Sendiri di tempat keramaian adalah hal yang biasa bagi kesya
menunggu di antara orang-orang yang sedang berlari bersamaan juga sudah biasa .
Masih sangat jelas senyuman terakhir arsya saat melihatnya lalu saat tatapan
itu saling bertemu adit pun pergi dengan sebuah janji ia akan kembali dan
menemui kesya . “Minta rotinya 2 yah
mas , di bungkus” ucap kesya pada pelayan roti di mall ini dia selalu memesan
roti ini 2 meski ia tidak pernah menghabiskannya saat roti itu sudah di bungkus
dan di terimanya kesya pun membayar lalu pergi membawa roti itu kesya lalu
menelfon adit meski sudah satu bulan yang lalu nomor adit sudah tidak aktif
tapi dia selalu me sms adit atau dia menuliskan di akun facebooknya dan
berharap adit membacanya .
“Dia udah balik ke sini” ucap wanita itu yang tiba-tiba
muncul di hadapan kesya “Aku tau,
tapi aku belum melihatnya sama sekali” jawab kesya dan wanita itu pun terkejut “Terus? Apa yang kamu harapin lagi? Kamu
udah tau yang kamu tunggu itu akan sia-sia dan sekarang kamu rasain ini kan?”
kata wanita itu lagi menyusul langkah kesya “Ngga ada yang sia-sia ko lagipula
kalau pun iya ini sia-sia aku akan ikhlas” jawab kesya lalu memasukan roti ke mulutnya “Ikhlas gimana yang kamu maksud?
Bertahun-tahun kamu ngelakuin hal bodoh yang selalu anggep dia bakal nemuin
kamu?” kata wanita itu “udah
jelas-jelas dia balik ke kota ini udah lumayan lama kan? Dia sama sekali ngga
ngabarin kamu , dan untuk apa kamu nunggu dia lagi mau berapa lama lagi kamu
lakuin hal bodoh ini kes?” kata wanita itu kini menahan langkah kesya lalu
menatapnya “Ka , makasih udah mau
peduli sama aku tapi plis kamu percaya sama aku kalo suatu saat nanti dia pasti
bakal temuin aku” ucap kesya meyakinkan nika teman dekatnya ini sekaligus yang
membuatnya mengenal lelaki itu , entah sudah berapa kali kesya selalu berkata
seperti ini “Udah makan? Pasti belum
kan yaudah kita makan di café depan aja yah , nika duluan kesana aku mau ke
toilet kita ketemu di sana yah dadah” kata kesya lalu tersenyum pada nika dan
dia menuju toilet . Kesya memikirkan apa yang di katakan oleh temannya ini apa
benar semua ini akan sia-sia jangan sampai dan jangan pernah . Sebelum menyusul
nika ke café kesya ingin membeli kalung yang tadi ia lihat di toko mas , saat sampai kesya langsung
menunjuk kalung yang ia mau dan saat penjual itu menngeluarkan kalung dari kaca
itu “Ini yang gue maksud” ucap wanita
berkulit putih dan berambut panjang hitam terurai itu sambil mengambil kalung
tersebut “Mel nih yang gue maksud ,
mba ini berapa gram yah?” kata wanita itu lagi , penjaga itu pun melihat kea
rah ku “Sorry, gue duluan yang minta
kalung itu untuk di keluarin dan bisa sopan sedikit?” ucap ku pada wanita
itu tetapi dia justru malah melihatku
dengan tidak merasa bersalah “Kalungnya
ada di tangan siapa sekarang?” kata wanita itu sambil tersenyum “Tapi gue duluan yang mau beli dan gue
duluan yang datang kesini” ucap kesya kali ini sedikit lebih tegas “yah sayangnya kalung ini ada di tangan
gue , lo pilih yang lain aja kan masih banyak” kata wanita itu “Tapi …” “Maaf siapa nama lo? Maaf deh ya
kayanya lo ngga beruntung cari yang lain yah” kata wanita itu , kesya pun kesal
lalu mendorong wanita itu sampai menyenggol temannya yang ada di sampingnya dan
membuat kalung yang di pegangnya terjatuh dan kesya berharap kalung itu akan
rusak dan tidak seindah seperti semula.Dengan perasaan yang masih kesal kesya pun langsung mempercepat langkahnya meninggalkan toko mas itu lalu menemui nika yang sudah menunggunya dari tadi di tempat makan.
Kesya
merasa tidak ingin bangun dari tempat tidurnya meski bunda dan kakanya syela
sudah berkali-kali menyuruhnya untuk bangun karna harus sekolah “Bunnn kesya sakit perut nih ngga sekolah
dulu yah tolong izinin aku dong” teriak kesya dari dalam kamarnya “Kesya sekolah ngga ada alesan mau jadi apa
kamu kes” teriak bunda kesya “Pliss
bun kesya sakit perut, ini hari jum’at aku ada jam olahraga sekarang bun yah
bun pliss” jawab kesya lalu melanjutkan tidurnya dan membuat bundanya
menceramahinya dari luar pintu kamar . Kesya membuka matanya lagi dan melihat
jam di dindingnya menunjukan pukul 11 siang , jelas dia sudah sangat kesiangan
untuk berangkat ke sekolah dan ia membuka hp nya dan tidak ada pesan sedikitpun
dari teman sekelasnya yang menanyakan kenapa ia tidak masuk yah sudah biasa
kesya tidak terlalu penting di kelas setelah ia tidak mempunyai teman wanita di
kelasnya apalagi teman dekat tidak ada satupun yang ingin menemaninya tidak
seperti dulu saat ia masih memiliki beberapa teman yang mungkin sedikit peduli
padanya .
Nika mengirim foto pada kesya “Yang
pake baju putih sebelah kanan itu pacar arsya” kesya pun sontak langsung kaget dan membuka
matanya lebar-lebar dan dia pun memperbesar tampilan foto yang di kirim oleh
nika “Bundaaaaa….” Teriak
kesya dari dalam kamarnya namun tidak ada jawaban dari luar , tandanya bunda
sudah keluar rumah dan hanya kesya yang ada di rumah sekarang dan lagi-lagi
kesya memperbesar gambar itu dan “Ini
kan , kalung .. what? YATUHAAANNNNNN NGGA ADIL SEMUANYA NGGA ADIL” teriak kesya
lalu ia buru-buru mandi dan bersiap-siap untuk keluar rumah kesya masih sangat
tidak percaya ia menangis dan apa saat ini ia harus menyesal atas sikap nya
menunggu seseorang yang kemudian datang membawa pasangannya . “Nika, gue ke rumah lo..” kata kesya lalu
langsung kerumah nika yang hanya berbeda beberapa rumah dari rumahnya , kesya
langsung masuk dan memeluk nika sambil menangis , nika sudah menduga semua
kejadian ini “Nyesel udah
nyia-nyiain waktu lo? Sakit? Udah ngerasa bego belum?” ucap nika pada kesya ,
namun kesya terus menangis perasaannya hancur berantaka berserakan “Gue kasih tau lo bukan mau ngejatohin
lo kes , justru gue mau nyadarin lo kalo orang yang lo tunggu itu sampe lo
sekarat juga ngga akan datang , dia emang ngga peduli sama lo . plis buka mata
lo banyak yang lebih baik di luar sana” kata nika menguatkan kesya dan sesekali
mengusap pipinya “Udah air mata lo
terlalu berharga kes” kata nika
“Tapi gue masih ngga yakin karna belum lihat langsung mereka jalan
bareng” ucap kesya sambil menyeka airmatanya
“Astaga kesya apasih yang ada di otak lo , justru bikin hati lo tambah
sakit nanti udah lo cukup tau kaya gini aja udah nangis sampe bikin mata lo ga
kebuka gitu kan?” kata nika membuat kesya menatapnya “Perumpamaan lo lebay!” kata kesya
memanyunkan bibirnya “Lo mau bantu
gue?” kata kesya , nika pun menganggukan kepalanya “besok jam 2 ikut gue” kata kesya sambil
mengambil kacamata hitam yang ada di meja nika .
“Ngapain kita ke kampus gue?” tanya nika namun kesya tersenyum dan melanjutkan
langkahnya “Ko sepi?” tanya kesya kali
ini “Yaiyalah ini kan sabtu fakultas
gue libur , lagian ada mata kuliah juga baru nanti malem jam 7” kata nika , kesya
lalu membuka hp nya dan menelfon seseorang .
“Yu kita pindah posisi” kata kesya “Astaga kes , kita mau kemana sih?”
tanya nika yang heran dan tidak tau apa yang akan kesya lakukan “Lo temen gue bukan?” kata kesya pada
nika “Bukan” jawab nika membuat
kesya membulatkan matanya “Gue
sahabat lo ko tolol sih lo tuh” kata nika , kesya pun tersenyum lalu menarik
tangan nika lagi dengan mempercepat langkahnya . Mereka sampai di restoran
seafood “Sejak kapan lo suka
seafood? Masakan laut? Lo galau juga mikir kali otak lo masih jalan kan , kalo
alergi lo kumat yang di salahin bunda lo pasti gue”kata nika tetapi kesya
menyuruh nika untuk diam lalu menunjuk pada wanita yang sedang tertawa dengan
kedua temannya “What?” kata
nika kaget saat tau itu adalah tika pacar arsya yang nika kasih tau tempo
hari “Lo bolos sekolah dan ngajak gue
muter-muter sejauh ini Cuma buat ketemu sama cewe itu kes, lo gila? Buat apa
heh” ucap nika sangat kaget “Dari
mana lo tau dia ada di sini, dia ke kampus gue emang?” tanya nika , “Lo diem ka, mending sekarang lo doain gue
aja dari sini dan, help me plis” ucap kesya kali ini dia memelas “Kes , lo ngga akan bertingkah gila
yang bakal jatohin harga diri lo kan?” tanya nika takut sahabatnya ini berbuat
gila “Tenang aja” kata kesya dengan wajah meyakinkan .
Kesya mendekati ketiga wanita itu dan duduk di antara
mereka “Hay…” kata kesya , ketiga
wanita itu heran saat tau kesya langsung duduk di samping tika “Gue kesya , lo cewe yang waktu itu
rebut kalung yang mau gue beli kan?” kata kesya “Lo kesini mau ambil kalung itu balik?”
kata salah satu temannya yang berbada
gemuk “Sorry gue ngga akan kasih
kalung ini ke lo” kata tika dengan juteknya
“Oh engga ko tenang aja gue Cuma mau kenalan aja , gue kesya dan gue
temen deketnya arsya deket banget oyah bentar” kata kesya lalu melihatkan foto
saat arsya memeluknya dari belakang dan capturan saat arsya menyatakan
perasaannya “Liat deh” kata kesya
sambil tersenyum “gue ngga sengaja
bikin dia jatuh cinta sama gue terus Apa maksud lo , dia cowo gue!” kata tika
dengan emosinya yang mulai terpancing
“Lo anak kecil apa mau lo” kata temannya yang berkulit tebal “duhduh santai dong kemarin gue santai
kan waktu lo ambil kalung itu yang sekarang lo pake” kata kesya “masa sekarang gue harus santai juga
kalo pujaan hati gue ternyata udah lo pake juga” kata kesya lagi “Mau lo apa? Dia pacar gue arsya
milik gue!!” kata tika kali ini mendorong bahu kesya , kesya pun membersihkan
bahunya yang di pegang oleh tika “Tika sekalipun dia pacar lo sekarang
tapi lo harus tau, gue yang udah ngabisin waktu gue buat nunggu dia! Dan gue
ngga akan bisa ngerelain arsya kaya gue ngerelain kalung itu buat lo” kata
kesya “Lo ngga akan bisa ambil
arsya dari gue” kata tika kali ini dia berdiri dari kursinya “gue ngga ada niat ko buat rebut
dia dari lo tenang aja” kata kesya ikut berdiri lalu menarik kalung yang di
pake oleh tika dari lehernya dengan paksa dan membuat kalung itu putus lalu
kesya melemparnya keluar jendela
“Sorry gue ngga sengaja bikin kalung itu lepas dari leher lo” kata kesya
lalu pergi menjauhi meja itu dan nika yang melihatnya sangat kaget atas
keberanian sekaligus kegilaan kesya dan para pengunjung café itu melihat
kejadian saat kesya membuang kalung itu
“Kurang ajar lo cewe gila” kata tika lalu terus menggerutu pada
teman-temannya tika sangat kesal dan marah sekaligus bingung atas perlakuan
wanita tadi tetapi kesya sangat sakit dan sedikit tidak percaya atas apa yang ia
lakukan tadi .
“Kes lo gila , sumpah gue ngga nyangka” kata nika pada kesya
saat di mobil “Gue juga ngga
nyangka nik” kata kesya menatap nika lalu bernafas panjang “Gue lega sih udah ngomong
langsung sama itu cewe , dia baru kehilangan kalung yang ngga seberapa itu tapi
gue kehilangan orang yang udah nyita banyak waktu gue”
Kesya sadar sekarang arsya memang seseorang yang pernah
melengkapi hidupnya tapi itu dulu , dan selama ini menunggu arsya adalah hal yang salah besar,
seperti menunggu kereta di dalam pelabuhan , mustahil akan menemukannya .