dyga kepada liona
"Emang dyga mau kemana a ? " tanya liona
"Dia mau ikut , sekalian jalan-jalan katanya , eh iya kartu busway lo mana de? nanti kasiin dyga ya sama lo kasih tau dyga aja rute naik busway atau transjakarta" kata a feril
"yaelah a , dyga bukan anak kecil kalii.." kata liona
"lioo dyga kan baru 1 hari disini , nanti masuk kuliah aja belum udah masuk kantor polisi aja , anak hilang kan bahaya" kata a feril
"Enak aja , gue kan ngga pemalu dan di hp kan ada google maps , hayuk ah kita cabut" kata dyga sedikit berlari .
Yatuhan... berilah hambamu ini kemudahan dalm mencari ilmu dan mencari rizkimu , berikan hamba kesibukan untuk melupakan seseorang yang mungkin sudah lupa dengan nama hamba... amin.
Selasa, 23 Februari 2016
Dyga & Ardyan
"Bolos?" tanya seorang wanita dengan rambut panjang sedikit ikal yang tiba-tiba saja duduk di samping dyga .
"Ah Wila, gue sekolah ko ini juga baru nyampe disini" jawab dyga sambil mengaduk aduk minumannya
"Masih coklat panas dyg?" tanya wila lagi , tapi dyga tidak memberikan jawaban , dyga hanya mengangkat bahunya .
"Udah 2 tahun lebih loh dyg , dia pergi" ucap wila saat dia selesai memesan minumannya di kasir lalu duduk lagi di samping dyga
"Dia belum meninggal kali wil" jawab dyga
"Kayanya lebih bagus kalo dia meninggal aja deh sekalian" ucap wila lagi
"Wil ngga boleh doain orang kaya gitu ah"
"Orang yang kaya gaimana dulu dyg , orang yang ngilang gitu aja setelah deket banget sama lo? setelah bikin lo jatuh cinta? ... ah coba dia cuma bikin lo cinta aja sama dia ngga pake jatuh , pasti ngga akan ada deh tuh air mata-air mata sama pengharapan lo lagi ke dia" kata wila panjang lebar
"Gausah ngomongin dia wil, dada gue nyesek rasanya" kata dyga
"Ya makanya lo lupain dia lah " kata sila
"Udah ko , gue udah lupain dia , udah lama juga ko berlalunya" kata dyga
"Terus ? apakabar cowok-cowok yang selalu lo tolakin setiap kali mereka ngajakin lo jalan?" kata wila
"Apa itu namanya lo udah bisa Move on dari Ardyan , sampe sampe lo ngga ngasih harapan sama setiap cowok yang coba buat deketin lo, bahkan berusaha ngebahagiain lo , biakin lo keluar dari zona keterpurukan lo" kata wila lagi
" udah move on atau belumnya gue dari ardyan , itu ngga ada sangkut pautnya sama semua cowok yang berusaha ngedeketin gue wil!" bantah dyga
"Oh ya dyg? lo bisa ngga sih keluar dari zona hayal lo, yang bikin lo terus menerus ngarepin dia? bisa ngga? Lo ngga sadar apa udah berapa hati yang jadi korban ngga bisa move on nya lo dari cowok yang sama sekali belum pernah jadi pacar lo , mau seberapa lama lagi dyg.." kata wila lagi, kali ini dengan nada suara yang agak tinggi dan tangannya yang menggebrak pelan meja
"Ternyata lo ngga tau apa-apa ya wil tentang gue" ucap dyga pelan "Justru karna gue tau siapa lo, dan gue gamau lo terus-terusan nyiksa diri lo sendiri gini dyg" kata wila sambil memegang bahu dyga
dyga seraya melepaskan tangan sahabatnya ini dari bahunya "Pertama , gue gak pernah nyeret siapapun untuk gue jadiin korban hatinya , kedua , gue gapernah ngasih harapan sama cowok-cowok yang lo bilang ngedeketin gue , mereka ngga tulus sama gue , dan yang terakhir kalo emang ini khayalan gue untuk bisa sama dia , gue berharap gue bisa hidup terus di dunia khayal gue yang lebih menyenangkan, dibanding di dunia nyata bareng orang-orang yang ngga pernah gue fikirin, untuk gue kenal dan ninggalin gue gitu aja" jawab dyga dengan tatapan nya yang tertuju pada mata wila , sahabatnya.
"Ikutin apa yang menurut lo bener, dan kalo nanti lo udah sadar bahwa apa yang lo perjuangin itu udah bikin lo nyesel , gue siap buat ketawain lo sampe lo ikutan ketawa lagi!" kata wila yang tidak kalah menatap mata sahabatnya , dyga . Wila pun lalu pergi meninggalkan dyga yang masih tetap pada dunianya.
Senin, 15 Februari 2016
Dyga & Ardiyan
Sejak pertemuan dengan mbak maya yang sama sekali tidak terduga itu , membuat dyga semakin yakin kalau ardi benar-benar sudah tidak memperdulikannya , bahkan mengingatnya sajapun rasanya tidak .
Entah tuhan yang salah menulis skenario atau justru ini skenario terbaik dari tuhan untuk dyga .
Untuk hidupnya , untuk dirinya , bahkan untuk seluruh kisah hidupnya ke depan nanti .
1 tahun sudah terlewati , dengan tidak ada lagi tentang ardiyan , dan ardiyan ardiyan lainnya . Dyga dengan susah payah menjalankan hari-harinya tanpa ada lagi kisah romantis seperti remaja seusianya yang sibuk memposting kisah asmara ke sosial media . Dan dyga tidak melakukan hal itu , sesekali dyga masih memikirkan ardiyan , tentang kabarnya , tentang kesibukannya bahkan tentang siapa yang mengisi hatinya saat ini .
Dyga ingin sekali tau , apakah hati ardiyan sama sepinya seperti hati dyga , wanita yang juga memiliki kesibukan dengan temannya , namun tetap ada ruang kosong yang tergores dan berhasil ia tutupi dengan sendirinya . Meski dyga sadar , mencari tahu tentang kehidupan ardiyan hanya akan menyakiti hatinya , dan membongkar kembali goresan yang selama ini ia tutup rapih dan berusaha mengabaikannya . Tapi mengabaikan kerinduannya kepada ardiyan yang kian memuncak juga tidak segampang yang ia fikirkan .
Tuhan.... ardiyan mungkin tidak berbuat salah apa-apa , adan ardiyan mungkin tidak pernah memberikan harapan apapun kepada dyga , tapi jika hari itu , hari dimana engkau mempertemukan kami dengan skenario seindah itu , mungkin lebih baik tidak pernah terjadi .
7 hari kau membuat skenario indah , tapi hingga ratusan hari kau tidak menghentikan skenario penuh luka ini .
Hatiku yang tergores .. tolong bersabar untuk menyimpan luka .
Entah tuhan yang salah menulis skenario atau justru ini skenario terbaik dari tuhan untuk dyga .
Untuk hidupnya , untuk dirinya , bahkan untuk seluruh kisah hidupnya ke depan nanti .
1 tahun sudah terlewati , dengan tidak ada lagi tentang ardiyan , dan ardiyan ardiyan lainnya . Dyga dengan susah payah menjalankan hari-harinya tanpa ada lagi kisah romantis seperti remaja seusianya yang sibuk memposting kisah asmara ke sosial media . Dan dyga tidak melakukan hal itu , sesekali dyga masih memikirkan ardiyan , tentang kabarnya , tentang kesibukannya bahkan tentang siapa yang mengisi hatinya saat ini .
Dyga ingin sekali tau , apakah hati ardiyan sama sepinya seperti hati dyga , wanita yang juga memiliki kesibukan dengan temannya , namun tetap ada ruang kosong yang tergores dan berhasil ia tutupi dengan sendirinya . Meski dyga sadar , mencari tahu tentang kehidupan ardiyan hanya akan menyakiti hatinya , dan membongkar kembali goresan yang selama ini ia tutup rapih dan berusaha mengabaikannya . Tapi mengabaikan kerinduannya kepada ardiyan yang kian memuncak juga tidak segampang yang ia fikirkan .
Tuhan.... ardiyan mungkin tidak berbuat salah apa-apa , adan ardiyan mungkin tidak pernah memberikan harapan apapun kepada dyga , tapi jika hari itu , hari dimana engkau mempertemukan kami dengan skenario seindah itu , mungkin lebih baik tidak pernah terjadi .
7 hari kau membuat skenario indah , tapi hingga ratusan hari kau tidak menghentikan skenario penuh luka ini .
Hatiku yang tergores .. tolong bersabar untuk menyimpan luka .
Senin, 28 Desember 2015
Kemana Sang Pelangi?
Pelangi....
Kenapa tidak juga terlihat saat hujan yang sangat deras kemarin?
Kemana perginya pelangi...
Apakah ia sangat sibuk , sampai dia tidak memperlihatkan sinarnya yang begitu indah
Yang di nanti beberapa orang setelah berhentinya hujan
Apakah pelangi marah?
Atau memang hujan yang tidak mengundangnya untuk datang
Tapi kenapa hujan bisa lupa untuk menyuruh pelangi datang
Apakah hujan lebih nyaman dengan awan yang mendung?
Bukankah tuhan menciptakan bumi untuk melengkapi tata surya
Bukankah tuhan menciptakan pelangi untuk muncul setelah hujan?
Apakah itu berarti tuhan lupa untuk memberi kebahagiaan setelah kesedihan
Tidak, tuhan tidak pernah lupa atau keliru
Pelangi selalu muncul setiap berhentinya hujan
Hanya saja tertutup awan yang mendung
Pelangi tidak pernah marah kepada sang awan mendung
Meski keindahannya pernah tertutupi oleh warna gelap sang awan
Kenapa tidak juga terlihat saat hujan yang sangat deras kemarin?
Kemana perginya pelangi...
Apakah ia sangat sibuk , sampai dia tidak memperlihatkan sinarnya yang begitu indah
Yang di nanti beberapa orang setelah berhentinya hujan
Apakah pelangi marah?
Atau memang hujan yang tidak mengundangnya untuk datang
Tapi kenapa hujan bisa lupa untuk menyuruh pelangi datang
Apakah hujan lebih nyaman dengan awan yang mendung?
Bukankah tuhan menciptakan bumi untuk melengkapi tata surya
Bukankah tuhan menciptakan pelangi untuk muncul setelah hujan?
Apakah itu berarti tuhan lupa untuk memberi kebahagiaan setelah kesedihan
Tidak, tuhan tidak pernah lupa atau keliru
Pelangi selalu muncul setiap berhentinya hujan
Hanya saja tertutup awan yang mendung
Pelangi tidak pernah marah kepada sang awan mendung
Meski keindahannya pernah tertutupi oleh warna gelap sang awan
Minggu, 27 Desember 2015
Dyga & Ardiyan
Mungkin sejak saat itu kehidupan Dyga bener-bener berubah.
Ardiyan udah lulus dan Dyga sekarang berada di puncak masa-masa SMA nya . Ardiyan dan Dyga sekarang beda kota , karna Ardiyan yang harus keluar kota buat ngelanjutin kuliah ya sepertinya kisah mereka emang standar-standar aja kayak di FTV tapi semoga aja sih endingnya bahagia juga.
Satu bulan.. Dua bulan.. Ardiyan masih sering komunikasi ke Dyga , Dyga juga gak jarang untuk main ke rumah Ardiyan kalo pas pulang sekolah. Oiyah Ardiyan punya kakak namanya Maya dan dia udah berkeluarga tapi tempat tinggalnya ngga jauh dari rumah Ardiyan cuma beda blok aja tapi Ciara sering di rumah ardiyan kalau siang karna mbak maya kerja dan suaminya pun bekerja, ciara di titip ke baby sisternya. Dulu Dyga sering di ajak Ardiyan untuk kerumahnya dulu kalau mau berangkat main. Dan Mbak Maya punya anak namanya Ciara biasa di panggil Cici , umurnya 6 tahun dan dia penyandang disabilitas fisik , tunawicara dan yah dia bisu. Ciara nggak terlahir bisu gitu aja , dia bisu karna kecelakaan waktu umurnya 4 tahun kata mbak maya, ciara dulu hobby banget nyanyi. Setiap Dyga ke rumah Ardiyan , selalu ada ciara yang sangat periang meskipun musibah yang nimpa anak seusia dia ini bukan hal yang mudah.
Sampai masuk ke bulan yang ke 3 , Ardiyan mulai jarang menghubungi Dyga , kadang telfonnya mati dan sosial media nya pun jarang aktif. Sampai di bulan yang 6 Dyga dapet kiriman foto lewat akun Line dari temennya , disitu terlihat foto Ardiyan dan 3 laki-laki lainnya juga 2 perempuan terlihat sedang duduk di perpustakaan masing-masing memegang buku dan posisi salah satu perempuan itu memeluk Ardiyan dari belakang. Deg....... pertanyaan pun mulai terlontarkan dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?
Rasanya sejak melihat foto itu Dyga semakin yakin bahwa ardiyan sudah melupakannya , tapi apakah secepat ini . Dyga sedang asyik membaca history chat nya dengan ardiyan di Hp nya dan dengan musik soundtrack mereka berdua. Tapi seseorang membuka pintu kamarnya tanpa permisi dan betapa terkejutnya dyga ternyata itu Ciara , yang sudah melompat ke arahnya dan di belakang Ciara ada wanita tercantik yang ia kenal , ya Mamah . "Ada mbak maya tuh di luar dy , dari tadi mamah panggilin kamu ngga denger?" Tanya mamah dengan lembut dan menyuruhku untuk keluar dari zona khayal nyaman ku .
Ciara berbicara kepadaku dengan bahasa isyaratnya yang aku mengerti sedikit demi sedikit "Kakak ko jarang kerumah? Banyak tugas?" pertanyaan dari Ciara "Iya nih kakak banyak tugas ci, maaf yah cici sehat?" tanya dyga lagi tapi Cici ternyata lupa membawa kalung kertasnya dan Dyga pun langsung membuka lacinya dan memberi Cici Note baru , cici langsung mencium note nya dan mencium dyga juga "Cici kangen ka dyga" tulisnya "Maaf udah bikin kamu kangen aku sayang" kata dyga lalu memeluk cici .
Air putih sudah terisi penuh di dalam gelas, juga di temani beberapa makanan ringan yang sudah mamah sediakan untuk tamu istimewa, mbak maya dan ciara . Setelah mengobrol dengan mbak maya seputar kegiatanku di sekolah sambil bercanda dengan cici yang pamer baru saja mendapatkan note baru dari dyga , ucapan mbak maya membuat pertanyaanku bertambah "Ardi kesini dyg? Udah 2 minggu yang lalu dia pulang kesini padahal, kamu kok gak kerumah-rumah si cici nih nanyain terus-terusan kalian berantem?" ucap mbak maya membuat jantung dyga semakin cepat berdegup. Sedih , kesal, emosi dan pertanyaan pun terlontar lagi dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?
Ardiyan udah lulus dan Dyga sekarang berada di puncak masa-masa SMA nya . Ardiyan dan Dyga sekarang beda kota , karna Ardiyan yang harus keluar kota buat ngelanjutin kuliah ya sepertinya kisah mereka emang standar-standar aja kayak di FTV tapi semoga aja sih endingnya bahagia juga.
Satu bulan.. Dua bulan.. Ardiyan masih sering komunikasi ke Dyga , Dyga juga gak jarang untuk main ke rumah Ardiyan kalo pas pulang sekolah. Oiyah Ardiyan punya kakak namanya Maya dan dia udah berkeluarga tapi tempat tinggalnya ngga jauh dari rumah Ardiyan cuma beda blok aja tapi Ciara sering di rumah ardiyan kalau siang karna mbak maya kerja dan suaminya pun bekerja, ciara di titip ke baby sisternya. Dulu Dyga sering di ajak Ardiyan untuk kerumahnya dulu kalau mau berangkat main. Dan Mbak Maya punya anak namanya Ciara biasa di panggil Cici , umurnya 6 tahun dan dia penyandang disabilitas fisik , tunawicara dan yah dia bisu. Ciara nggak terlahir bisu gitu aja , dia bisu karna kecelakaan waktu umurnya 4 tahun kata mbak maya, ciara dulu hobby banget nyanyi. Setiap Dyga ke rumah Ardiyan , selalu ada ciara yang sangat periang meskipun musibah yang nimpa anak seusia dia ini bukan hal yang mudah.
Sampai masuk ke bulan yang ke 3 , Ardiyan mulai jarang menghubungi Dyga , kadang telfonnya mati dan sosial media nya pun jarang aktif. Sampai di bulan yang 6 Dyga dapet kiriman foto lewat akun Line dari temennya , disitu terlihat foto Ardiyan dan 3 laki-laki lainnya juga 2 perempuan terlihat sedang duduk di perpustakaan masing-masing memegang buku dan posisi salah satu perempuan itu memeluk Ardiyan dari belakang. Deg....... pertanyaan pun mulai terlontarkan dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?
Rasanya sejak melihat foto itu Dyga semakin yakin bahwa ardiyan sudah melupakannya , tapi apakah secepat ini . Dyga sedang asyik membaca history chat nya dengan ardiyan di Hp nya dan dengan musik soundtrack mereka berdua. Tapi seseorang membuka pintu kamarnya tanpa permisi dan betapa terkejutnya dyga ternyata itu Ciara , yang sudah melompat ke arahnya dan di belakang Ciara ada wanita tercantik yang ia kenal , ya Mamah . "Ada mbak maya tuh di luar dy , dari tadi mamah panggilin kamu ngga denger?" Tanya mamah dengan lembut dan menyuruhku untuk keluar dari zona khayal nyaman ku .
Ciara berbicara kepadaku dengan bahasa isyaratnya yang aku mengerti sedikit demi sedikit "Kakak ko jarang kerumah? Banyak tugas?" pertanyaan dari Ciara "Iya nih kakak banyak tugas ci, maaf yah cici sehat?" tanya dyga lagi tapi Cici ternyata lupa membawa kalung kertasnya dan Dyga pun langsung membuka lacinya dan memberi Cici Note baru , cici langsung mencium note nya dan mencium dyga juga "Cici kangen ka dyga" tulisnya "Maaf udah bikin kamu kangen aku sayang" kata dyga lalu memeluk cici .
Air putih sudah terisi penuh di dalam gelas, juga di temani beberapa makanan ringan yang sudah mamah sediakan untuk tamu istimewa, mbak maya dan ciara . Setelah mengobrol dengan mbak maya seputar kegiatanku di sekolah sambil bercanda dengan cici yang pamer baru saja mendapatkan note baru dari dyga , ucapan mbak maya membuat pertanyaanku bertambah "Ardi kesini dyg? Udah 2 minggu yang lalu dia pulang kesini padahal, kamu kok gak kerumah-rumah si cici nih nanyain terus-terusan kalian berantem?" ucap mbak maya membuat jantung dyga semakin cepat berdegup. Sedih , kesal, emosi dan pertanyaan pun terlontar lagi dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?
Kamis, 10 Desember 2015
No es importante historia
Gue Rayama sekarang gue 19 tahun , waktu gue SMA dulu gue punya beberapa mantan , hanya beberapa kok , mantan gue emang gak sebanyak Eca dan Findra yang suka sama gue juga gak sebanyak mereka cewek ter Hitz se angkatan gue .
Kisah SMA gue juga ternyata gak se Dahsyat kisah mereka berdua , udah ya ngomongin mereka nya gak terlalu penting sih di kehidupan gue.
Seinget gue , gue cuma punya 3 mantan dan 1 cowok yang bikin gue terobsesi tapi ngga sampe detik ini kok . Yang pertama Aldo cowok pertama yang gue terima jadi pacar gue di SMA dan bertahan hanya beberapa bulan yang akhirnya putus karna dia selingkuh dari gue , dan selingkuhnya juga sama temen deket gue sendiri eitssss temen gue ngga salah ko , ternyata selingkuhan aldo bukan cuma dia tapi ada 4 cewek lain lagi duh duh.... tuhan maha baik memang.
Lama gue putus dari dia , munafik sih emang kalo gue bilang gue ngga sakit hati . Lagi sayang-sayangnya eh aldo malah ngilang udah gitu mendadak ada cewek nelfon gue nangis2 pula bilang kalau aldo selingkuh dari dia hellawwww dari bulan dan tanggal jadian aja jelas gue duluan yang pacaran , oke skip intinya aldo memang ngga baik buat gue .
Lepas dari aldo lumayan lama , gue masih sendiri hmm bukan karna gue ngga bisa move on dari dia ya , jujur aja gue beneran udah ikhlas banget ko malahan gue bersyukur bisa tau semuanya dan gak terlalu lama bareng dia . Tapi sejak kejadian itu gue agak gapercaya lagi aja sama cowok-cowok yang berusaha deketin gue , gue nolak gue jauhin mereka bukan karna gue gak bisa ngelupain aldo , justru gue beranggapan kalau cowok-cowok yang deketin gue bakal selingkuhin gue lagi , karna gue punya banyak banget kekurangan di bandingin cewek-cewek hitz di sekolah gue terutama .
Cukup lama sih gue sendiri bahkan sampe ada yang bilang kalau gue ini 'sombong' hey mas mba , kalian gak tau apa yang udah gue alamin sampe akhirnya gue mutusin untuk nutup diri bahkan hati dari cowok-cowok iseng dan cewek gossip .
Tapi akhirnya hati gue agak tersentuh sama yang namanya Dendi , dia manis dia juga baik tapi sayangnya dia cowok yang di sukain sama temen gue dari awal masuk sekolah bahkan mereka sempet PDKT beberapa waktu , makanya dendi gue abaikan juga karna gue gak mau nyakitin hati temen gue , dan gue tau rasanya di tikung temen sendiri, percayalah .
Sampe akhirnya temen gue yang naksir berat sama dendi ini punya pacar, tapi bukan sama dendi justru dia pacaran sama adik kelas , dan kalau ngga salah sih gue yang ngenalin mereka berdua tapi justru gue ngga tau kapan mereka pacarannya . Oke temen gue ini udah pacaran sama pacarnya yang adik kelas ini hampir sebulanan kalau ngga salah ya bener. Dendi masih ngedeketin gue dari yang bbm mulu, terus mulai telfon-telfonan , tapi gue masih jutekin dia meski lama-kelamaan gue nunggu message dan telfon dari dia . Gue pun dilema dong , gimanapun juga dendi pernah jadi cowok yang temen gue suka , akhirnya gue minta pendapat ke temen gue yang satunya lagi , gue jujur sejujur jujurnya dari awal dendi ngedeketin gue sampe detik ini , dan mau tau apa yang temen gue kasih masuka untuk gue? "Yaudah kalo emang saling suka , dendi juga kayanya serius sama lo oh ya lagi pula kan si ... udah pacaran sama si ... kan lo juga tau , ladenin aja dendi. gue yakin dia lebih baik dari si aldo , kayanya dendi juga gak kaya aldo deh beda banget , jauh lebih baik "
Nah kurang lebih itu jawaban temen gue yang satunya lagi , dan oke lama kelamaan gue nyaman sama dendi , sama semuanya loh ya . Perjuangan nya , sikap nya , bahkan waktu aldo mendadak balik lagi ke kehidupan gue dan dendi justru nembak gue , disitu dendi nyuruh gue bebas milih , mau balik ke aldo atau terima dendi . Gue sih jelas ngga akan mau balik lagi ke aldo , dan kalau untuk milih dendi , waktu itu gue masih butuh waktu buat mikir dan ngomongin semuanya ke temen gue yang waktu itu gue anggap sahabat. "Dendi suka lo , lo suka dendi ya gue bisa apa?" ucap temen gue yang dulu sempet naksir berat ke dendi , gue tau meskipun di mulut dia sempet ngomong kalo dia gapapa gue pacaran sama dendi , meskipun dianya juga udah punya pacar gue yakin dia pasti kecewa sama gue kalo gue sampe nerima dendi .
Besok-besoknya gue udah mulai agak asing pas lagi ngumpul sama 'sahabat-sahabat' gue ini , meskipun kita masih tetep nongki bareng dan ngobrol2 bareng , gue ngerasa ada yang beda. Gue ngerasa sekarang mereka bikin forum dalam forum sekarang , meski gue masih 'kayak' sahabat mereka atau geng nya gue bener-bener ngerasa kaya orang lain . Sampe akhirnya gue ngga sengaja liat di hp temen gue sendiri , mereka ternyata punya grup di bbm dan itu grup baru , tanpa gue tapi ngomongin tentang gue , oke dari situ gue mundur , gue pergi dan gue bener-bener ngga nyangka mereka kaya gitu hahain aja deh ya .
Gue beneran ngerasa gak punya temen saat itu , tapi lagi-lagi dendi yang bikin gue ngga negrasa kesepian , entah tepatnya hari apa tapi waktu itu pelajaran olahraga dan gue bolos , dan gue ketemu aldo , lagi-lagi aldo datang dengan sumpah palsunya janji janji palsunya lagi untuk bisa balikan sama gue , dan gue dengan tegas nolak dia . Malamnya geu terima dendi , bukan karna pelampiasan , sekali lagi gue tegasin gue terima dendi ya karna gue sayang juga sama dia . Dan ya kalo kalian mau tau , sejak gue terima dendi , gue sempet di cap 'PHO' sama mantan geng gue sendiri , gue ngga ngerti otak dia ada di daerah mana , jelas-jelas gue ceritain semuanya ke mereka , awal gue di deketin dendi , dan mereka semua jawab rata-rata dukung gue dan yang terjadi malah gue yang di gosipin di belakang , yaudahlahya emang udah nasib gue kali .
Untungnya , meskipun gue udah ngga se geng sama mereka , hidup gue justru berwarna banget , karna gue mulai deket sama anak-anak kelas yang lain , dan gue jadi banyak temen hehe , sekian banyak orang yang gue jumpain di sekolah cuma kubu mereka aja yang gue berusaha banget untuk gak liat . Entahlah seberapa sakitnya hati gue kalo ngeliat mereka .
Oke dendi ujungnya jadi daftar mantan gue juga ko , lumayan lama gue pacaran sama dia tapi ngga lama-lama banget , trenyata dendi itu baiknya kebangetan banget . Dia baik juga sama 'mantan' nya dan jujur gue paling gabisa nerima itu , akhirnya konflik pun berlanjut dan tanpa alasan yang cukup jelas bagi dia , gue mutusin dia . Sok cantik banget gue saat itu , gue aja muak banget ngebayanginnya.
Gue putus sama dendi udah 1 tahun yang lalu , dan sama kaya dulu-dulu gue selalu ngebandingin lagi tiap cowok yang deket sama gue , dan beruntung sih meskipun gue gak punya pacar tapi temen cowok gue baik semua dan care bangetttttt .
