Kamis, 13 Agustus 2015

Kebahagiaan, yang masih terhalang

Bebas....
Kebebasan seperti apa yg sudah ada? Kebebasan apa yang sudah saya dapatkan?
Apa yg saya lakukan, katanya sesuai hak dan keinginan saya sendiri
toh...selagi saya tidak menyakiti siapapun atas apa yg saya inginkan, setidaknya cukup di lihat saja
kalaupun tidak suka, ya tidak usah di lihat , jangan menghina hubungan kami. Jangan hancurkan cinta kasih kami.
Saat pengabaian, penghianatan , perselingkuhan , di tinggalkan tanpa pesan ,  dan semua rasa sakit lainnya sudah saya hadapi, dan kini saya telah sama-sama bahagia dengan seseorang tapi lagi-lagi banyak sesuatu yg ingin memisahkan kami,tapi kami masih saling mempertahankan.
Saya sempat membuat dinding tebal dan tertutup untuk siapapun agar tidak ada yg bisa masuk, bukan tidak ingin menerima tamu , tapi hanya tidak ingin tersakiti lagi dan lagi . Bukan trauma , tapi hanya ingin berintropeksi diri apa kesalahan dalam diri saya .
Sampai akhirnya dia yang berhasil menghancurkan dinding tebal yang selama ini saya bangun, dia dengan sopan masuk ke dalamnya dan mengajak saya keluar dari dunia asing yang saya buat sendiri.
Dia mengajak saya berpetualang ke segala arah , melihat sisi baik dunia yang telah membuat saya hancur.
Menngingatkan saya agar lebih dekat dengan tuhan saya sendiri , dia mengingatkan saya lagi bahwa tuhan saya sangat mencintai saya . Dia memberikan peralatan sholat lengkap dengan al-quran untuk saya baca , meski dia tau saya sangat menyukai novel. Dia tidak pernah membuat saya merasa kesepian lagi , karna memang saya memiliki Allah yang tidak pernah hilang dan meninggalkan saya sendiri.
Kesibukan demi kesibukan yang sama-sama kita jalani , tidak membuat kita merasa kehilangan satu sama lain , dia dan saya masih sering saling mengabari meski hanya lewat seluler .
Minggu , menjadi hari istimewa kami berdua untuk saling bertemu , karna saya selalu menunggunya di alun-alun kota saat dia selesai ibadah di gereja nya.