III
Malam reuni akbar pun tiba , seluruh tamu
undangan sudah memenuhi tempat yang sudah di sediakan . Orang-orang yang
hadirpun mulai berkelompok , temu kangen dengan teman perjuangan semasa sekolah
dulu . Kakak kelas yang dulu terlihat horror saat adik kelas lewat , kini
semuanya terlihat sama dan berbaur bersama , mengenang masalalu sambil tertawa
lepas . Ada juga yang tampil bernyanyi mengisi acara , dan yang pasti pemburu
makanan serta bergossip .
Iren pun menjadi salah satu di antara
mereka yang sedang bernostalgia di acara reuni akbar ini , dengan gaun tosca
yang sangat indah serta hills tosca nya yang melengkapi nya malam ini . Iren
datang seorang diri . Wila sahabat iren tau kenapa randy tidak ikut , bahkan
wila tau semua kejadian di pantai yang lalu , dan wila tidak begitu saja
menyalahkan sahabatnya meski wila merasa kasihan kepada randy dan sangat geram
kepada adit . Iren terlihat sama bahagianya dengan yang lain yang menghadiri
acara ini , meski sesungguhnya iren sedang dilanda perasaan yang seharusnya
tidak perlu lagi ia rasakan .
“ Wila dimana yon ? “ tanya iren saat
melihat leon sedang mengobrol seru dengan sekumpulan lelaki lainnya yang ada
beberapa iren tidak kenal
“ Dia lagi ke mobil , hp nya ketinggalan
ren bentar doang paling “ jawab leon
“ Ow gitu , nanti kalo dia udah balik
kasih tau dia ya gue kesana “ kata iren sambil menunjuk ke arah teman-temannya
yang lain .
Setelah wila mengambil HP nya yang ada di
mobil wila langsung kembali ke dalam dan ingin melanjutkan lagi pestanya dengan
yang lain mala mini sampai akhirnya wila melihat sosok yang selama ini di cari
oleh sahabatnya . Dan wila pun menghampiri pria itu yang baru saja kleuar dari
gedung samping , karna acara mereka berada di taman salah satu hotel di kota
cilegon .
“ Ternyata lo masih hidup ? “ Ucap wila
sambil menahan lengan pria berjas coklat itu
“ Lo ? wila kan ? “ Jawab lelaki berambut
hitam lebat dan rapih
“ Gue ngga masalah lo lupa atau ngga sama
gue , tapi lo gila kalo lo juga lupa sama sahabat gue” ucap wila
“ Dia dateng ke acara ini juga ? “ Tanya
lelaki itu , entah dia berkespresi bahagia atau justru tidak mengharapkan
kehadiran iren .
“ Dia dimana ? “ Tanya lelaki itu lagi ,
belum sempat wila menjawab pertanyaan lelaki itu , lelaki itu langsung
buru-buru meninggalkan wila dan langsung menuju ke taman wila pun setengah
berlari mengejar lelaki itu . Banyak sekali orang yang menghadiri acara reuni
akbar malam ini , lelaki tadi terlihat menghampiri teman-temannya yang sudah
berada sedari tadi di banding dia dan terlihat juga menanyakan sesuatu .
“ Iren ….. “ Teriak lelaki itu , dan
wanita yang di panggilnya pun langsung menoleh ke arahnya .
Rasanya jantungku sangat cepat dan
berdetak tidak sewajarnya saat suara itu memanggil namaku lagi , setelah 7
tahun lebih dia menghilang . Ini bukan pertama kalinya aku melihat dia lagi ,
karna pertemuan pertama kita seharusnya sudah dari bulan yang lalu saat di
bengkel , tapi aku tidak mempunya kekuatan untuk melihatnya dari dekat waktu
itu .
Pria yang selama 7 tahun lebih ini aku cari akhirnya memanggil namaku
lagi dan berdiri di depanku .
Entah jawaban bagaimana yang seharusnya keluar
dari bibir ini saat dia memanggil namaku lagi . Banyak pasang mata yang
memperhatikan pertemuan ku dengannya kali ini , begitupun sahabatku Wila dan
suaminya . Sebisa mungkin aku bersikap biasa saja untuk mejawab sapaan lelaki
ini , dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk ‘Baik-Baik Saja’ .
“ Hay “ Jawab iren sedikit menyunggingkan
senyumnya , sebenarnya yang ingin iren lakukan adalah berlari dan memeluknya
saat dia memanggil nama iren .
Iren
mencoba untuk tetap berdekatan dnegan yang lainnya dan mencoba mengabaikan
kehadiran adit disini . Meski adit sesekali menatap ke arahnya dan
mengisyaratkan untu mengobrol berdua saja . Acara reuni akbar ini pun akhirnya
selesai ,
Acara ini memang sampai larut malam . Wila menghampiri iren dan
memeluknya
“ Are you okay ? “ Ucap wila , iren memang
berusaha untuk terlihat baik-baik saja sepanjang acara ini sejak bertemu adit ,
tapi wila tau keadaan iren tidak bisa di kategorikan baik-baik saja dan di sisi
lain wila takut iren meninggalkan randy dan melanjutkan hubungannya dengan
lelaki yang sudah membiarkanyya lebih dari 7 tahun ini . Iren pun tersenyum
kepada wila dan juga leon . Tiba-tiba saja adit menghampiri mereka .
“ Iren , gue anter pulang ya “ kata adit ,
wila tau iren tidak akan menjawab iya ataupun tidak karna iren saat ini tidak
tau apa yang harus di lakukannya .
“ Yaudah kalo gitu kita duluan ya , ren
kabarin gue kalo udah sampe rumah , dan lo gak usah bertingkah macem-macem lagi
!” ucap wila lalu mengajak suaminya untuk meninggalkan mereka berdua .
Leon tidak habis pikir mengapa istrinya
ini justru membiarkan iren pulang bersama lelaki itu , bagaimana dengan randy
nantinya ? Kalau saja iren memilih melanjutkan hubungannya dengan pria yang
sempat meninggalkannya itu .
“ Ini bukan urusan kita mas , semuanya
tergantung sama pilihan iren sendiri , adit beruntung kalau iren memilih untuk
ninggalin randy “ Ucap wila lalu mengajak suaminya untuk pulang kerumah mereka
, sepanjang jalan wila memperhatikan HP nya berharap iren mengiriminya pesan ,
apapun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar