Senin, 11 Mei 2015

Kesalahan apa ini?

Apa aku masih boleh merindukanmu?Apa aku akan berdosa bila aku masih mengharapkanmu?
Apa aku salah telah mencintaimu , bahkan menunggu dalam waktu yang tidak singkat.
Kau selalu berjanji dan berjanji lagi untuk menemuiku di musim berikutnya,dan aku menunggumu.
Musim panas telah lama terlewatkan,bahkan tahun ini adalah musim dingin yang kedua tapi batang hidungmu belum juga ku lihat.
Sampai kapan aku mendapatkan semua notif dari dirimu, berapa tumpuk barang lagi yang akan kau kirimkan kepadaku, aku mencintai dirimu bukan hartamu. Aku butuh berada di sampingmu berjalan berdua denganmu bukan butuh semua kirimin pakaiian,parfum,sepatu,tas dan semua barang-barang ini tidak sama sekali.
Bahkan rasanya bulan di langit lebih bahagia daripada perasaanku,Matahari selalu berjanji dan berjanji lagi untuk menemuinya tapi bulan tidak pernah bertemu dengan matahari, tapi setidaknya bulan masih bisa mencium aroma matahari dan mendapatkan semua cerita dari burung dan langit sementara aku, aku dapat cerita dari siapa tentang dirimu? Dari tukang pos?
Rasanya aku sudah cukup menerima kiriman dari pak pos tahun ini, aku hanya ingin menemuimu.
Sampai akhirnya saat aku benar-benar merindukanmu aku bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba saja mengajakku berbicara dan berteman, aku selalu menceritakan tentangmu kepada wanita yang kini menjadi temanku dan diapun sering menceritakan seseorang yang mungkin juga ia cintai.
Saat ku tau cincin yang wanita itu pakai adalah pemberian dari dirimu, rasanya aku ingin berteriak mengelilingi taman ini saat wanita itu menunjukan foto pria yang kini telah menjadi suaminya foto itu sangatlah sama dengan foto yang sampai detik ini masih tersimpan rapih di dalam dompetku.
Tuhan, apa yang harus aku lakukan detik ini rasanya seluruh tubuhku mati rasa seketika, meski telingaku tidak bisa mendadak tuli saat mendengar semua cerita tentang dirimu dari mulut istrimu ini, dan mulutku terlalu sulit untuk berbicara tentang hatiku , bahkan hatiku terlalu sakit untuk mengatakan dia lelaki yang selama bertahun-tahun ini aku tunggu kedatangannya.

SALAH MENUNGGU



Sendiri di tempat keramaian adalah hal yang biasa bagi kesya menunggu di antara orang-orang yang sedang berlari bersamaan juga sudah biasa . Masih sangat jelas senyuman terakhir arsya saat melihatnya lalu saat tatapan itu saling bertemu adit pun pergi dengan sebuah janji ia akan kembali dan menemui kesya .    “Minta rotinya 2 yah mas , di bungkus” ucap kesya pada pelayan roti di mall ini dia selalu memesan roti ini 2 meski ia tidak pernah menghabiskannya saat roti itu sudah di bungkus dan di terimanya kesya pun membayar lalu pergi membawa roti itu kesya lalu menelfon adit meski sudah satu bulan yang lalu nomor adit sudah tidak aktif tapi dia selalu me sms adit atau dia menuliskan di akun facebooknya dan berharap adit membacanya .
“Dia udah balik ke sini” ucap wanita itu yang tiba-tiba muncul di hadapan kesya     “Aku tau, tapi aku belum melihatnya sama sekali” jawab kesya  dan wanita itu pun terkejut       “Terus? Apa yang kamu harapin lagi? Kamu udah tau yang kamu tunggu itu akan sia-sia dan sekarang kamu rasain ini kan?” kata wanita itu lagi menyusul langkah kesya           “Ngga ada yang sia-sia ko lagipula kalau pun iya ini sia-sia aku akan ikhlas” jawab kesya lalu memasukan roti ke mulutnya     “Ikhlas gimana yang kamu maksud? Bertahun-tahun kamu ngelakuin hal bodoh yang selalu anggep dia bakal nemuin kamu?” kata wanita itu     “udah jelas-jelas dia balik ke kota ini udah lumayan lama kan? Dia sama sekali ngga ngabarin kamu , dan untuk apa kamu nunggu dia lagi mau berapa lama lagi kamu lakuin hal bodoh ini kes?” kata wanita itu kini menahan langkah kesya lalu menatapnya       “Ka , makasih udah mau peduli sama aku tapi plis kamu percaya sama aku kalo suatu saat nanti dia pasti bakal temuin aku” ucap kesya meyakinkan nika teman dekatnya ini sekaligus yang membuatnya mengenal lelaki itu , entah sudah berapa kali kesya selalu berkata seperti ini     “Udah makan? Pasti belum kan yaudah kita makan di café depan aja yah , nika duluan kesana aku mau ke toilet kita ketemu di sana yah dadah” kata kesya lalu tersenyum pada nika dan dia menuju toilet . Kesya memikirkan apa yang di katakan oleh temannya ini apa benar semua ini akan sia-sia jangan sampai dan jangan pernah . Sebelum menyusul nika ke café kesya ingin membeli kalung yang tadi ia lihat di  toko mas , saat sampai kesya langsung menunjuk kalung yang ia mau dan saat penjual itu menngeluarkan kalung dari kaca itu     “Ini yang gue maksud” ucap wanita berkulit putih dan berambut panjang hitam terurai itu sambil mengambil kalung tersebut      “Mel nih yang gue maksud , mba ini berapa gram yah?” kata wanita itu lagi , penjaga itu pun melihat kea rah ku     “Sorry, gue duluan yang minta kalung itu untuk di keluarin dan bisa sopan sedikit?” ucap ku pada wanita itu  tetapi dia justru malah melihatku dengan tidak merasa bersalah   “Kalungnya ada di tangan siapa sekarang?” kata wanita itu sambil tersenyum        “Tapi gue duluan yang mau beli dan gue duluan yang datang kesini” ucap kesya kali ini sedikit lebih tegas       “yah sayangnya kalung ini ada di tangan gue , lo pilih yang lain aja kan masih banyak” kata wanita itu       “Tapi …”        “Maaf siapa nama lo? Maaf deh ya kayanya lo ngga beruntung cari yang lain yah” kata wanita itu , kesya pun kesal lalu mendorong wanita itu sampai menyenggol temannya yang ada di sampingnya dan membuat kalung yang di pegangnya terjatuh dan kesya berharap kalung itu akan rusak dan tidak seindah seperti semula.Dengan perasaan yang masih kesal kesya pun langsung mempercepat langkahnya meninggalkan toko mas itu lalu menemui nika yang sudah menunggunya dari tadi di tempat makan.
                Kesya merasa tidak ingin bangun dari tempat tidurnya meski bunda dan kakanya syela sudah berkali-kali menyuruhnya untuk bangun karna harus sekolah   “Bunnn kesya sakit perut nih ngga sekolah dulu yah tolong izinin aku dong” teriak kesya dari dalam kamarnya    “Kesya sekolah ngga ada alesan mau jadi apa kamu kes” teriak bunda kesya    “Pliss bun kesya sakit perut, ini hari jum’at aku ada jam olahraga sekarang bun yah bun pliss” jawab kesya lalu melanjutkan tidurnya dan membuat bundanya menceramahinya dari luar pintu kamar . Kesya membuka matanya lagi dan melihat jam di dindingnya menunjukan pukul 11 siang , jelas dia sudah sangat kesiangan untuk berangkat ke sekolah dan ia membuka hp nya dan tidak ada pesan sedikitpun dari teman sekelasnya yang menanyakan kenapa ia tidak masuk yah sudah biasa kesya tidak terlalu penting di kelas setelah ia tidak mempunyai teman wanita di kelasnya apalagi teman dekat tidak ada satupun yang ingin menemaninya tidak seperti dulu saat ia masih memiliki beberapa teman yang mungkin sedikit peduli padanya .
Nika mengirim foto pada kesya           Yang pake baju putih sebelah kanan itu pacar arsya”   kesya pun sontak langsung kaget dan membuka matanya lebar-lebar dan dia pun memperbesar tampilan foto yang di kirim oleh nika                 “Bundaaaaa….” Teriak kesya dari dalam kamarnya namun tidak ada jawaban dari luar , tandanya bunda sudah keluar rumah dan hanya kesya yang ada di rumah sekarang dan lagi-lagi kesya memperbesar gambar itu dan     “Ini kan , kalung .. what? YATUHAAANNNNNN NGGA ADIL SEMUANYA NGGA ADIL” teriak kesya lalu ia buru-buru mandi dan bersiap-siap untuk keluar rumah kesya masih sangat tidak percaya ia menangis dan apa saat ini ia harus menyesal atas sikap nya menunggu seseorang yang kemudian datang membawa pasangannya .    “Nika, gue ke rumah lo..” kata kesya lalu langsung kerumah nika yang hanya berbeda beberapa rumah dari rumahnya , kesya langsung masuk dan memeluk nika sambil menangis , nika sudah menduga semua kejadian ini             “Nyesel udah nyia-nyiain waktu lo? Sakit? Udah ngerasa bego belum?” ucap nika pada kesya , namun kesya terus menangis perasaannya hancur berantaka berserakan         “Gue kasih tau lo bukan mau ngejatohin lo kes , justru gue mau nyadarin lo kalo orang yang lo tunggu itu sampe lo sekarat juga ngga akan datang , dia emang ngga peduli sama lo . plis buka mata lo banyak yang lebih baik di luar sana” kata nika menguatkan kesya dan sesekali mengusap pipinya      “Udah air mata lo terlalu berharga kes” kata nika         “Tapi gue masih ngga yakin karna belum lihat langsung mereka jalan bareng” ucap kesya sambil menyeka airmatanya     “Astaga kesya apasih yang ada di otak lo , justru bikin hati lo tambah sakit nanti udah lo cukup tau kaya gini aja udah nangis sampe bikin mata lo ga kebuka gitu kan?” kata nika membuat kesya menatapnya  “Perumpamaan lo lebay!” kata kesya memanyunkan bibirnya    “Lo mau bantu gue?” kata kesya , nika pun menganggukan kepalanya     “besok jam 2 ikut gue” kata kesya sambil mengambil kacamata hitam yang ada di meja nika .
                           “Ngapain kita ke kampus gue?” tanya  nika namun kesya tersenyum dan melanjutkan langkahnya   “Ko sepi?” tanya kesya kali ini     “Yaiyalah ini kan sabtu fakultas gue libur , lagian ada mata kuliah juga baru nanti malem jam 7” kata nika , kesya lalu membuka hp nya dan menelfon seseorang .
“Yu kita pindah posisi” kata kesya           “Astaga kes , kita mau kemana sih?” tanya nika yang heran dan tidak tau apa yang akan kesya lakukan      “Lo temen gue bukan?” kata kesya pada nika      “Bukan” jawab nika membuat kesya membulatkan matanya        “Gue sahabat lo ko tolol sih lo tuh” kata nika , kesya pun tersenyum lalu menarik tangan nika lagi dengan mempercepat langkahnya . Mereka sampai di restoran seafood            “Sejak kapan lo suka seafood? Masakan laut? Lo galau juga mikir kali otak lo masih jalan kan , kalo alergi lo kumat yang di salahin bunda lo pasti gue”kata nika tetapi kesya menyuruh nika untuk diam lalu menunjuk pada wanita yang sedang tertawa dengan kedua temannya            “What?” kata nika kaget saat tau itu adalah tika pacar arsya yang nika kasih tau tempo hari     “Lo bolos sekolah dan ngajak gue muter-muter sejauh ini Cuma buat ketemu sama cewe itu kes, lo gila? Buat apa heh” ucap nika sangat kaget      “Dari mana lo tau dia ada di sini, dia ke kampus gue emang?”  tanya nika ,     “Lo diem ka, mending sekarang lo doain gue aja dari sini dan, help me plis” ucap kesya kali ini dia memelas         “Kes , lo ngga akan bertingkah gila yang bakal jatohin harga diri lo kan?” tanya nika takut sahabatnya ini berbuat gila           “Tenang aja” kata kesya dengan wajah meyakinkan .
Kesya mendekati ketiga wanita itu dan duduk di antara mereka      “Hay…” kata kesya , ketiga wanita itu heran saat tau kesya langsung duduk di samping tika       “Gue kesya , lo cewe yang waktu itu rebut kalung yang mau gue beli kan?” kata kesya        “Lo kesini mau ambil kalung itu balik?” kata salah satu temannya  yang berbada gemuk       “Sorry gue ngga akan kasih kalung ini ke lo” kata tika dengan juteknya         “Oh engga ko tenang aja gue Cuma mau kenalan aja , gue kesya dan gue temen deketnya arsya deket banget oyah bentar” kata kesya lalu melihatkan foto saat arsya memeluknya dari belakang dan capturan saat arsya menyatakan perasaannya         “Liat deh” kata kesya sambil tersenyum        “gue ngga sengaja bikin dia jatuh cinta sama gue terus Apa maksud lo , dia cowo gue!” kata tika dengan emosinya yang mulai terpancing          “Lo anak kecil apa mau lo” kata temannya yang berkulit tebal         “duhduh santai dong kemarin gue santai kan waktu lo ambil kalung itu yang sekarang lo pake” kata kesya        “masa sekarang gue harus santai juga kalo pujaan hati gue ternyata udah lo pake juga” kata kesya lagi            “Mau lo apa? Dia pacar gue arsya milik gue!!” kata tika kali ini mendorong bahu kesya , kesya pun membersihkan bahunya yang di pegang oleh tika                 “Tika sekalipun dia pacar lo sekarang tapi lo harus tau, gue yang udah ngabisin waktu gue buat nunggu dia! Dan gue ngga akan bisa ngerelain arsya kaya gue ngerelain kalung itu buat lo” kata kesya        “Lo ngga akan bisa ambil arsya dari gue” kata tika kali ini dia berdiri dari kursinya             “gue ngga ada niat ko buat rebut dia dari lo tenang aja” kata kesya ikut berdiri lalu menarik kalung yang di pake oleh tika dari lehernya dengan paksa dan membuat kalung itu putus lalu kesya melemparnya keluar jendela       “Sorry gue ngga sengaja bikin kalung itu lepas dari leher lo” kata kesya lalu pergi menjauhi meja itu dan nika yang melihatnya sangat kaget atas keberanian sekaligus kegilaan kesya dan para pengunjung café itu melihat kejadian saat kesya membuang kalung itu          “Kurang ajar lo cewe gila” kata tika lalu terus menggerutu pada teman-temannya tika sangat kesal dan marah sekaligus bingung atas perlakuan wanita tadi tetapi kesya sangat sakit dan sedikit tidak percaya atas apa yang ia lakukan tadi .
“Kes lo gila , sumpah gue ngga nyangka” kata nika pada kesya saat di mobil       “Gue juga ngga nyangka nik” kata kesya menatap nika lalu bernafas panjang              “Gue lega sih udah ngomong langsung sama itu cewe , dia baru kehilangan kalung yang ngga seberapa itu tapi gue kehilangan orang yang udah nyita banyak waktu gue”
Kesya sadar sekarang arsya memang seseorang yang pernah melengkapi hidupnya tapi itu dulu , dan selama ini  menunggu arsya adalah hal yang salah besar, seperti menunggu kereta di dalam pelabuhan , mustahil akan menemukannya .

Minggu, 10 Mei 2015

Pembohong yang sangat ku nanti #1



Siang ini tidak hujan tidak juga petir bahkan kilat.
Tapi kau mendadak datang dan mengajakku pergi bersama, tanpa pesan singkat apapun kau tiba-tiba hadir di depan ku dan mengajakku untuk berpetualang lagi.
Aku senang akan kehadiranmu lagi,bahkan bahagia rasanya.
Apakah benar kau mendengar bisikan rinduku melalui angin besar yang datang kemarin? Rasanya tidak.
Kau menggemgam tanganku erat dan kembali mengajakku untuk memasuki wahana menyeramkan itu
Rumah hantu, aku tak pernah berani untuk masuk ke dalamnya.
Tapi kau memaksaku dan percaya bahwa aku berani, tapi itu semua salah kau salah aku ini penakut.
Kau pun meyakinkanku seseram apapun di dalam, segelap apapun di dalam, semenakutkan apapun hantu-hantu itu kau berjanji untuk tetap menjagaku di dalam bahkan sampai keluar nanti kau akan tetap berada di sampingku.Kau berjanji tidak akan melepaskan pelukanmu dan menjagaku dari semua rasa ketakutan nanti.
Dan ttadaa..!!!!!!
Sesampai di dalam, di rumah hantu yang menyeramkan ini kau melepaskan genggaman tanganmu.
Entah di sengaja atau tidak, aku kehilanganmu. Gelap…sangat gelap,gelap sekali
Aku tidak bisa melihat kau berada dimana , di sampingku di depanku di belakangku kau tidak ada , aku ketakutan aku tidak tau cara keluar dari tempat menyeramkan ini bagaimana , kau dimana kenapa kau meninggalkanku, kenapa kau tega melepaskan pelukanmu tanpa satu kata pun.
Gelap,sepi,menakutkan,sendirian,aku menjerit tanpa suara,berteriak sekuat tenaga meski tidak ada suara yang terdengar , aku berteriak akan namamu. Bagaimana cara aku keluar dari tempat ini bukankah kau berjanji kita akan keluar bersama-sama dan kau akan menjagaku , kenapa kau justru menghilang jangankan untuk melihat dan menyentuhmu lagi , bahkan aroma tubuhmu pun sudah tidak tercium lagi.
Kau memang pembohong yang sangat hebat,dan aku sangat mencintaimu.