Aku bahagia aberada di sisinya , apalagi di saat dia menggenggam tanganku begitu erat dan seolah berusaha menjagaku dari gangguan nakal kaka kelas lainnya .
Dear Ardiyan it seems i love you
Duniaku menjadi lebih sedikit nyata sejak kehadiran Ardiyan , aku tidak merasa tidak di perdulikan lagi . Aku lupa rasanya kesepian , aku lupa rasanya sedih , aku lupa rasanya dilema , bahkan aku lupa bahwa aku tidak memiliki status apapun dengan Ardiyan .
Alya sosok wanita yang sempat ku benci , wanita tidak tau diri yang berani mencium pipi Ardiyan di lapangan sekolah , menyenderkan wajah manisnya di bahu Ardiyan . Saat kejadian itu aku merasakan hal aneh seperti marah dan cemburu bahkan dadaku terasa sesak , duniaku terasa hancur seketika . Aku tidak membalas message ataupun mengangkat telfon Ardiyan , rasanya tidak kuat berpapasan dengan dia yang sempat menghidupkan duniaku dan mematikannya lagi .
Sampai akhirnya aku bertemu dengan Aldi , aku lupa pernah bertemu degannya dimana dan aku heran dia bisa tau tentang diriku . Tentang namaku , tanggal lahir ku , tempat-tempat yang ku kunjungi , bahkan nomor telfon ku , juga pin bbm ku .
Aku mulai risih karna dia mulai sering mendekatiku , menjemputku di depan kelas untuk pergi ke kantin , bahkan pagi-pagi sekali dia sudah berdiri di samping sepeda motornya di depan rumahku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar