Minggu, 27 Desember 2015

Dyga & Ardiyan

Mungkin sejak saat itu kehidupan Dyga bener-bener berubah.
Ardiyan udah lulus dan Dyga sekarang berada di puncak masa-masa SMA nya . Ardiyan dan Dyga sekarang beda kota , karna Ardiyan yang harus keluar kota buat ngelanjutin kuliah ya sepertinya kisah mereka emang standar-standar aja kayak di FTV tapi semoga aja sih endingnya bahagia juga.

Satu bulan.. Dua bulan.. Ardiyan masih sering komunikasi ke Dyga , Dyga juga gak jarang untuk main ke rumah Ardiyan kalo pas pulang sekolah. Oiyah Ardiyan punya kakak namanya Maya dan dia udah berkeluarga tapi tempat tinggalnya ngga jauh dari rumah Ardiyan cuma beda blok aja tapi Ciara sering di rumah ardiyan kalau siang karna mbak maya kerja dan suaminya pun bekerja, ciara di titip ke baby sisternya. Dulu Dyga sering di ajak Ardiyan untuk kerumahnya dulu kalau mau berangkat main. Dan Mbak Maya punya anak namanya Ciara biasa di panggil Cici , umurnya 6 tahun dan dia penyandang disabilitas fisik , tunawicara dan yah dia bisu. Ciara nggak terlahir bisu gitu aja , dia bisu karna kecelakaan waktu umurnya 4 tahun kata mbak maya, ciara dulu hobby banget nyanyi. Setiap Dyga ke rumah Ardiyan , selalu ada ciara yang sangat periang meskipun musibah yang nimpa anak seusia dia ini bukan hal yang mudah.

Sampai masuk ke bulan yang ke 3 , Ardiyan mulai jarang menghubungi Dyga , kadang telfonnya mati dan sosial media nya pun jarang aktif. Sampai di bulan yang 6 Dyga dapet kiriman foto lewat akun Line dari temennya , disitu terlihat foto Ardiyan dan 3 laki-laki lainnya juga 2 perempuan terlihat sedang duduk di perpustakaan masing-masing memegang buku dan posisi salah satu perempuan itu memeluk Ardiyan dari belakang. Deg....... pertanyaan pun mulai terlontarkan dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?

Rasanya sejak melihat foto itu Dyga semakin yakin bahwa ardiyan sudah melupakannya , tapi apakah secepat ini . Dyga sedang asyik membaca history chat nya dengan ardiyan di Hp nya dan dengan musik soundtrack mereka berdua. Tapi seseorang membuka pintu kamarnya tanpa permisi dan betapa terkejutnya dyga ternyata itu Ciara , yang sudah melompat ke arahnya dan di belakang Ciara ada wanita tercantik yang ia kenal , ya Mamah .     "Ada mbak maya tuh di luar dy , dari tadi mamah panggilin kamu ngga denger?" Tanya mamah dengan lembut dan menyuruhku untuk keluar dari zona khayal nyaman ku .
Ciara berbicara kepadaku dengan bahasa isyaratnya yang aku mengerti sedikit demi sedikit "Kakak ko jarang kerumah? Banyak tugas?" pertanyaan dari Ciara     "Iya nih kakak banyak tugas ci, maaf yah cici sehat?" tanya dyga lagi tapi Cici ternyata lupa membawa kalung kertasnya dan Dyga pun langsung membuka lacinya dan memberi Cici Note baru , cici langsung mencium note nya dan mencium dyga juga       "Cici kangen ka dyga" tulisnya          "Maaf udah bikin kamu kangen aku sayang" kata dyga lalu memeluk cici .

Air putih sudah terisi penuh di dalam gelas, juga di temani beberapa makanan ringan yang sudah mamah sediakan untuk tamu istimewa, mbak maya dan ciara . Setelah mengobrol dengan mbak maya seputar kegiatanku di sekolah sambil bercanda dengan cici yang pamer baru saja mendapatkan note baru dari dyga , ucapan mbak maya membuat pertanyaanku bertambah       "Ardi kesini dyg? Udah 2 minggu yang lalu dia pulang kesini padahal, kamu kok gak kerumah-rumah si cici nih nanyain terus-terusan kalian berantem?"  ucap mbak maya membuat jantung dyga semakin cepat berdegup. Sedih , kesal, emosi dan pertanyaan pun terlontar lagi dalam benaknya tentang : apakah diri ini sudah tergantikan di hatinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar