Senin, 22 Agustus 2016

Ya , Aku Mencintaimu #5

V


Iren masih dengan bayangan adit yang sekarang tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya lagi dengan kata ‘Maaf’ yang ternyata tidak bisa membuat segala pertanyaan iren selama bertahun-tahun ini terjawab . Dalam lubuk hatinya dia merindukan sosok Randy , mengkhawatirkan keadaan dan perasaannya karna pertemuannya sekarang .
     “ Mba .. ada tamu diluar “ Kata Pak Ali OB di kantor iren yang tiba-tiba saja membuat iren sedikit terkaget
     “ Kata mba Ella tadi udah nelfon kesini tapi ngga ada jawaban jadi saya sekalian kasih tau mba” kata pa kali lagi
     “ Siapa ya pak ? “ Tanya iren dan ternyata pa kali tidak tau siapa tamu nya
     “ Mba renata ada di ruangannya? “ Tanya iren lagi
     “ Ada mba , tadi saya baru aja anter makan siang ke mba renata” kata pa kali , iren pun berterimakasih dan pak ali langsung meninggalkan ruangan iren . Iren pun menelfon sang Receptionist Salsa namanya . Dan saat mengetahui tamu yang mencari iren bernama adit , irenpun sudah pasti tau adit yang mana .

Ternyata adit datang ke kantor iren ingin mengembalikan telfon genggam iren yang tertinggal . Iren enggan menemui adit , iren pun meminta tolong pada salsa agar adit menitipkannya saja pada ella . Ya iren menghindari adit kali ini .

Iren memeriksa seluruh notifikasi yang ada di HP nya . Tidak ada notifikasi dari Randy sama sekali , apa ini pertanda Randy sangat marah atas keputusan iren datang ke acara reuni kemarin mungkin .
Ternyata adit belum juga meninggalkan kantor iren , adit masih tetap menunggu iren di kantornya .

     “ Maaf mba , tapi dia yang maksa untuk tetep nunggu mba disini “ Ucap salsa , saat mata iren tertuju pada wanita itu . Mendengar penjelasan ella , iren pun langsung mengalihkan pandangannya kepada adit .
     “Lo ngga ada kerjaan lain seharian disini ? ada apa?” ucap iren mendekati adit
     “Aku anter kamu pulang ya “ kata adit dengan senyum sumringah , yatuhan ucapan ini seharusnya iren dengan beberapa tahun lalu . Selama bertahun-tahun iren sangat ingin sekali berhadapan dengan wajah di depannya ini , dan mendengar segala ucapan pria ini kepada iren , tapi rasanya apa ini belum terlambat ?  piker iren dalam hati .
     “ Iren , tadi randy telfon gue katanya ..” Ucap Renata sedikit berteriak karna dia baru saja menuruni tangga , dan tidak menyadari ada pria lain yang sedang berada di depan iren
     “ Eh , e… iren “ kata mba renata tertahan
     “ Ini adit mba … temen lama gue “ kata iren mengenalkan adit , pria yang beberapa jam lalu iren ceritakan kepada renata . Renata pun menujukan pandangannya kepada adit . Iren pun mendekati renata .

     “ Mba gue pulang sama dia ya , tapi tolong kalau randy ngehubungin mba dan nanyain gue , mba jangan ceritain ini dulu , biar gue yang ceritain sama dia , gue janji “ kata iren tanpa berbisik , renata pun tersenyum pertanda menyetujuinya .

Adit mengajak iren untuk berjalan-jalan , entah kemana tujuannya iren hanya diam duduk di samping adit . Sementara adit menyetir dengan memutarkan berbagai lagu dan sedikit bercerita tentang sang penyanyi atau arti dari lagu-lagu itu . Sementara iren tidak mengeluarkan sedikit katapun .

     “ Kita nonton ya “ Ucap adit di sela-sela ceritanya itu
     “ Kita? “ jawab iren
     “ Mmmm kamu masih suka nonton kan?” Tanya adit
     “Saya masih suka nonton , tapi saya ngga tau kalau nonton sama kamu lagi sekarang apa masih sama rasanya , kaya dulu ?” ucap iren dana dit hanya terdiam mendengar jawabn iren .
     “ Saya lapar , kita cari makan aja “ kata iren , dana dit pun  tersenyum . Adit membawa iren ke tempat makan yang dulu sering mereka kujungi yaitu Waroeng Zantai  . 
Iren selama ini sangat menghindari rumah makan ini , setiap kali ada yang mengajaknya kesini iren selalu menolaknya dengan alas an dia tidak suka makanan disini . Padahal sangat terbalik dengan kenyataannya .

     “ Tempatnya masih ada ya , tapi tata ruangnya udah gak sama kaya dulu “ kata adit , lalu merekapun memesan makanan nya masing-masing . Mereka menyantap makanan mereka masing-masing , berbeda dengan suasana di mobil , kali ini iren menyimak seluruh cerita yang adit sampaikan , bahkan tak jarang mereka tertawa bersama . 

Suasana sudah mulai mencair , dan sepertinya iren sudah bisa menerima keadaan adit sekarang .
Selesai makan , iren dan adit pun berjalan-jalan mereka pergi ke mall , tidak iren tetap menolak untun nonton film bersama adit , iren justru mengajak adit pergi ke tempat permainan . 
Hari demi hari berganti , iren ternyata merindukan Randi dan mencoba untuk menelfonnya tapi randy tidak menjawabnya . Iren harus menemui randy .

     “ Hai “ sapa seseorang yang akhir-akhir ini rajin mengunjunginya
     “ Adit ..” ucap iren menyapa lelaki itu , iren pun pergi dengan adit , lagi ..

Ternyata ada seseorang yang memerhatikan pertemuan mereka kali ini , sosok ini menyaksikan iren sangat akrab dengan pria di depannya , sosok ini adalah randy .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar