Senin, 22 Agustus 2016

Ya , Aku Mencintaimu #3

III


Malam reuni akbar pun tiba , seluruh tamu undangan sudah memenuhi tempat yang sudah di sediakan . Orang-orang yang hadirpun mulai berkelompok , temu kangen dengan teman perjuangan semasa sekolah dulu . Kakak kelas yang dulu terlihat horror saat adik kelas lewat , kini semuanya terlihat sama dan berbaur bersama , mengenang masalalu sambil tertawa lepas . Ada juga yang tampil bernyanyi mengisi acara , dan yang pasti pemburu makanan serta bergossip .

Iren pun menjadi salah satu di antara mereka yang sedang bernostalgia di acara reuni akbar ini , dengan gaun tosca yang sangat indah serta hills tosca nya yang melengkapi nya malam ini . Iren datang seorang diri . Wila sahabat iren tau kenapa randy tidak ikut , bahkan wila tau semua kejadian di pantai yang lalu , dan wila tidak begitu saja menyalahkan sahabatnya meski wila merasa kasihan kepada randy dan sangat geram kepada adit . Iren terlihat sama bahagianya dengan yang lain yang menghadiri acara ini , meski sesungguhnya iren sedang dilanda perasaan yang seharusnya tidak perlu lagi ia rasakan .

     “ Wila dimana yon ? “ tanya iren saat melihat leon sedang mengobrol seru dengan sekumpulan lelaki lainnya yang ada beberapa iren tidak kenal
     “ Dia lagi ke mobil , hp nya ketinggalan ren bentar doang paling “ jawab leon
     “ Ow gitu , nanti kalo dia udah balik kasih tau dia ya gue kesana “ kata iren sambil menunjuk ke arah teman-temannya yang lain .

Setelah wila mengambil HP nya yang ada di mobil wila langsung kembali ke dalam dan ingin melanjutkan lagi pestanya dengan yang lain mala mini sampai akhirnya wila melihat sosok yang selama ini di cari oleh sahabatnya . Dan wila pun menghampiri pria itu yang baru saja kleuar dari gedung samping , karna acara mereka berada di taman salah satu hotel di kota cilegon .

     “ Ternyata lo masih hidup ? “ Ucap wila sambil menahan lengan pria berjas coklat itu
     “ Lo ? wila kan ? “ Jawab lelaki berambut hitam lebat dan rapih
     “ Gue ngga masalah lo lupa atau ngga sama gue , tapi lo gila kalo lo juga lupa sama sahabat gue” ucap wila
     “ Dia dateng ke acara ini juga ? “ Tanya lelaki itu , entah dia berkespresi bahagia atau justru tidak mengharapkan kehadiran iren .
     “ Dia dimana ? “ Tanya lelaki itu lagi , belum sempat wila menjawab pertanyaan lelaki itu , lelaki itu langsung buru-buru meninggalkan wila dan langsung menuju ke taman wila pun setengah berlari mengejar lelaki itu . Banyak sekali orang yang menghadiri acara reuni akbar malam ini , lelaki tadi terlihat menghampiri teman-temannya yang sudah berada sedari tadi di banding dia dan terlihat juga menanyakan sesuatu .
     “ Iren ….. “ Teriak lelaki itu , dan wanita yang di panggilnya pun langsung menoleh ke arahnya .

Rasanya jantungku sangat cepat dan berdetak tidak sewajarnya saat suara itu memanggil namaku lagi , setelah 7 tahun lebih dia menghilang . Ini bukan pertama kalinya aku melihat dia lagi , karna pertemuan pertama kita seharusnya sudah dari bulan yang lalu saat di bengkel , tapi aku tidak mempunya kekuatan untuk melihatnya dari dekat waktu itu . 
Pria yang selama 7 tahun lebih ini aku cari akhirnya memanggil namaku lagi dan berdiri di depanku . 

Entah jawaban bagaimana yang seharusnya keluar dari bibir ini saat dia memanggil namaku lagi . Banyak pasang mata yang memperhatikan pertemuan ku dengannya kali ini , begitupun sahabatku Wila dan suaminya . Sebisa mungkin aku bersikap biasa saja untuk mejawab sapaan lelaki ini , dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk ‘Baik-Baik Saja’ .

     “ Hay “ Jawab iren sedikit menyunggingkan senyumnya , sebenarnya yang ingin iren lakukan adalah berlari dan memeluknya saat dia memanggil nama iren .  
Iren mencoba untuk tetap berdekatan dnegan yang lainnya dan mencoba mengabaikan kehadiran adit disini . Meski adit sesekali menatap ke arahnya dan mengisyaratkan untu mengobrol berdua saja . Acara reuni akbar ini pun akhirnya selesai ,
Acara ini memang sampai larut malam . Wila menghampiri iren dan memeluknya
     “ Are you okay ? “ Ucap wila , iren memang berusaha untuk terlihat baik-baik saja sepanjang acara ini sejak bertemu adit , tapi wila tau keadaan iren tidak bisa di kategorikan baik-baik saja dan di sisi lain wila takut iren meninggalkan randy dan melanjutkan hubungannya dengan lelaki yang sudah membiarkanyya lebih dari 7 tahun ini . Iren pun tersenyum kepada wila dan juga leon . Tiba-tiba saja adit menghampiri mereka .

     “ Iren , gue anter pulang ya “ kata adit , wila tau iren tidak akan menjawab iya ataupun tidak karna iren saat ini tidak tau apa yang harus di lakukannya .
     “ Yaudah kalo gitu kita duluan ya , ren kabarin gue kalo udah sampe rumah , dan lo gak usah bertingkah macem-macem lagi !” ucap wila lalu mengajak suaminya untuk meninggalkan mereka berdua .
Leon tidak habis pikir mengapa istrinya ini justru membiarkan iren pulang bersama lelaki itu , bagaimana dengan randy nantinya ? Kalau saja iren memilih melanjutkan hubungannya dengan pria yang sempat meninggalkannya itu .


     “ Ini bukan urusan kita mas , semuanya tergantung sama pilihan iren sendiri , adit beruntung kalau iren memilih untuk ninggalin randy “ Ucap wila lalu mengajak suaminya untuk pulang kerumah mereka , sepanjang jalan wila memperhatikan HP nya berharap iren mengiriminya pesan , apapun itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar