Aldi sosok kakak kelas yang tiba-tiba saja seolah akrab sekali denganku , aku sama sekali tidak memilik sedikit Feeling dengannya tetapi.....
Melihat Ardiyan yang semakin hari semakin lengket dengan Alya membuatku terpaksa harus meladeni setiap tingkah Aldi . Aldi jadi sangat rajin menjemputku meski aku hanya ikut dengannya 3x dan itu tidak lebih , aku ikut dengannya juga karna yang pertama dia datang pagi-pagi kerumahku dan ayah juga melihatnya dan rasanya tidak sopan kalau masih mengabaikannya . Yang ke dua saat pulang sekolah aku melihat Ardiyan dan Alya sedang di depan gerbang meski tidak berduaan tapi rasanya aku cemburu , dan terakhir saat aku kehabisan ongkos untuk pulang naik angkot.
Hari ini beda dengan hari-hari lain sepertinya , dimana pagi ini aku kehujanan di jalan dan alhasil baju ku basah sedikit dan taraaaa..... hari ini olahraga dan aku lupa membawa baju olahraga. Karna cuaca mendung ku pikir olahraga akan batal tetapi, ternyata jam ke 2 justru terang dan anak-anak yang lain pun menuju lapangan . Sementara aku tidak tau harus ganti baju apa
"Yuk kamar mandi , lo gamau ganti baju dyga?" tanya sekar teman sekelasku
"Gabawa baju gue, alesan apa ya hmmm"
"Bilang aja dapet "
"Boleh deh boleh , kalian kalo mau ke kamar mandi sok aja gue nyusul ke lapangan" ucapku, dan yang lainpun meng iyakan.
Sambil masih berpikir untuk mencari alasan supaya guru olahraga percaya , aku pun membereskan buku ku ke dalam tas dan tiba-tiba saja sosok pria yang membuat dadaku sesak beberapa hari ini muncul
"Gausah alesan , nih pake ini makanya jangan buru-buru" Kata ardiyan dan memberikan plastik yang berisi baju olahraga milikku , entahlah saat itu aku tidak bertanya kenapa bisa ada dia?
"Sana ke kamar mandi ganti baju , gamau kena marah atau di suruh lari sendirian kan?" ucap ardiyan dengan senyum yang masih mengmbang di pipinya , saat itu aku tidak tau harus mengekspresikan seperti apa , tanpa sepatah katapun aku langsung menuju kamar mandi untuk segera ke lapangan olahraga.
Rasanya hari sangat cepat berlalu sementara aku masih dengan cerita tentang perasaanku untuk ardiyan , yang entah ardiyan memiliki perasaan yang sama atau tidak . Tapi akhir-akhir ini aku kembali dekat dengan ardiyan , sangat dekat , semakin dekat bahkan aku tau siapa alya wanita yang sangat ku benci saat itu , iya teman sekelas ardiyan yang tidak memiliki harga diri.
"Ya ampun alya? dia mah cuma temen sekelas aja ko , lagian dia emang gitu ke semua cowok di tempelin terus" kata ardiyan
"Ko kamu mau sih di tempelin sama alya? ga ngehindar atau kamu emang nikmatin" tanya ku tanpa berpikir panjang
"Kamu cemburu dyga?" tanya ardiyan rasanya ingin ku jawab iyalah cemburu, cemburu banget kayanya lo seneng banget sama dia . kalo emang suka sama dia , kenapa lo dateng lagi dan sok jadi malaikat terus bikin gue ke geeran lagi hah?!!
"Ngapain cemburu gak ada hak kali" ucapku , kenapa justru berbeda dengan apa yang ingin ku ucapkan dalam hati , ah dyga bego bangeettt makan deh tuh rasa rasa gajelas yang ga mungkin sampai , tapi tenang ardiyan kalo ngga ada rasa ngapain juga mulai merhatiin lagi , tuhan aku tidak tau alsanmu kenapa kau membuat ku dekat lagi dengan ardiyan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar