Akhir-akhir ini dyga sering mendapatkan surat dari cary , eits bukan - bukan , lebih tepatnya cary yang jadi kantor pos untuk dyga dan orang yang dyga tidak kenal .
" Car emang lo gak liat mukanya kaya gimana?" tanya dyga saat kesekian kalinya cary memberikan surat yang tidak ada nama pengirimnya
"Gue tau mukanya dyg , tapi gue suka lupa yang mana " jawab cary sambil sibuk memainkan telfon genggamnya
"Eh btw tumben lo jam segini udah di kampus biasanya jam 7 baru sampe atau abis isya" tanya cary lagi , just info mereka kuliah malam dari jam 7 sampai jam setengah 10.
"Iya gue tadi di anterin sama Liona , sekalian dia mau les" jawab dyga
"Yaudah nanti baliknya sama gue aja ya , eh iya malem ini nginep dirumah gue yuk" ajak cary
"gimana ya car , bukannya gue gamau , tapi gue harus ijin dulu sama bibi gue belum lagi ke bang feril" kata dyga
"hmm yaudah deh kalo gue yang nginep di tempat bibi lo boleh?" tanya cary lagi
"Hmmm..."
"Besok lo gamau kemana-mana kan? gue bt nih , besok kan sabtu biar kita sekalian hang out yuk" kata cary lagi
"Gue telfon bibi gue dulu yah , maklum car namanya juga numpang hehe" kata dyga
Jam pertama pun dimulai dengan realita anak kuliah kelas karyawan , ada yang dateng telat lah , ada yang masih pake seragam kerja lah , bahkan ada yang kekurangan parfum alias bau badan ehwww.
Setelah jam kedua juga selesai , cary meminta dyga untuk mengantarnya ke kamar mandi karna ada panggilan alam . Yah bisa di bayangin deh , gimana suasana toilet kampus kalo malem-malem is amazing guys.
"Dyg lo masih disitu kan?" teriak cary dari dalam kamar mandi
"Iya masih ko" jawab dyga teriak lagi
"Lo jadi nginep? bibi gue ngijinin nih" kata dyga
"yeayyyy jadi dong" jawab cary kegirangan dan masih di dalam kamar mandi
Setelah mereka selesai di kamar mandi dan menuju parkiran tiba-tiba saja ada seseorang menghampiri mereka
"Dyga..." teriak seseorang di belakang dyga dan cary
"Surat gue gapernah di bales nih?" tanya lelaki itu saat dyga dan cary membalikan badan mereka , dyga dengan ingung menatap lelaki itu dan juga cary
"Surat?" tanya dyga
"Iya dyg , dia yang sering nitipin surat buat lo ke gue" kata cary tiba-tiba
"Ehm dyg gue tunggu di mobil yah" kata cary lagi lalu langsung pergi
Dyga dan lelaki itu akhirnya hanya diam , dyga pun sambil memikirkan apakah dia mengenal lelaki ini .
Minggu, 13 Maret 2016
Rabu, 09 Maret 2016
Siapa Pemerannya?
Jatuh cinta , mungkin akan lebih indah tanpa ada awalan 'Jatuh'
Tapi tidak akan ada pembelajaran jika 'Jatuh' tidak di ikutsertakan
Tapi apakah benar akan lebih bahagia bila cukup dengan 'Cinta'
Tapi siapa yang berhak atas Cinta?
Apakah hanya orang-orang terpilih yang bisa menikmati kebahagiaan atas 'Cinta'
Lalu mengapa 'Cinta' bisa datang dan pergi seenaknya?
Siapa yang bertanggung jawab atas sosok yang 'Jatuh' atas 'Cinta'
Dan siapa pula yang berhak memarahi 'Cinta' karna kesalahannya
Bukan , bukan kesalahan 'Cinta' jika ada yang ter'Jatuh'
Yang bisa di salahkan adalah pemerannya
Lalu pemeran yang bagaimana yang bisa di salahkan?
Semua berlomba-lomba untuk menjadi korban atas kesalahan 'Cinta'
Dan apakabar dengan 'Karma' yang katanya selalu adil
Tapi sampai saat ini , orang yang seharusnya menerima 'Karma'
Masih bisa tertawa lepas, bebas , pergi , berlari , menghampiri
Kemana 'Karma' kapan ia akan menghampirinya
Dendam? oh tidak
Tentu ini bukan dendam
Yang saya rasakan hanya ketidakadilan
Tentang Jatuh Cinta dan Karma
Dyga & Ardyan
Bukan tentang seberapa jauh saya pergi
Bukan tentang seberapa lama saya berusaha melupakan
Bukan juga tentang saya akan melupakannya
Bahkan , bukan tentang seberapa jahat dia meninggalkan saya
Semakin saya berusaha melupakannya
Semakin sering saya memikirkannya
Semakin saya berusaha membencinya
Ternyata , saya semakin menyayanginya
Di awal perkuliahan , rasanya sangat membosankan untuk mengikuti matrikulasi dan perkenalan dengan mahasiswa lain dan juga kaka tingkat . Bukan menutup diri , dyga hanya tidak ingin orang-orang baru yang nantinya akan menjadi teman nya ini , menyakitinya dan meninggalkannya lagi seperti masa-masa putih abu-abunya . Tapi dyga juga tidak ingin di asingkan oleh sekumpulan mahasiswa , karna di asingkan itu rasanya sakit , rasanya tidak ingin datang ke tempat dengan sekumpulan orang yang mengasingkan kita , rasanya lebih baik untuk tidak pernah datang .
"Hay, dyga" ucap dyga sambil memperkenalkan diri kepada perempuan yang memiliki rambut panjang yang indah terurai dan berawarna hitam lebat seperti iklan shampo
"Cary.." dibaca (Keri) Jawab perempuan itu , mereka pun saling bertukar senyum
Rasanya awal kuliah dan proses matrikulasi , dengan cepat terlaksana dan dyga sangat menikmati berada di kampusnya yang baru , meski teman yang ia miliki hanya bisa di hitung dengan jari .
Dyga membuka telfon genggamnya , berharap ia mendapatkan notifikasi dari ardyan meski ia tau itu hanyalah angan semu . Sudah hampir satu tahun ardyan tidak memberinya kabar.
Dyga tidak mempunyai alasan , untuk marah atas sikap ardyan , karna sekali lagi mereka tidak pernah memiliki hubungan , Dan harus dyga ingat kembali , disini dyga harus menyelesaikan study nya tanpa ardyan dan harapan-harapan tentang masalalunya .
dan ternyata, ini tidak semudah dengan apa yang ia bayangkan .
Bukan tentang seberapa lama saya berusaha melupakan
Bukan juga tentang saya akan melupakannya
Bahkan , bukan tentang seberapa jahat dia meninggalkan saya
Semakin saya berusaha melupakannya
Semakin sering saya memikirkannya
Semakin saya berusaha membencinya
Ternyata , saya semakin menyayanginya
Di awal perkuliahan , rasanya sangat membosankan untuk mengikuti matrikulasi dan perkenalan dengan mahasiswa lain dan juga kaka tingkat . Bukan menutup diri , dyga hanya tidak ingin orang-orang baru yang nantinya akan menjadi teman nya ini , menyakitinya dan meninggalkannya lagi seperti masa-masa putih abu-abunya . Tapi dyga juga tidak ingin di asingkan oleh sekumpulan mahasiswa , karna di asingkan itu rasanya sakit , rasanya tidak ingin datang ke tempat dengan sekumpulan orang yang mengasingkan kita , rasanya lebih baik untuk tidak pernah datang .
"Hay, dyga" ucap dyga sambil memperkenalkan diri kepada perempuan yang memiliki rambut panjang yang indah terurai dan berawarna hitam lebat seperti iklan shampo
"Cary.." dibaca (Keri) Jawab perempuan itu , mereka pun saling bertukar senyum
Rasanya awal kuliah dan proses matrikulasi , dengan cepat terlaksana dan dyga sangat menikmati berada di kampusnya yang baru , meski teman yang ia miliki hanya bisa di hitung dengan jari .
Dyga membuka telfon genggamnya , berharap ia mendapatkan notifikasi dari ardyan meski ia tau itu hanyalah angan semu . Sudah hampir satu tahun ardyan tidak memberinya kabar.
Dyga tidak mempunyai alasan , untuk marah atas sikap ardyan , karna sekali lagi mereka tidak pernah memiliki hubungan , Dan harus dyga ingat kembali , disini dyga harus menyelesaikan study nya tanpa ardyan dan harapan-harapan tentang masalalunya .
dan ternyata, ini tidak semudah dengan apa yang ia bayangkan .
Langganan:
Postingan (Atom)
