Sejak pertemuan dengan mbak maya yang sama sekali tidak terduga itu , membuat dyga semakin yakin kalau ardi benar-benar sudah tidak memperdulikannya , bahkan mengingatnya sajapun rasanya tidak .
Entah tuhan yang salah menulis skenario atau justru ini skenario terbaik dari tuhan untuk dyga .
Untuk hidupnya , untuk dirinya , bahkan untuk seluruh kisah hidupnya ke depan nanti .
1 tahun sudah terlewati , dengan tidak ada lagi tentang ardiyan , dan ardiyan ardiyan lainnya . Dyga dengan susah payah menjalankan hari-harinya tanpa ada lagi kisah romantis seperti remaja seusianya yang sibuk memposting kisah asmara ke sosial media . Dan dyga tidak melakukan hal itu , sesekali dyga masih memikirkan ardiyan , tentang kabarnya , tentang kesibukannya bahkan tentang siapa yang mengisi hatinya saat ini .
Dyga ingin sekali tau , apakah hati ardiyan sama sepinya seperti hati dyga , wanita yang juga memiliki kesibukan dengan temannya , namun tetap ada ruang kosong yang tergores dan berhasil ia tutupi dengan sendirinya . Meski dyga sadar , mencari tahu tentang kehidupan ardiyan hanya akan menyakiti hatinya , dan membongkar kembali goresan yang selama ini ia tutup rapih dan berusaha mengabaikannya . Tapi mengabaikan kerinduannya kepada ardiyan yang kian memuncak juga tidak segampang yang ia fikirkan .
Tuhan.... ardiyan mungkin tidak berbuat salah apa-apa , adan ardiyan mungkin tidak pernah memberikan harapan apapun kepada dyga , tapi jika hari itu , hari dimana engkau mempertemukan kami dengan skenario seindah itu , mungkin lebih baik tidak pernah terjadi .
7 hari kau membuat skenario indah , tapi hingga ratusan hari kau tidak menghentikan skenario penuh luka ini .
Hatiku yang tergores .. tolong bersabar untuk menyimpan luka .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar