V
Iren masih dengan bayangan adit yang sekarang
tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya lagi dengan kata ‘Maaf’ yang ternyata
tidak bisa membuat segala pertanyaan iren selama bertahun-tahun ini terjawab .
Dalam lubuk hatinya dia merindukan sosok Randy , mengkhawatirkan keadaan dan
perasaannya karna pertemuannya sekarang .
“ Mba .. ada tamu diluar “ Kata Pak Ali OB di kantor
iren yang tiba-tiba saja membuat iren sedikit terkaget
“ Kata mba Ella tadi udah nelfon kesini tapi ngga
ada jawaban jadi saya sekalian kasih tau mba” kata pa kali lagi
“ Siapa ya pak ? “ Tanya iren dan ternyata pa kali
tidak tau siapa tamu nya
“ Mba renata ada di ruangannya? “ Tanya iren lagi
“ Ada mba , tadi saya baru aja anter makan siang ke
mba renata” kata pa kali , iren pun berterimakasih dan pak ali langsung
meninggalkan ruangan iren . Iren pun menelfon sang Receptionist Salsa namanya .
Dan saat mengetahui tamu yang mencari iren bernama adit , irenpun sudah pasti
tau adit yang mana .
Ternyata adit datang ke kantor iren ingin mengembalikan
telfon genggam iren yang tertinggal . Iren enggan menemui adit , iren pun
meminta tolong pada salsa agar adit menitipkannya saja pada ella . Ya iren
menghindari adit kali ini .
Iren memeriksa seluruh notifikasi yang ada di HP nya
. Tidak ada notifikasi dari Randy sama sekali , apa ini pertanda Randy sangat
marah atas keputusan iren datang ke acara reuni kemarin mungkin .
Ternyata adit belum juga meninggalkan kantor iren ,
adit masih tetap menunggu iren di kantornya .
“ Maaf mba , tapi dia yang maksa untuk tetep nunggu
mba disini “ Ucap salsa , saat mata iren tertuju pada wanita itu . Mendengar
penjelasan ella , iren pun langsung mengalihkan pandangannya kepada adit .
“Lo ngga ada kerjaan lain seharian disini ? ada
apa?” ucap iren mendekati adit
“Aku anter kamu pulang ya “ kata adit dengan senyum
sumringah , yatuhan ucapan ini seharusnya iren dengan beberapa tahun lalu . Selama bertahun-tahun iren sangat ingin
sekali berhadapan dengan wajah di depannya ini , dan mendengar segala ucapan
pria ini kepada iren , tapi rasanya apa ini belum terlambat ? piker iren dalam hati .
“ Iren , tadi randy telfon gue katanya ..” Ucap
Renata sedikit berteriak karna dia baru saja menuruni tangga , dan tidak
menyadari ada pria lain yang sedang berada di depan iren
“ Eh , e… iren “ kata mba renata tertahan
“ Ini adit mba … temen lama gue “ kata iren
mengenalkan adit , pria yang beberapa jam lalu iren ceritakan kepada renata .
Renata pun menujukan pandangannya kepada adit . Iren pun mendekati renata .
“ Mba gue pulang sama dia ya , tapi tolong kalau
randy ngehubungin mba dan nanyain gue , mba jangan ceritain ini dulu , biar gue
yang ceritain sama dia , gue janji “ kata iren tanpa berbisik , renata pun
tersenyum pertanda menyetujuinya .
Adit mengajak iren untuk berjalan-jalan , entah
kemana tujuannya iren hanya diam duduk di samping adit . Sementara adit
menyetir dengan memutarkan berbagai lagu dan sedikit bercerita tentang sang
penyanyi atau arti dari lagu-lagu itu . Sementara iren tidak mengeluarkan
sedikit katapun .
“ Kita nonton ya “ Ucap adit di sela-sela ceritanya
itu
“ Kita? “ jawab iren
“ Mmmm kamu masih suka nonton kan?” Tanya adit
“Saya masih suka nonton , tapi saya ngga tau kalau
nonton sama kamu lagi sekarang apa masih sama rasanya , kaya dulu ?” ucap iren
dana dit hanya terdiam mendengar jawabn iren .
“ Saya lapar , kita cari makan aja “ kata iren ,
dana dit pun tersenyum . Adit membawa
iren ke tempat makan yang dulu sering mereka kujungi yaitu Waroeng Zantai .
Iren selama
ini sangat menghindari rumah makan ini , setiap kali ada yang mengajaknya
kesini iren selalu menolaknya dengan alas an dia tidak suka makanan disini .
Padahal sangat terbalik dengan kenyataannya .
“ Tempatnya masih ada ya , tapi tata ruangnya udah
gak sama kaya dulu “ kata adit , lalu merekapun memesan makanan nya
masing-masing . Mereka menyantap makanan mereka masing-masing , berbeda dengan
suasana di mobil , kali ini iren menyimak seluruh cerita yang adit sampaikan ,
bahkan tak jarang mereka tertawa bersama .
Suasana sudah mulai mencair , dan
sepertinya iren sudah bisa menerima keadaan adit sekarang .
Selesai makan , iren dan adit pun berjalan-jalan
mereka pergi ke mall , tidak iren tetap menolak untun nonton film bersama adit
, iren justru mengajak adit pergi ke tempat permainan .
Hari demi hari berganti , iren ternyata merindukan
Randi dan mencoba untuk menelfonnya tapi randy tidak menjawabnya . Iren harus menemui
randy .
“ Hai “ sapa seseorang yang akhir-akhir ini rajin
mengunjunginya
“ Adit ..” ucap iren menyapa lelaki itu , iren pun
pergi dengan adit , lagi ..
Ternyata ada seseorang
yang memerhatikan pertemuan mereka kali ini , sosok ini menyaksikan iren sangat
akrab dengan pria di depannya , sosok ini adalah randy .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar