Minggu, 28 Februari 2016

Dyga & Ardyan

Akhir-akhir ini wila sangat susah untuk Dyga hubungi, setelah terakhir mereka sedikit berdebat tentang ardyan . Dyga kira , wila hanya sibuk untuk mempersiapkan Ujian Nasional , tapi sebulan setelah selesai ujian , wila belum juga menghubungi dyga . Dyga dan wila memang berbeda tempat sekolah , namun janji persahabatn mereka untuk tetap berkomunikasi terus mereka jalankan , meski mereka sangat sering berbeda pendapat, tapi mereka taidak pernah lost contac lebih dari seminggu . Tapi sekarang 3 bulan lebih mereka tidak berkomunikasi .
     Setelah kelulusan di masa  putih abu-abu mereka, dyga belum juga berkomunikasi dengan wila , saat kelulusan dyga mendatangi sekolah wila , tapi setelah menanyakan keberadaan wila pada teman wila yang dyga juga kenal , mereka tidak mempunyai kabar tentang wila . Dyga dan teman lelakinya pergi untuk merayakan hari kelulusan mereka , meskipun dyga berada di tempat yang sangat ramai dengan tinta pilok yang mewarnai seragamnya ini , hati dyga ternyata sepi ... mungkin akan lebih menyenangkan jika wila ikut mencoret dan menandatangani seragamnya . Dyga memberi 2 ruang kosong di seragam sekolahnya , 1 untuk wila dan 1 lagi untuk ardyan .

     Setelah berdebat dengan kelurganya terutama sang mamah , akhirnya dyga di izinkan untuk melanjutkan kuliah di luar kota untuk mengambil ilmu komunikasi di salah satu Universitas swasta di jakarta . Karna tau hidup di jakarta tidaklah murah , dyga berencana untuk mengambil kelas karyawan . Dengan biaya hidup dan biaya kuliah yang tidak murah , dyga tidak ingin sekedar mejeng saja di jakarta . Karna berniat ingin mencari kerja juga , dyga sengaja datang ke jakarta 2 bulan sebelum masa perkuliahan untuk mencari lowongan kerja . Dyga tinggal dengan bibi fera , adik dari sang ibunda. Bibi fera memiliki 2 orang anak yaitu Fedi dan Liona , Feril jauh lebih tua 4 tahun di atas dyga dan Liona yang masih duduk di bangku akhir SMA . Karna usianya yang hanya berbeda 1 tahun dnegan Liona , dyga pun sangat akrab dengan Liona , juga dengan a Feril yang sudah berusia 22 tahun .

  "Cari kerja disini ngga mudah loh dek" kata a feril , saat dyga sedang mencari lowongan kerja dengan laptopnya .
  "Yaa namanya juga usaha a , gimana mau tau kalau belum di coba " jawab dyga
  "Iyasih kok lo sekarang jadi mandiri gini sih?" kata a feril
  "Emang gue dulu manja banget ya a ?" tanya dyga
  "Banget-banget-banget . udah SMP aja makan kudu di ambilin sama nyokap , terus lo ini ya doyan banget nangisin anak orang tapi ngga mau ngaku" kata aferil sambil teratwa
  "Ya ampun a , sekarang kan udah lulus SMA kali , udah mau masuk kuliah sambil mau cari kerja juga nih hehehe " jawab dyga sambil menahan malu atas tingkahnya dulu
  " Aa hayuk atuh berangkat sekarang " teriak Liona dari kamarnya , setelah suaranya yang terdengan liona pun keluar dari kamarnya , saat liona menuruni tangga , suaranya masih terus berteriak meski kakak lelakinya ini sudah terlihat
  "Mentang-mentang nggak ada bunda , main teriak wae ah kaya di hutan" jawab a feril
  "Ya ampun lio lupa kalo ada dyga , gapapa ya hehe" ucap liona
  "Nyantai aja , dirumah malah lebih berisik , liona sekolah lo gak libur emang?" tanya dyga
  "Libur nya udahan kemaren kan , sekarang masuk mau ngeberesin remedial hehe aa hayuu" jawab liona , sambil mengajak a feril untuk bergegas
  " iya bentar , cariin kaos kaki aa dulu de: kata a feril , sambil manyun liona pun mencari kaos kaki kakanya
  "A feril kerja? pulangnya jam?" tanya dyga sambil menshut-down laptopnya
  "Eh iya emang bunda belum bilang ya? bunda hari ini ke bandung ada acara apa gitu feril lupa , feril pulang jam 5 dari kantor , lio siang juga udah di rumah kok , lo gapapa ya dirumah sendirian? ngga takut kan?" jelas a feril
  "Ya ampun hari pertama numpang udah di tinggal aja , hmmm dyga ikutish nganter lio boleh ngga?" kata dyga berharap untuk di izinkan
   "Bukannya ngga boleh sih , sekolah liona kan emang satu arah sama kantor aa , tapi aa bisa telat kalau harus nganter lo pulang lagi de" kata feril
   "Ngga , gue ikut ke sekolah liona , nanti a feril bebas deh turunin dyga dimana , yang penting kasih tau aja nama tempatnya , dyga juga sekalian nih mau survei nyari kerjaan sekalian jalan-jalan boleh yaaa " kata dyga seikit memohon
  " yaudah tapi terus kabarin gue ya , lo ada dimana- dimananya , kalau bingung naik busway atau transjakarta nanya nya sama petugas jangan orang asing yang ga di kenal , terus kalau udah parah banget nyasarnya cari taxi langsung pulang ke rumah atau ke kator aa , nanti aa kasih tau alamatnya" kata feril , dengan panjang lebar menjelaskan .
   "Iya-iya iyaaaaaa " jawab dyga
  "Nih a , ayuuuk ah ntar kesiangan belum macetnya" kata liona sambil memberi kaos kaki kepada kakanya
   "Tunggu ya 5 menit aja , gue cuma mau taro laptop sama ambil hp,dompet,bedak" kata dyga kepada liona
   "Emang dyga mau kemana a ? " tanya liona
   "Dia mau ikut , sekalian jalan-jalan katanya , eh iya kartu busway lo mana de? nanti kasiin dyga ya sama lo kasih tau dyga aja rute naik busway atau transjakarta" kata a feril
   "yaelah a , dyga bukan anak kecil kalii.." kata liona
  "lioo dyga kan baru 1 hari disini , nanti masuk kuliah aja belum udah masuk kantor polisi aja , anak hilang kan bahaya" kata a feril
  "Enak aja , gue kan ngga pemalu dan di hp kan ada google maps , hayuk ah kita cabut" kata dyga sedikit berlari .

Yatuhan... berilah hambamu ini kemudahan dalm mencari ilmu dan mencari rizkimu , berikan hamba kesibukan untuk melupakan seseorang yang mungkin sudah lupa dengan nama hamba... amin.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar