Kamis, 16 April 2015

Hujan, dibenci atau di nanti?

Hujan, tak semua orang menginginkan kedatangannya tapi terkadang ada yang menantikan hujan.
Aku sendiri tak tau berada dalam deretan orang yang membenci hujan atau menanti hujan.
Ada seorang gadis yang pernah bertanya kepadaku "Untuk apa tuhan mengirimkan hujan?" lewat pertanyaan singkatnya itu aku hanya memandangnya dalam diam antara mau menjawab atau diam saja.
Air yang berjatuhan dari atas langit begitu banyak, ku ulurkan tanganku untuk sedikit merasakan air hujan hari ini.dingin dan basah.
Suara air hujan yang terdengar di telingaku meski aku berada dalam kamar sekalipun jelas terdengar, bukan bukan hanya rintikan nya saja yang terdengar tapi seperti ada yang hidup di antara suara air hujan ini.
Ak pun memejamkan mataku, dan semua kejadian di masa lalu seperti terjadi lagi , masih teringat dalam memory fikiranku apa saja yang terjadi dan suara perbincanganku dengan seorang sahabat.
Sampai akhirnya aku sadar , tuhan mengirimkan hujan bukan untuk di benci, bukan untuk mengganggu aktifitas di bumi . Tapi untuk menyempurnakan semuanya lagi , untuk mengenang sesuatu yang mungkin berarti. Untuk membantu memulihkan fikiran kita .
Dalam derasnya air hujan , orang tidak bisa membedakan mana yang bahagia dan mana yang bersedih , karna air hujan menjadi satu dengan airmata yang mulai mengalir di antara wajah manusia.
Tiap manusia mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda tentang hujan.