IV
“ Kamu apakabar ? “ Ucap adit saat mereka
sudah berada di dalam mobilnya
“ Apa Cuma itu pertanyaan basi kamu ?
setelah 7 tahun tanpa kabar ? “ Jawab iren , dan adit tidak memberikan jawaban
apapun selain menatap iren . Adit terlihat seperti mencarsi sesuatu di mobilnya.
“ Kenapa kita kesini ? kamu bilang mau
anter saya pulang tau gitu tadi saya naik taksi “ ucap iren saat adit menepikan
mobilnya di pinggir jalan .
“ Kita mampir ke angkringan dulu sebentar
ya” jawab adit
“ Ini udah jam 2 malem “ jawab iren
“ Sebentar aja , aku masih mau ngobrol banyak sama kamu , aku
pasti anterin kamu pulang , lagian jam segini udah ngga ada taksi yang lewat “
Kata adit lalu turun dari mobilnya . Iren tidak tau , caranya menerima ajakan
adit ini akan berujung pada penyesalan atau tidak . Bertahun-tahun dia berharap
bertemu dengan pria ini , dan apakah ini saatnya ? Adit pun memesan minuman hangat untuknya
dan juga iren .
“ Aku baik-baik aja kok , kamu gimana ? “
ucap adit saat iren duduk di depannya
“ Kenapa kamu duduk disitu , sini duduk
disini “ ucap adit sambil memegang kursi plastic di sebelahnya .
“ Kenapa kamu tiba-tiba jadi sok akrab
gini ? “ Ucap iren
“ Kita emang akrab Dari dulu kan ? “ kata
adit menjawab dengan pertanyaan lagi
Iren tidak tau apakah adit lupa tentang
kejadian 8 tahun yang lalu , dimana adit meninggalkan iren tanpa pesan
bertahun-tahun tanpa memutuskannya .
Bahkan adit menyuruh iren untuk menunggu
dia kembali , sampai di tahun ke 6 iren bertemu adit dan adit melewatinya
begitu saja tanpa menyapanya bahkan seperti tidak mengingat siapa wanita yang
berada di depannya ini .
“ Aku minta maaf ren “ Ucap adit tiba-tiba
saat mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa perbincangan apa-apa lagi .
“ Saya ngga tau bisa maafin kamu atau
engga , setelah bertahun-tahun kamu tinggalin saya dan seenaknya nyuruh saya
untuk menunggu kamu , dan begonya saya ngga bisa untuk ga nunggu kamu dit ,
kamu tau berapa banyak yang saya lewatin tanpa kamu ? kamu tau segimana
susahnya saya nahan rindu untuk ketemu kamu , untuk cerita hal-hal sepele yang
biasanya kita saling cerita dit , kamu ngga tau segimana tersiksanya saya
sebelum …” kata iren dan adit pun memegang tangan iren sambil terus meminta
maaf , tapi iren tidak bisa menahan tangisnya .
“ Anter saya pulang sekarang “ kata iren
menatap adit dengan tatapan tajam , rasanya mata yang saat ini iren nantikan
untuk di tatapnya terasa kosong ,
tidak ada penjelasan apapun yang bisa
membayar rasa menyiksa selama bertahun-tahun iren rasakan .
Selama di perjalanan iren dan adit tidak
berbicara apapun , mereka hanya berdiam di dalam mobil tanpa suara apapun .
Sesampainya dirumah iren , dia tidak langsung turun dari mobil adit .
“ Saya nggatau yang saya rasain sekarang
saat ketemu sama kamu ini bahagia atau justru menambah kesakitan saya , saya
nggatau apa motif kamu dateng lagi di depan saya dan menyapa saya seolah kamu
ngga pernah ninggalin luka disini “ Ucap iren sambil meletakkan tangannya di
dadanya , pertanda rasa sakit yang adit tinggalkan masih membekas .
“ Iren “ Ucap adit sambil menarik tangan
iren dan memaksanya untuk melihat ke arahnya , iren pun melihat lagi sosok
lelaki yang pernah meninggalkannya ini . Adit pun memeluk iren begitu juga
dengan iren yang memeluk adit dengan erat masih sambil menangis .
“ Ngga perlu “ ucap iren saat adit hendak
menghapus air matanya
“ Saya udah terbiasa untuk ngapus air mata
saya sendiri “ Ucap iren , lalu turun dari mobil adit dan sedikit berlari ke
dalam rumahnya . Rupanya saat iren memasuki rumahnya ada yang tiba-tiba keluar
dari rumah iren dan mendekati mobil adit . Sadar ada seseorang yang
memperhatikannya adit pun turun dari mobil dan menghampiri seseorang itu .
“ Tante …” Ucap adit kepada wanita yang
saudah berdiri di samping mobilnya itu
“ Maaf tante , saya antar iren kemaleman “
kata adit
“ Saya tau , terimakasih ya dit “ ucap
wanita itu yang ternyata ibunda iren dan apa tadi ? ibunda iren masih hafal
nama lelaki ini . Setelah adit pergi , wanita ini pun segera menemui anaknya di
kamarnya , iren yang ternyata sedang menangis di dalam kamarnya pun langsung di
peluknya .
Setelah
pertemuannya dengan adit yang ternyata masih belum rasanya masalah di antara
mereka selesai iren masih tidak tau apa yang akan dia lakukan dan iren masih
tidak tau atas dasar apa adit kembali di hadapannya .
“ Kamu yakin hari ini masuk kerja ? “
Tanya ibunda iren saat iren sedang bersiap-siap di kamarnya
“ Yakin ko mah hari ini aku bareng mba
renata, mah liat HP iren ngga ? “ jawab iren dan baru menyadari HP nya tidak
ada di tasnya
“ Mamah ngga liat , coba kamu cari
pelan-pelan dulu “ kata ibunda iren
“ Ngga ada mah , hari ini ada talkshow dan
pertanyaannya ada di HP semua mah “ ucap iren sambil masih mencari keberadaan
HP nya
“ Yah udah jam segini lagi , mah kalo
nanti liat HP iren tolong kabarin ke kantor ya , iren berangkat “ kata iren
sambil mencium tangan dan juga pipi ibundanya .
“Iren , are you okay? “ Tanya sang mamah
yang sadar betul bahwa anaknya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja ,
terlihat dari wajahnya yang menyisakan bengkak karna semalaman menangis di
dalam kamarnya , Iren yang di tanyapun tersenyum kepada wanita yang
melahirkannya itu .
************************************************************************
Lelaki itu lagi-lagi menghapus message
yang sudah dia ketik berulang kali , niat untuk mengirim kepada nomor yang
sudah tercantum tapi berkali-kali ia batalkan . Sudah sejak bebrapa hari yang
lalu ia mengunjungi profile dari berbagai social media milik kekasihnya , yang
entah saat ini masih atau tidak ya lelaki ini adalah Randy .
Tidak ada update
terbaru dari akun yang tadi dia kunjungi .
Pernikahannya tinggal hitungan minggu lagi
, tapi sang calon pengantin wanita sedang mengalami dilemma untuk melaju ke
pelaminan bersama lelaki ini atau justru mundur untuk melanjutkan kisahnya
dengan masalalunya .
“ Undangan kalian udah di sebarin bukan ?
“ Ucap seorang wanita dengan nada emosi tiba-tiba masuk ke ruangan kerja Randy
.
“ Belum semua kok “ Ucap Randy santai
“ Belum semua lo bilang ? ya tapikan
kebanyakan undangan udah kalian sebar , persiapan kalian udah 85% Randy!!!
Kenapa lo biarin dia untuk ketemu sih “ Ucap wanita yang ternyata bernama Niken
itu
“ Kalo yang 15% nya belum adakan berarti
gagal “ Jawab Randy , Raut wajah Niken kebingungan melihat ekspresi bos
sekaligus sahabatnya ini dengan begitu santai
“ Kalian ini , pernikahan itu bukan
main-main . Dan kalo sampe gagal …. Yang nanggung malu bukan Cuma kalian
berdua! “ Ucap Niken masih dengan nada emosinya tapi orang yang di ajaknya
berbicara hanya diam sambil menatap telfon genggamnya , niken pun mendekati
Randy .
“ Gue harus temuin dia!” Kata Niken
“ Ken jangan “ Ucap Randy melarang niken
pergi sambil memegang tangan niken tapi tatapannya tidak menatap niken
“ Iren bebas untuk milih siapapun “ lanjut
randy
“ Drama macem apa sih ini” ucap niken .
Niken marah sangat marah terhadap Adit yang datang dan menghancurkan segalanya
. Tapi apakah Iren justru senang dengan kehadiran adit ?
“ Ran , apapun yang bakal terjadi nanti ,
gue siap bantu lo , jangan sungkan untuk cerita apapun ke gue , semoga semuanya
nanti itu yang terbaik “ kata niken mulai meredakan emosinya dan randy pun
menatapnya dan berterimakasih .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar