“Jadi , gaun mana yang menurut kamu cocok untuk aku
pakai nanti ? “ Ucap seorang wanita tiba-tiba saat lelaki yang memakai kaos
hitam polos itu duduk sambil menikmati kopinya yang ternya sudah gelas ke 3 itu
. Dengan wajah bahagia , lelaki itu menatap perempuan yang bertanya tadi ,
tanpa menunggu jawaban darinya , perempuan itu langsung memeluknya dengan sangat
erat , begitupun sebaliknya .
“ Kamu kok ngga jawab pertanyaan aku tadi ? “ ucap
wanita itu lagi sambil merapikan rambut lelaki yang di hadapannya ini
“ Rambut kamu gini banget sih ? “ kata wanita itu
lagi , mereka tak peduli dengan sepasang mata yang diam-diam memperhatikan
mereka
“ Suara kamu pelan-pelan dong “ kata Randy , sambil
tersenyum kepada beberapa pasang mata yang menatap kearah mereka
“ Biarin ah , abis aku kangeeen banget sama kamu ,
kamu gimana?” Tanya iren
“ Aku biasa aja “ jawab randy
“ Gimana kamu sama dia ? “ Tanya randy , deg…..!!! Apa ini pertanda bahwa randy membatalkan acara
mereka .
“ Udah ngga ada lagi tempat untuk dia disini
ternyata “ jawab iren memelankan suaranya , nada bicaranya pun tidak seperti di
awal .
“ Aku minta maaf sama kamu ran , aku udah jahat
banget sama kamu . Aku egois , aku terima apapun keputusan kamu , tapi satuhal
aku ngga akan ada disini sekarang , kalau pilihanku ternyata dia “ ucap iren
sambil tertunduk , pasrah dengan apapun keputusan randy , dan tiba-tiba randy
merangkulnya dengan erat .
“ Ada banyak gaun yang harus kamu coba hari ini “
ucap randy , irenpun menatap randy dan tidak menyangka kalau randy memaafkannya
. Perempuan yang sudah mematahkan hatinya ini , masih dia perjuangkan ternyata
. Irenpun membalas senyuman randy , sambil di genggamnya , randy mengajak iren
menemui mba siska , desainer gaun yang sudah mereka pesan dari jauh hari .
“ Hay …. “ Ucap wila dan mba siska hampir bersamaan
“ Udah , mesra-mesraannya ? “ kata wila dengan
senyumannya
“ Apakabar sayang “ kata mba siska mencium iren
“ Minggu lalu , udah ada beberapa gaun jadi yang
udah diliat randy , mba udah pisahin disitu , kamu liat-liat aja dulu mba ke
depan sebentar ya “ ucap mba siska dengan sangat ramah
“ Minggu lalu kamu kesini ? sama siapa ? “ tanay
iren , randy hanya tersenyum dan menunjuk wila
“ Kalian … ihh “ ucap iren , wilapun memeluk iren
“ Maafin gue ya wil “ ucap iren
“ Gue selalu maafin sahabat gue yang pinter ini kok
, lo ngga salah sama pilihan lo “ ucap wila
“ Tapi kayanya kali ini gue ngga akan setuju sama
gaun pilihan lo , dan kamu apa aku yakin ya sama gaun pilihan kamu .. hmmm “
kata iren , karna iren tau selera wila dan randy
“ Tuhan … kali ini selera kalian top banget “ kata iren saat melihat gaun
pilihan randy dan wila yang baru saja di keluarkan oleh asisten mba siska .
Iren langsung mencoba gaun pertamanya .
Mungkin tuhan senagja menjauhkan adit dari kehidupan
iren beberapa tahun ini , supaya iren dan lelaki ini bisa saling mengisi .
Dan
saat tuhan memunculkan adit lagi di kehidupan iren , rasanya bukan itu yang
iren inginkan selama kekosongan adit dulu . Iren ternyata lebih menginginkan
sosok seperti pria pilihannya ini , sekarang dan nanti . Tuhan sengaja membuat hati iren mendung , tapi hanya
untuk beberapa saat . Agar pelangi , dapat dengan indah muncul seperti ini .
Aku mencintai lelaki ini , bukan karna
kemiripannya dengan masalaluku , bukan karna dia yang menyelamatkanku dari
kegelapan da n rasa sakit . Aku mencintai lelaki ini , karna aku memang
mencintainya . Aku sangat mencintainya , dan bahagia seperti inilah yang aku
inginkan , bersamanya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar