Sedari
tadi randy menelfon iren tapi tidak iren jawab , entah kenapa iren akhir-akhir
ini takut untuk mengangkat telfon randy , karna randy selalu membahas seputar
pernikahan mereka yang tinggan 3 bulan lagi .
“Hallo ,,, oh iya aku selesai jam 4 kok ,,, oke ,,
tapi aku bawa motor ran , hmmm gitu oke aku tunggu di kantor ya”
Clairine tapi yang lebih akrab di sapa iren ini baru
saja mengangkat telfon dari pacarnya yang sekarang sedang sibuk untuk menyusun
konsep pernikahan mereka . Iren dan randy sudah berpacaran hampir 2 tahun ,
iren mencintai randy tapi iren tau perasaannya terhadap randy tidak sebesar
perasaannya kepada adit cinta di masa SMA nya sekaligus menjadi cinta
pertamanya . Adit adalah pria pertama yang membuat hati iren jatuh cinta
sekaligus patah . Iren dan adit berpacaran sejak iren pertama masuk di sekolah
menengah atasnya , dan adit adalah kakak kelasnya , adit dan iren resmi
berpacaran sampai akhirnya adit kelulusan dan kuliah di luar kota , tapi setiap
semester adit masih sering berkunjung ke cilegon untuk bertemu iren tapi itu
hanya bertahan beberapa bulan , karna di hari-hari selanjutnya adit perlahan
mulai menghilang tanpa memutuskan iren . Iren menghabiskan masa SMA nya untuk
menunggu kabar dari adit . Tapi rupanya saat hari kelulusan pun tidak ada kabar
tentang adit dari teman-teman adit yang iren tau . Iren memutuskan untuk
melanjutkan kuliah sambil bekerja , di kampusnya iren mengambil kelas malam .
Masih terekam jelas di benak iren awal pertemuannya dengan Randy , sosok yang
muncul merubah warna di kehidupan iren , iren mengenal randy saat kecelakaan kecil
. Saat itu iren sangat mengantuk dan dia mengendarai motornya sendiri , dengan
mengantuk iren memaksakan untuk berkendara , dan saat itu iren melihat mobil
seperti milik adit terparkir di pinggir jalan , iren tau di dunia ini bukan
hanya adit yang memiliki mobil seperti itu , tapi entah mengapa iren sangat
ingin berhenti dan menyelidiki siapa pemilik mobil yang terparkir di pinggir
jalan itu , iren pun berhenti dan memarkirkan motornya .
Iren tidak sadar
ternyata mobil ini terparkir tidak jauh dari café yang iren dulu sering kesana
bersama adit , tapi entah sudah berapa lama iren menjauhi café ini , saat iren
masuk ke dalam café , iren menabrak sosok lelaki yang sedang membawa banyak
minuman yang akhirnya tumpah semua karna iren . Lelaqki itu adalah Randy yang
ternyata saudara dari pemilik café ini . Iren pun meminta maaf sambil melihat
ke arah pengunjung yanga da di dalam café , tidak ada sosok adit di dalam .
Iren pun menyelesaikan urusannya dengan lelaki yang tidak sengaja ia tabrak dan membuat pesanan yang di bawanya
berantakan . Setelah selesai iren kembali ke motornya dan , mobil yang tadi di
lihatnya sudah tidak ada .
Entah siapa yang memulai , tetapi randy memang
sangat berusaha mendekati iren , iren bahkan menceritakan tentang adit saat
randy memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada iren , dan randy adalah pria
pertama yang tidak meninggalkan iren saat tau cerita tentang adit dan iren .
“Mba … mba irennnn “ Teriak salsa yang tiba-tiba
saja sudah berdiri di depan iren
“Eh iya kenapa sal?” jawab iren
“Mba iren… salsa udah dari tadi kali disini dari
mulai ketuk pintu terus masuk deh , salsa kira mba iren kesambet ngga jawab
salsa “ kata perempuan berambut pirang dan berponi itu sambil menggerutu
“ Maaf sal , mba lagi ngelamun tadi , maaf ya hehe ada
apa? sekarang udah focus nih “ jawab iren sambil merapatkan tangan ke dagunya
“Duhh yang mau married , gaboleh banyak pikiran
nanti stress” kata salsa meledek iren , iren pun hanya tersenyum
“ Ada kue nih mau ? “ kata iren
“Hmm enak mba , dikasih mas randy lagi ? ini beli di
café frojen kan mba namanya apa? Ko aku setiap kesana gapernah liat ini “ kata
salsa sambil memakan kue yang iren kasih
“ Apa ya gue juga lupa , bilang aja kue yang sering
dibeli randy , eh tadi lo kesini ada apa sal?” kata iren
“ Ohiya … ya ampun mbaaa” kata salsa , dan iren pun
menunggu jawabannya
“Salsa lupa … apa ya .. itu dicariin siapa sih mba
temen mba ituloh .. mba wila , iya mba wila udah nungguin di bawah “ kata salsa
“Ih ko gabilang dari tadi sih “ kata iren sambil
membereskan meja kerjanya
“Eh tolong beresin ya sal , nanti baliknya gue
bawain pempek pak cik oiyah gue gabawa kunci ruangan jadi , kalo lo mau keluar
jangan di kunci ya” kata iren
“Jangan lupa pempeknya lenjer 3 telor 1 , kuah sama
timun dipisah“ kata salsa
“Iya oke siap “ kata iren
“Mba ireeennnn jam istirahat masih kurang 15 menit
lagi lohhh” kata salsa
“ iya ada yang nanya bilang aja gue ke toilet dulu
bayyy” kata iren lalu meninggalkan ruangannya
Wila adalah teman akrab iren sejak lama , mereka
memang tidak satu kantor tetapi mereka sering makan siang bareng kalau sedang
tidak terlalu sibuk . Wila sudah lebih dulu menikah tahun lalu .Mereka berdua
menyempatkan diri ke butik langganan wila yang memang berada tidak jauh dari
kantor iren .
“Tante , ini baju kaya gini ad versi cowoknya ?”
Tanya wila
“Yang itu ya , kayanya ada bentar tante coba cek
dulu “ kata sang punya butik yang kebetulan sedang bearda di butiknya
“Iren , ini cakep deh cocok nih buat kita ber4 ,
buat acara reuni SMA akhir bulan ini ren “ kata wila
“ Ber4 ? “ Tanya iren
“ Iyalah , gue sama leon , lo sama randy gimana? “
kata wila
“ Ih wil , kita udah bukan ABG belasan tahun lagi ga
lucu ah “ kata iren sambil mengumpat senyumnya kepada wila .
Selesai memilih baju , mereka pun langsung mencari
makan . Sedari tadi randy menelfon iren tapi tidak iren jawab , entah kenapa
iren akhir-akhir ini takut untuk mengangkat telfon randy , karna randy selalu
membahas seputar pernikahan mereka yang tinggan 3 bulan lagi .
“Lo aneh , harusnya cewek kalo mau nikah itu lahi
water tau ngga , takut acara pernikahannya kurang ini itu ata apa kek , kenapa
malah kebalik ya jutsru randy yang kayaknya khawatir banget “ kata wila
“ Lo sebenernya yakin ngga sih mau menikah sama
randy ?” Tanya wila , membuat iren hampir tersedak bakso yang sedang di
makannya
“Ya kalau ngga yakin kenapa gue masih bertahan sampe
sekarang wil “ kata iren
“Nah itu lo tau , emang apa aja sih yang udah kalian
siapin ? “ Tanya wila
“Udah 60% sih , masalah gedung sama makanan udah
kita pilih , gaun gue tinggal fitting bulan depan punya randy juga , undangan
hmmmm randy masih nunggu konsep dari gue “ kata iren
“Terus konsep lo gimana ? “ Tanya wila
“Ngga tau “ jawab iren , wila sebenarnya tau iren
mencintai randy tetapi apakah iya iren masih mengharapkan adit . Wila pun
mengambil ponsel iren yang dari tadi mendapat panggilan masuk dari randy .
“Hallo ran , iya ini gue wila ini ran gue lagi makan
siang sama iren diluar , iya si iren udah balik ke kantor buru-buru tadi dapet
telfon dari salsa katanya sih ada meeting dadakan , nih hp nya aja sampe
ketinggalan untung ada gue , iyaaa , iya abis ini gue anter ke kantornya ya
kalo gak macet , okee siap “ kata wila menjawab telfon randy , lalu
mematikannya .
Melihat pemandangan yang baru saja terjadi , iren
tidak mengeluarkan sepatah kata pun , sampai mereka selesai makan dan kembali
ke mobil wila .
“Ren , nanti gue kirimin kontaknya opank dia biasa
bikin undangan pernikahan , lo tau kan kemarin juga gue dapet dari dia , ya lo
cek aja dulu siapa tau kalian cocok nyetak undangan di dia “ kata wila akhirnya .
“Wila … will .. wila liat gue “ kata iren
“Iya apa gue liat , ihh jangan ganggu juga gue kan
lagi nyetir “ kata wila
“Oh iya sorry , menurut lo gue beneran sayang ngga
sama randy ? “ Tanya iren membuat wila me rem mobilnya mendadak
“Iren ya ampun , untung gue nabrak dan ketabrak juga
, ihh “ kata wila lalu menjalankan mobilnya lagi .
“ Awalnya gue Cuma kira kalian bertahan ga lebih
dari sebulan tapi ternyata , gue salah , bahkan sahabat gue yang sebenernya
cantik dan hatinya baik ini bisa bertahan sama randy , dan bahkan kalian udah
mau menikah , gue sih berhara[ dan berdoa lo ngga salah pilih , randy orang
yang tepat dan Cuma sama randy yang lo ngga bandingin dia sama siapa sih
namanya yang brengsek itu ,,, adit iya adit “ kata wila .
“Wil , gue masih berharap untuk ketemu adit …” kata
iren
“ Gue salah lagi pake bahas dia “ kata wila
“ Lo ngga salah , emang gue yang belum bisa
ngelupain dia , entah kenapa akhir-akhir ini gue mikirin adit lagi, dan sampai
kapanpun gue kayanya gak bisa lupain dia “ kata iren
“6 tahun lebih ren lo di tinggalin dia gitu aja , lo
berasa cinta deh , nunggu rangga belasan tahun iya aja kalo balik dan muncul
lagi kaya rangga , lah ini ? “ kata wila
“ 3 hari yang lalu gue ketemu dia” kata iren
“ Hah? Serius ? “ tanya wila dan iren pun mengangguk
“ Tapi gue buru-buru pergi , jadi dia ngga liat gue
“ kata iren lagi
“ Bagus lah kalau gitu “ kata wila , dan akhirnya
mereka pun sampai di kantor iren
“ Lo mau mampir dulu ? “ kata iren
“ Nggak ah , gue masih banyak kerjaan nanti yang ada
gue gabalik ke kantor deh” kata wila
“Yaudah deh ,, “ jawab iren lalu membuka pintu mobil
“ Ren , gue sih Cuma ngasih saran , mumpung belum
terlalu terlambat , selesai dulu urusan hati lo sama adit , randy juga punya
hati ren meski gue gay akin adit punya hati atau ngga , kita bukan hidup di
masa sekolah lagi , Cuma lo yang bisa tentuin bahagia atau ngga nya hidup lo ,
antara adit dan randy gue gak berpihak sama siapapun , tapi yang jelas , setau
gue randy gak akan tega untuk ninggalin lo bertahun-atahun tanpa kepastian “
kata wila , mendengar ucapan wila , iren pun tersenyum lalu memeluk wila .
“ Wil …” kata iren
“ Apa ? lo gak ngerti sama ucapan gue yang panjang
tadi ? “ kata wila
“Bukan .. gue lupa pempek pesenan salsa “ jawab iren
setelah memeluk sahabatnya .
Iren tau apa yang dipilihnya sekarang adalah
pilihannya sendiri tanpa paksaan dari siapapun , dan iren pun tidak pernah
berniat melampiaskan apapun kepada randy sosok lelaki yang selama lebih dari 1
tahun ini berada di sampingnya . Tapi iren juga tidak memungkiri bahwa dia masih
belum bisa melupakan cinta pertamanya .

Bagus ;) saya suka saya suka
BalasHapus