Masakanku gagal lagi untuk lidahnya
Pagi ini aku memasakkan sarapan untuk dia
Tapi aku lupa memberikan sambal di kotak nasinya
Selepas dia mengantarkanku kerja
Dia kembali ke kostan nya
Tak lama , video call masuk di telepon genggamku
Ku lihat wajahnya seolah tidak ramah
Benar saja , sambal yang lupa ku berikan tadi , mengganggu lidahnya
Dan lauk yang ku masak dengan sedikit tenaga tadi , membuat nya muntah
Maaf .. Maaf ... Maaf
Mungkin sejuta kali kalimat ini masih belum bisa meredakan kekesalannya pagi ini
Selain dia yang kesal dengan masakan gagal ku 'lagi'
ternyata hati ini juga agaknya terluka dengan ucapannya dan tatapannya
Aku memang salah , tapi bisakah setidaknya ada sedikit kata-kata
Yang tidak melukai hati?
Atau bisakah emosi mu dari ucapanmu sedikit di fikirkan denga kalimat tanya
Apakah hatimu masih baik-baik saja?
Atau , apakah ucapan amarahku berlebihan ?
Selasa, 08 Agustus 2017
Ungkapan #9
Setiap hubungan yang di dasari oleh rasa saling suka , sayang dan cinta
Pasti ada bumbu persyaratan yang di buat karna rasa cemburu dan tidak ingin kehilangan
Setiap sikap dari masing-masing pasangan
Pasti akan selalu ada yang mencoba untuk berusaha mengalah dan mengerti
Karna tidak ingin hubungannya segera berakhir
Baru ini rasanya aku berusaha mempertahankan hubungan yang benar nyata
Bukan jatuh cinta diam-diam lagi ataupun sendirian
Terlalu banyak hal yang selalu aku suka dalam dirinya
Yang bisa saja terlalu banyak yang dia tidak suka dalam diriku
Hari hariku di penuhi cerita tentang dirinya
Sampai perdebatan demi perdebatan karna pendapat kita yang tak jarang sama kita lewati
Hal-hal yang menurutnya biasa , tapi ternyata tidak biasa untukku sering menjadi pemicunya
Begitupun sebaliknya
Tapi kami saling mencoba untuk mengerti
Tak henti-hentinya aku berterimakasih pada tuhan , dan semesta juga ciptaannya
Karna telah membuatku bertemu dengannya
Sampai suatu ketika , aku menyadari bahwa terlalu banyak kekurangan dalam diriku untuknya
Ketidaksempurnaan yang ku punya , membuatku merasa "Apa aku pantas untuk dia?"
Tak jarang , aku merasa sesak di dadaku ketika apa yang aku lakukan tidak sesuai dengan harapannya
Aku belum baik untuknya , apalagi ketika aku mengingat tentang orang-orang di masalalunya
Aku amat sangat jauh di bandingkan mereka
Mereka terlalu baik dan hampir mendekati kata sempurna , sementara aku tidak
Perempuan mana yang rela , ketika lelakinya lebih nyaman bertukar pendapat dengan mantan kekasihnya . Apapun alasannya
Pasti ada bumbu persyaratan yang di buat karna rasa cemburu dan tidak ingin kehilangan
Setiap sikap dari masing-masing pasangan
Pasti akan selalu ada yang mencoba untuk berusaha mengalah dan mengerti
Karna tidak ingin hubungannya segera berakhir
Baru ini rasanya aku berusaha mempertahankan hubungan yang benar nyata
Bukan jatuh cinta diam-diam lagi ataupun sendirian
Terlalu banyak hal yang selalu aku suka dalam dirinya
Yang bisa saja terlalu banyak yang dia tidak suka dalam diriku
Hari hariku di penuhi cerita tentang dirinya
Sampai perdebatan demi perdebatan karna pendapat kita yang tak jarang sama kita lewati
Hal-hal yang menurutnya biasa , tapi ternyata tidak biasa untukku sering menjadi pemicunya
Begitupun sebaliknya
Tapi kami saling mencoba untuk mengerti
Tak henti-hentinya aku berterimakasih pada tuhan , dan semesta juga ciptaannya
Karna telah membuatku bertemu dengannya
Sampai suatu ketika , aku menyadari bahwa terlalu banyak kekurangan dalam diriku untuknya
Ketidaksempurnaan yang ku punya , membuatku merasa "Apa aku pantas untuk dia?"
Tak jarang , aku merasa sesak di dadaku ketika apa yang aku lakukan tidak sesuai dengan harapannya
Aku belum baik untuknya , apalagi ketika aku mengingat tentang orang-orang di masalalunya
Aku amat sangat jauh di bandingkan mereka
Mereka terlalu baik dan hampir mendekati kata sempurna , sementara aku tidak
Perempuan mana yang rela , ketika lelakinya lebih nyaman bertukar pendapat dengan mantan kekasihnya . Apapun alasannya
Ungkapan #8
Semoga saja dia bukan senja
Aku Pencemburu yang baik ...
Tapi tidak kali ini .
Tidak seperti sebelum-sebelumnya , aku mengatakan bahwa aku cemburu
Aku lupa kapan terakhir kali menjadi diri sendiri di depan orang yang ku sukai
Kali ini , aku ingin memberitahukan kepadamu bahwa memang tidak ada yang sepertimu
Dia yang sekarang menjadi kekasihku juga sangat jauh dari hal tentangmu
Aku bukan hanya sedang belajar mencintainya
Tapi aku sedang belajar bagaimana cara mempertahankan hubungan ini
Sifat cemburu ku memang masih sama seperti sebelum-sebelumnya
Tapi dia , tau bagaimana mengatasi sifat burukku itu ketika muncul
Ketika aku sedang menikmati hubungan ini ,
Ada beberapa orang di masalalu yang kembali menghampiri dan menyapa
Dan aku , sama sekali tidak bangga terhadap itu
Aku mulai belajar memasak , dan menjadi pribadi yang sangat rajin belakangan ini
Beberapa cara dalam gaya 'Berpacaran' dia mengajarkan sedikit banyak hal
Yang belum pernah ku dapatkan selama ini
Aku menyayanginya , ter-amat menyayanginya
Banyak hal dari dirinya yang membuat aku tidak lagi ingin kehilangan
Kehilangan sosok orang yang sudah terlanjur membuatku nyaman bersandar
Aku berharap tuhan mengirimkannya kepadaku bukan seperti layaknya senja
Yang sangat di nantikan kehadirannya namun hanya untuk beberapa saat
Lalu hilang kemudian , dan datang di waktu yang sama
Banyak yang mengharapkannya datang , tapi lagi-lagi pergi seenaknya
Tidak jarang aku tersenyum sendiri jika mengingat hal-hal yang sudah ku alami belakangan ini
sangat cepat peralihannya
Siapa yang harus bertanggung jawab atas perasaan ini?
Ya , diriku sendiri
Aku Pencemburu yang baik ...
Tapi tidak kali ini .
Tidak seperti sebelum-sebelumnya , aku mengatakan bahwa aku cemburu
Aku lupa kapan terakhir kali menjadi diri sendiri di depan orang yang ku sukai
Kali ini , aku ingin memberitahukan kepadamu bahwa memang tidak ada yang sepertimu
Dia yang sekarang menjadi kekasihku juga sangat jauh dari hal tentangmu
Aku bukan hanya sedang belajar mencintainya
Tapi aku sedang belajar bagaimana cara mempertahankan hubungan ini
Sifat cemburu ku memang masih sama seperti sebelum-sebelumnya
Tapi dia , tau bagaimana mengatasi sifat burukku itu ketika muncul
Ketika aku sedang menikmati hubungan ini ,
Ada beberapa orang di masalalu yang kembali menghampiri dan menyapa
Dan aku , sama sekali tidak bangga terhadap itu
Aku mulai belajar memasak , dan menjadi pribadi yang sangat rajin belakangan ini
Beberapa cara dalam gaya 'Berpacaran' dia mengajarkan sedikit banyak hal
Yang belum pernah ku dapatkan selama ini
Aku menyayanginya , ter-amat menyayanginya
Banyak hal dari dirinya yang membuat aku tidak lagi ingin kehilangan
Kehilangan sosok orang yang sudah terlanjur membuatku nyaman bersandar
Aku berharap tuhan mengirimkannya kepadaku bukan seperti layaknya senja
Yang sangat di nantikan kehadirannya namun hanya untuk beberapa saat
Lalu hilang kemudian , dan datang di waktu yang sama
Banyak yang mengharapkannya datang , tapi lagi-lagi pergi seenaknya
Tidak jarang aku tersenyum sendiri jika mengingat hal-hal yang sudah ku alami belakangan ini
sangat cepat peralihannya
Siapa yang harus bertanggung jawab atas perasaan ini?
Ya , diriku sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)