Oke satu tahun udah lewat ya gue sendiri gak punya pacar hehe tapi gue bahagia ko , sampe akhirnya ada valdy satu angkatan sama gue yang ngedeketin gue, dan menurut gue dia ngga ada berjuangnya sama sekali untuk bisa jadi pacar gue , dan bodohnya gue nerima dia pas dia nembak gue secara langsung , gak tau deh karna apa . Valdy baik, baik bangettt dan romantis banget ngelebihin dendi , tapi entah kenapa gue selalu ada perasaan aneh kalo lagi sama dia ataupun sekedar chat meski status nya dia pacar gue , valdy overprotektif tiap kali chat dia minta gue 'Pap' Foto kan malesin banget , dan gue ngga pernah minta apa-apa sama dia , tapi pas gue di kantin ada temennya yang ngatain gue 'cewek matre' Karna nerima valdy , entah karna motif apa , gue pacaran sama valdy gak nyampe sebulan . Ternyata punya status tanpa ada perasaan itu nyiksa banget ya , dan valdy gue minta maaf ya karna udah nyakitin lo , awalnya gue mikir kaya gitulo sumpadeh pas beberapa hari mutusin dia , eh ternyata gak nyampe 2 minggu si valdy udah pacaran aja sama adik kelas busetdaahhh tapi gapapa bagus deh ya , jadi gue gak merasa bersalah lagi karna mutusin dia sepihak .
Kurang lebih sih itu , ya meskipun gak secara detail ya , jujur gue sendiri bingung dan gak bia leluasa terbuka nyeritain kisah itu .
Tapi... dendi cowok yang gue kenalin sama keluarga gue , dan apes nya si mamah ternyata seneng ngeliat gue sama dendi . Tapi maaf mah , dendi nya masih lengket sama mantannya , mamah emang gapernah tau alasan pasti gue mutusin dendi , dan gue juga ngga jelek-jelekin dendi kok , kayak mantan temen temen gue yang jelek-jelekin gue hehehehe . Beruntungnya mamah ngga cerewet nanya nanya kenapa dan kenapa , dan beruntungnya juga gue punya banyak temen cowok yang udah bantuin gue , yang udah ngisi kekosongan hidup gue , yang bikin gue punya cerita di masa-masa kelulusan , di masa-masa coret-coretan , di masa-masa sekolah yang super iseng penuh tawa sama tangis eitsss tangisnya sedikit kok yang banyak itu di hukum guru haha yang tadinya gak tau mau gue kasih warna apa , tapi berkat kalian hidup gue jadi pelangi hehehe.
Oiyah gue juga punya kok temen ceweknya ya meskipun beberapa sih , tapi mereka juga the best lah dari yang hobbynya ngambekan , ngedumelan , pinteran , bloonan , begoan , dandanan , kucelan lengkap lah ya meskipun gak banyak tapi mereka fleksibel.
And then gue yakin , tuhan itu maha adil , meskipun dia redupin 5 bintang yang tadinya gue kira bakal berarti di hidup gue , nyatanya tuhan justru bikin terang ratusan juta bintang yang lainnya . Dan meski gue sempet ngalamin masa-masa down remaja di sekolah , gue ngga pernah seidkit pun benci kok sama mereka yang nyakitin gue , dendam sih iya hahaha ngga kok untungnya di agama gue di ajarin untuk ikhlas , dan udah lama juga gue ngga peduliin itu , anggep aja kerikil yang numpang lewat.
Gue berhasil lulus di sekolah ini dan , itu semua berkat papah sama mamah yang gak ngizinin gue untuk pindah sekolah , papah say ''Kalo kamu pindah sekolah , berarti kamu kalah dari mereka'' Dan pah coba deh liat aku loh pemenangnya .
Gue ngga ngerti ini tulisan tentang apaan , ya ngga ada yang bakal baca juga sih , blog gue cuma karena diary di balik bantal ngilang aja makanya gue tulis disini , bebaskan yaaahhh.
Hak Asasi Manusia loh yaaaaaaa.
Ini sih ngga ada separonya dari kisah hidup sebenernya , ya gue sih yakin tiap orang pasti punya jutaan kisah yang menurut nya paling bener sendirikan yah dengan backsound hidup yang bebas di tentuin sendiri juga , tapi ini hidup gue yang gue yakin bakal bahagia di ending meskipun ngga kaya apa yang gue mau dan harepin , tapi semoga aja tuhan kasih skenario yang ngga terlalu mellow buat gue , semoga aja tuhan kasih happy ending itu ke kehidupan nyata gue.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rayama Liani
Langganan:
Postingan (Atom)