Rabu, 07 September 2016

Ya , Aku Mencintaimu #6


     “Jadi , gaun mana yang menurut kamu cocok untuk aku pakai nanti ? “ Ucap seorang wanita tiba-tiba saat lelaki yang memakai kaos hitam polos itu duduk sambil menikmati kopinya yang ternya sudah gelas ke 3 itu . Dengan wajah bahagia , lelaki itu menatap perempuan yang bertanya tadi , tanpa menunggu jawaban darinya , perempuan itu langsung memeluknya dengan sangat erat , begitupun sebaliknya .

     “ Kamu kok ngga jawab pertanyaan aku tadi ? “ ucap wanita itu lagi sambil merapikan rambut lelaki yang di hadapannya ini
     “ Rambut kamu gini banget sih ? “ kata wanita itu lagi , mereka tak peduli dengan sepasang mata yang diam-diam memperhatikan mereka
     “ Suara kamu pelan-pelan dong “ kata Randy , sambil tersenyum kepada beberapa pasang mata yang menatap kearah mereka
     “ Biarin ah , abis aku kangeeen banget sama kamu , kamu gimana?” Tanya iren
     “ Aku biasa aja “ jawab randy
     “ Gimana kamu sama dia ? “ Tanya randy , deg…..!!!  Apa ini pertanda bahwa randy membatalkan acara mereka .
     “ Udah ngga ada lagi tempat untuk dia disini ternyata “ jawab iren memelankan suaranya , nada bicaranya pun tidak seperti di awal .
     “ Aku minta maaf sama kamu ran , aku udah jahat banget sama kamu . Aku egois , aku terima apapun keputusan kamu , tapi satuhal aku ngga akan ada disini sekarang , kalau pilihanku ternyata dia “ ucap iren sambil tertunduk , pasrah dengan apapun keputusan randy , dan tiba-tiba randy merangkulnya dengan erat .

     “ Ada banyak gaun yang harus kamu coba hari ini “ ucap randy , irenpun menatap randy dan tidak menyangka kalau randy memaafkannya . Perempuan yang sudah mematahkan hatinya ini , masih dia perjuangkan ternyata . Irenpun membalas senyuman randy , sambil di genggamnya , randy mengajak iren menemui mba siska , desainer gaun yang sudah mereka pesan dari jauh hari .

     “ Hay …. “ Ucap wila dan mba siska hampir bersamaan
     “ Udah , mesra-mesraannya ? “ kata wila dengan senyumannya
     “ Apakabar sayang “ kata mba siska mencium iren
     “ Minggu lalu , udah ada beberapa gaun jadi yang udah diliat randy , mba udah pisahin disitu , kamu liat-liat aja dulu mba ke depan sebentar ya “ ucap mba siska dengan sangat ramah
     “ Minggu lalu kamu kesini ? sama siapa ? “ tanay iren , randy hanya tersenyum dan menunjuk wila
     “ Kalian … ihh “ ucap iren , wilapun memeluk iren
     “ Maafin gue ya wil “ ucap iren
     “ Gue selalu maafin sahabat gue yang pinter ini kok , lo ngga salah sama pilihan lo “ ucap wila
     “ Tapi kayanya kali ini gue ngga akan setuju sama gaun pilihan lo , dan kamu apa aku yakin ya sama gaun pilihan kamu .. hmmm “ kata iren , karna iren tau selera wila dan randy
     “ Tuhan … kali ini selera kalian  top banget “ kata iren saat melihat gaun pilihan randy dan wila yang baru saja di keluarkan oleh asisten mba siska . Iren langsung mencoba gaun pertamanya .
Mungkin tuhan senagja menjauhkan adit dari kehidupan iren beberapa tahun ini , supaya iren dan lelaki ini bisa saling mengisi . 

Dan saat tuhan memunculkan adit lagi di kehidupan iren , rasanya bukan itu yang iren inginkan selama kekosongan adit dulu . Iren ternyata lebih menginginkan sosok seperti pria pilihannya ini , sekarang dan nanti . Tuhan sengaja membuat hati iren mendung , tapi hanya untuk beberapa saat . Agar pelangi , dapat dengan indah muncul seperti ini .



Aku mencintai lelaki ini , bukan karna kemiripannya dengan masalaluku , bukan karna dia yang menyelamatkanku dari kegelapan da n rasa sakit . Aku mencintai lelaki ini , karna aku memang mencintainya . Aku sangat mencintainya , dan bahagia seperti inilah yang aku inginkan , bersamanya .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar