Rasanya ayla tidak memasang alarm untuk sabtu ini , tapi telfon genggamnya terus berbunyi sedari tadi . Berat sekali mata ayla untuk membuka meski dia sudah tidur dari jam 8 malam!!!!!!
Mau tidak mau ayla berusaha membuka matanya karna keberisikan yang tengah mengganggu tidurnya , dari mulai suara HandPhone dan suara sang mamah yang dari tadi mengetuk pintu kamarnya .
"Iyaaa maaahhhh" jawabnya dengan suara agak serak , sambil me merem-melekkan matanya , ayla berusaha bangkit dari kasur yang membuatnya nyaman , dan beranjak melihat HandPhonee nya .
"Ya ampun..." Ucapnya saat melihat notifikasi di HandPhone
Ayla baru ingat kalau hari ini , Dinda,Kila,Bagas dan Riki mengajaknya ketempat futsal karna riki akan tanding jam 11 siang ini dan sekarang baru jam setengah 9 . Tapi kenapa Nesla menelfonnya berulang kali ya hari ini , tapi Nesla tidak meninggalkan pesan .Belum lagi vanya yang ping-ping melulu .
"Hallo.. iya ki , hmm , iyaa , gue nyusul ya , nanti gue telfon bagas kalo udah sampe , jemput di parkiran depan , iye" kata ayla saat menelfon riki
Ayla keluar dari kamarnya dan melihat ada pisang goreng juga teh anget di meja depan , hmmm rejeki anak sholehah mungkin , dan ayla pun memakannya . Selesai memakannya ayla pun pergi ke kamar mandi lalu bersiap-siap untuk ke Gor Futsal .
Saat ayla sedang bersiap-siap di kamar sambil menyisir rambutnya dan mamah menyuhnya untuk membawa HP mamahnya yang eror "Ini eror apanya sih mam?" tanya ayla "Ya ampun kalo mamah tau ya mamah benerin sendiri lah kak" kata mamahnya
"Maksud ayla , keluhannya apa?" tanya ayla lagi "Udah kamu bawa aja ke tempat servis hp temen papah yang biasa tau kan? nanti di cek dia juga tau" kata mamahnya dan ayla mengambil napas panjang .
"Mah , pah ayla mau ke gor Nirwana yah " kata ayla saat izin
"Ada apaan?" tanya papah ayla
"Itu pah , ada turnamen futsal " kata vino adik ayla tiba-tiba
"Ko kamu tau de? kamu mau kemana?" tanya ayla saat adiknya sudah terlihat sangat rapih
"Mau main lah" jawab vino
"Bawa motor? ikut yah ke gor nirwana pulangnya sendiri aja" kata ayla , lalu kakak beradik yang lebih tinggi adiknya ini pun berangkat setelah sama-sama pamit.
Setelah sampai di Gor Nirwana , ayla langsung menelfon bagas atau yang lainnya , tapi sebelum menelfon ternyata bagas dan yang lain sudah menunggunya di pintu masuk . Ayla pun langsung menghampiri mereka "Beuuh si eneng ayla lama banget" kata Dinda "Gue kan udah bilang gue gabisa nonton soalnya sore ada meeting" kata ayla sambil tertawa , mereka pun langsung masuk ke dalam gor . Agak engap sih rasanya , tapi ini bukan kali pertama kok , ayla bukan termasuk cewek yang suka nongkrong di salon juga , tapi ... saat ayla dan teman-temannya berjalan , ada sosok dari kejauhan yang ayla lihat dan rasanya tidak asing , ayla pun menarik tangan dinda dan menahannya tapi dinda justru menarik tangan ayla lagi dan mempercepat jalan mereka . Setelah sampai di dekat tim Riki dan kawan-kawannya riki pun langsung menghampiri ayla , bagas , dinda dan juga Kila "Wihh akhirnya nyampe juga , eh duduk situ tuh deket cewek gue" kata riki sambil menunju ke arah wanita berjilbab hitam yang sedang duduk dan tersenyum ke arah mereka "Ciyee pacar baru " kata bagas dan dinda juga kila "Ka riki main jam berapa emang?" tanya ayla "Jam satu ay" jawab riki dan sontak saja yang lain pun kaget karna ini masih jam 11 kurang "Woy gila , lo bilang jam 11 " kata kila yang paling nyolot "Tau nih nipu mulu " kata dinda "Ih gila lo tau gitu gue kesini jam 12an aja , terus disini gue ngapain busettdah" lanjut bagas, saat semuanya mengomeli riki dan riki hanya tersenyum manis tanpa dosa , dan ayla "Neslaaa...." teriak ayla pada lelaki yang sedang duduk di pinggir lapangan , lelaki itupun tersenyum dan bangkit ke arahnya "Oh iya nesla " kata dinda dan kila "Itu angkatan kalian?" tanya bagas "Iya kak , eh iya kesana bentar ya" kata ayla , ayla pun mengobrol dengan nesla . Ternyata nesla satu tim dengan ka riki , oh iya Ayla dan teman2nya disini sekedar kumpul karna dulu mereka satu klub di eskul sekolahan , dan ayla tidak hanya mengikuti 1 eskul di jaman dia sekolah dulu . Ayla berteman dengan sipapun yang mau berteman dengannya , tapi tidak banyak yang mau berteman dengan dia ternyata , entah karna apa .
Setelah mengobrol dengan nesla , ayla pun duduk di bangku penonton dengan bagas dan yang lainnya disitu juga ada pacarnya riki dan 2 teman perempuannya . Hanya menunggu sambil sedikit ngerumpi memang bukan hal yang ayla sukai , ayla pun memilih untuk memerhatikan tim tim yang lain yang sedang bertanding di lapangan 1 dan 2 . "Ada yang haus ngga sih?" tanya kila "Gue aus , mau pada beli minum?" tanya ayla "yuk beli" kata kila "Gue nitip yah " kata bagas , di sambut dengan sambungan 'nitip' dari yang lainnya . Kila dan ayla keluar dari gor untuk membeli minuman , dan kila menyuruh ayla untuk menunggu di warung tempat mereka membeli minum karna kila melihat orang yang dia kenal . Kila pun menghampiri temannya dan mengobrol , kila memang mengajak ayla tapi ayla ogah untuk ikut , sambil menunggu kila , ayla pun mengirim message pada Vanya "Vanya , kenapa? eh sorry baru dibaca gue lagi di gor nirwana , dan lo tau ngga ada cowok dan kalo gue gak salah liat sih itu adit , im sure mirip banget" Tulis ayla mengirim bbm kepada vanya , tapi belum di read hmm sepertinya vanya balas dendam nih pikirnya .
Kila asyik banget ngobrol sama temen-temennya dan sepertinya kila lupa kalo ayla nunggu dia hih .
Saat ayla membuka tasnya dan memasukan HP nya, tatapan ayla pun berhenti di satu mata yang juga menatap matanya , dengan rasa malu , ayla menyingkirkan tatapannya tapi lagi-lagi tatapan mereka bertemu , dan saat si pemilik tatapan itu akhirnya mendekati ayla , ayla pun bisa melihat dengan jelas kalau ternyata pria itu bukan adit , sekali lagi bukan adit . Adit itu sosok yang bikin ayla gabisa move on dari jaman SMA sampe sekarang dia udah semester 4 , "Hay" sapa lelaki itu sambil tersenyum dan ayla pun membalas sapaannya , setelah ayla lihat lagi spertinya lelaki ini umurnya terpaut lebih dewasa dari ayla "Pacarnya riki ya?" tanya lelaki itu , jelas saja ayla tertawa
"Bukan lah , gue temennya , mas eh bang eh pak eh gimana ya.." jawab ayla salah tingkah bingung harus memanggil apa
"Panggil aja Ryan" kata lelaki itu memperkenalkan namanya kepada ayla
"Oh iya ryan , duh takut gak sopan" kata ayla
"Seumuran sama riki kan?" tanya ryan
"Oh bukan saya adik kelasnya , umur saya baru 20 tahun ini" kata ayla
"Oh gitu berarti saya panggilnya dek ayla yah" kata lelaki itu , setau ayla dia belum memperkenalkan namanya , ah dia tau dari riki mungkin pas lagi ngobrol tadi
"Boleh deh saya kan lebih muda yah" kata ayla
"Saya udah 28 tahun nih , baru kemarin ulangtahunnya" kata ryan
"Kayanya saya gak nanya deh mas hehe" kata ayla
"Ya saya kan memberi informasi" kata ryan , setelah ber basa-basi dengan ryan , ayla melihat kila sudah selesai mengobrol dengan teman-temannya dan berjalan ke arah ayla
"Hmm mas , saya duluan yah" kata ayla , dan lelaki itupun tersenyum .
Tim riki dan nesla pun akhirnya masuk ke lapangan untuk melawan rivalnya , riki main pertama dan nesla masih menunggu giliran untuk masuk ke lapangan , oya sebelumnya nesla menitipkan tasnya pada ayla . Nesla pun masuk ke lapangan dan ternyata , ryan adalah koch dari tim Nesla dan juga riki . Entah kenapa mata ayla tidak bisa terlepas menatap ryan , ngga mungkin banget kalau rasa sayang bisa muncul gitu aja setelah bertahun-tahun ayla menutup rapat hatinya . Selesai pertandingan Riki langsung menghampiri Teman-temannya dan juga pacarnya yang tidak berhenti bersorak sorak dari tadi , "Hmm kak gue gabisa lama-lama deh mau buru-buru ke tempat servis hp nih , serius gue gak bohong" kata ayla pada riki "Yaelah makan dulu kek , gue kan abis menang nih" kata riki dan nesla pun datang untuk mengambil tasnya yang di titipkan ke ayla "Serius deh , besok aja soalnya harus bawa HP mamah nih" kata ayla "Lo kan gabawa motor" kata nesla tiba-tiba "Iya kan ada angkot , ribet banget" kata ayla "Ka bagas , dinda kila semuanya gue duluan yaa" kata ayla "Yaudah hati0hati besok kesini lagi yah" kata riki "Iya kak insyaallah, byee" kata ayla lalu beranjak meninggalkan teman-temannya "Hati-hati oy" kata ka bagas.
Ayla menunggu angkutan umum yang lewat tapi belum juga mendapatkannya , biasanya sih rame banget deh angkot yang lewat disini "Hay dek" kata seseorang yang tiba-tiba ada di belakangnya dan menepuk pundaknya perlahan dan membuat ayla refleks memukul tangan itu
"Weitsss galak amat" kata seseorang itu yang ternyata Ryan
"Eh mas ryan , jal banget sih udah tua juga hehe" kata ayla
"Tua , kamu nya yang kemudaan , ngapain?" tanya ryan
"Ini lagi ngepel sambil nonton tv" jawab ayla , ryan pun tertawa
"Udah tau di pinggir jalan , lagi nunggu angkot mas" kata ayla
"Angkot? pacarnya kemana dek kasian banget" kata ryan , tapi ayla hanya tersenyum pait
"Bareng saya aja ya , tunggu bentar deh ambil motor dulu" kata ryan
"Eh mas ..." cegah ayla tapi ryan terlalu cepat melangkahkan kakinya dan mengisyaratkan ayla untuk menunggunya . Saat ryan pergi , ada angkot yang lewat dan berhenti di depannya dan ayla pun di lema .
"Arah kita beda mas , lagian saya gak langsung rumah" kata ayla saat ryan sudah mengambil motornya
"Loh emang rumah kamu dimana dan sekarang mau kemana?" tanya ryan
"Rumah saya di Jalan Bakti mas , saya mau ke mall dulu" kata ayla
"Yaudah yuk" kata ryan lagi
"Saya naik angkot aja " "Gabaik loh adik ayla nolak rejeki , uangnya buat naik angkotnya bisa kamu simpen untuk beli pulsa lumayan kan" kata mas ryan , ayla pun tertawa.
Ayla akhirnya menerima tawaran mas ryan , dan mas ryan ikut ayla ke mall , katanya sih sekalian mau cari makan . Saat mereka jalan bareng , mas ryan terus bercerita hal hal sepele yang membuat ayla tertawa , ternyata mas ryan orangnya humoris dan pikirannya juga ngga kolot . Ayla membuka HP nya dan ada message dari Vanya
"Jadi itu siapa? lagi-lagi adit , gue bosen dengernya" tulis Vanya dan ayla pun tersenyum "Kali ini bukan adit , kayanya bakal ada nama baru deh tapi masih kayanya yah" jawab ayla mengirim message pada Vanya .
"Tadikan saya udah nganterin kamu nyervis HP, sekarang gantian kamu yang harus temenin nyervis saya" kata ryan dan ayla pun kaget
"Hah?" ucap ayla spontan
"Hmm maksudnya nyervis perut saya , laper nih" kata ryan
"Tapi saya ngga laper mas" kata ayla
"Loh yang ngajak kamu makan siapa , saya kan cuma minta di temenin" kata ryan
"Ih males banget sih " kata ayla
"Yaudah saya traktir minum kalo gitu" kata ryan
Mereka pun duduk di salah satu tempat makan cepat saji disitu "Saya ngga bisa lama-lama loh mas , udah sore juga soalnya" kata ayla
"Iya selesai makan kita langsung pulang" kata ryan
"Kita?" tanya ayla
"Iya.. saya sama kamu . Rumah mu di jalan bakti kan? kita satu arah sekalian saya anter yah" kata ryan
"Eh ngga usah mas.." kata ayla
"Kenapa? taku di marahin nesla yah?" kata rya
"Hah kok ke nesla?" tanya ayla bingung
"Loh kamu pacarnya nesla kan? tadi nesla titipin tas nya ke kamu" kata ryan dan ayla pun tertawa
"Terus kalo tadi yang nitipin tas nya ke saya banyak , berarti pacar saya banyak dong" kata ayla, kali ini ryan yang terlihat bingung
"Enggaklah , nesla itu temen satu angkatan waktu SMA , ngga sekelas sih tapi saya lebih deket sama nesla di banding riki , temen saya cuma satu lingkaran , kenal ini kenal itu ngga ada yang keluar jalur mas" kata ayla
"Yaudah kapan-kapan keluar jalur deh sama saya" kata ryan "Eh iya sebelum lupa nih , minta kontak mu dong" kata ryana
"Buat apa?" kata ayla
"Ya buat ngajak kamu keluar jalur nanti , ngga mau?" kata ryan
"Mau aja asal ngga ngerugiin" kata ayla
"Ngga kok dijamin , kali aja sama-sama nyaman " kata ryan dan dua-duanya pun tertawa.
Setelah pertemuan pertama di Gor , dan jalan bareng ke mall tanpa rencana , Ayla dan ryan masih menjalin komunikasi , dan mereka tak jarang untuk menghabiskan waktu bersama . Dari mulai makan siang bahkan nonton bersama ke bioskop . Perkenalan mereka sudah terjalin selama 5 bulan dan selama ini ayla cukup nyaman dengan sikap dan hubungan dengan ryan sampai akhirnya , ryan memegang tangannya saat selesai menonton film di bioskop "Ayla , kamu udah bikin saya nyaman dan sekarang saya sayang sama kamu" kata ryan , sontak saja ayla kaget dengan ucapan ryan apakah itu tandanya ryan mengajaknya untuk berpacaran? Ayla langsung berdiri dari kursinya dan beranjak keluar dari bioskop di ikuti oleh ryan yang masih menunggu jawaba dari perempuan yang kini mewarnai hari-harinya .
"Ayla , ini udah bukan kisah anak sekolahan , saya pikir kamu udah cukup dewasa deh apalagi dengan usia kamu" kata ryan dan ayla hanya menatapnya di keramaian lalu memalingkan wajahnya , di lubuk hatinya ayla pun merasakan hal yang sama . Saat dijalan pulang ayla masih terdiam belum memberikan sepatah katapun sampai akhirnya , ryan membuka percakapan lain dengan membahas film yang baru saja mereka tonton. Dari situ merekapun mulai mengobrol seperti biasa lagi , ryan mengajak ayla untuk mampir ke angkringan dan ayla pun setuju . Ryan pu memesan 2 minuman hangat untuk mereka .
"Peseb\n nasi goreng yah" kata ryan
"Loh kamu masih laper? tadi kan sebelum nonton kita udah beli makan juga mas" kata ayla
"Engga sih , aku nawarin aja siapa tau kamu laper soalnya dari tadi diem mulu gakaya biasanya " kata ryan
"Haha engga ko aku masih kenyang" kata ayla
"Hmmm jadi gimana?" tanya ryan
"Gimana apanya?" tanya ayla
"Kita resmiin status kita yuk , emangnya kamu ngga ada perasaan apapun sama aku ay?" tanya ryan
"Terlalu munafik sih mas kalo aku jawab ngga punya perasaan apapun ke kamu" kata ayla
"So..?" tanya ryan
"Hmmm kasih aku waktu buat jawab yah" kata ayla
"Waktu? berapa lama?" tanya ryan "Hehehe iya iya aku kasih kamu waktu sampai kapanpun kamu siap , intinya kamu tau kan kalo aku sayang banget sama kamu dan .."
"Ini minumannya mba mas" kata sang pelayan memotong ucapan ryan atdi
"Oh iya , apa karna usia aku yang lebih tua dari kamu?" tanya ryan
"Ngga... bukan kok mas , bukan masalah usia kita , tapi emang kamu ngga malu selama ini jalan sama yang lebih muda gini?" tanya ayla
"Harusnya aku yang nanya ke kamu gitu " kata ryan
"Kalo bagi aku sih , kalo cinta dan sayang ya ngga bisa di batasin sama usia , lagian usia ngga nentuin dia dewasa atau ngga kok, kalo menurut kamu?" tanya ryan
"Setuju sih , dan kebahagiaan kita ngga di tentuin sama pasangan yang seumuran atau lebih tua , kebahagiaan kita sendiri yang ciptain bukan orang lain" kata ayla
"Ih kamu pinter ya kalo udah kenyang " kata ryan
"Terus kalo laper aku bgeo?" kata ayla
"Aku gak ngomong gitu hehehe" kata ryan dan merekapun melanjutkan obrolan-obrolan yang membuat mereka semakin mengenal lebih dekat dan lebih dekat lagi . Cuaca tiba-tiba saja hujan , entah ini pertanda alam menyetujui hubungan mereka atau tidak , yang jelas mereka menjadi semakin berdekatan .
Hari ini Ayla berangkat ke kampus jam 8 , rasanya sebanyak apapun tugas kampus dan meskipun hari ini ada kuis ayla menikmatinya dan menjalaninya . Tentang perasaan yang sedang ayla alami ayla menceritakan semuanya kepada sahabat terbaiknya , Mamah . Tidak pernah ada rahasia antara ayla dan sang mamah . Mamah adalah sahabat terbaik ayla dan vanya sahabat ketiga terbaik setelah papah dan mamahnya hehehe.
Orangtua ayla tau tentang Ryan mendekati putri mereka , bahkan sang mamah tidak mempermasalahkan masalah umur Ryan . Justru orangtua Ayla sangat berterimakasih kepada Ryan yang sudah membuat putrinya kembali berwarna dengan senyum cerianya dan berbagai aktifitas yang tidak melulu membosankan , tapi orangtua ayla tetap menjaga putri satu-satunya ini .
"Ay... ditungguin ryan tuh di depan" kata mamah ayla
"Ryan?" tanya ayla karna dia tidak merasa membuat janji dengan ryan , ayla pun menghampiri ryan
"Udah siap?" tanya ryan
"Hah hmmm kamu bilang kan kamu gakasih aku batas waktu mas" jawab ayla
"Loh kuliah kamu kan masuknya jam 8 , sekarang udah jam berapa coba?" tanya ryan
"Maksudnya?.. oh ya ampun aku kira . Aku kan gak minta jemput atau anter" kata ayla
"Tapi aku mau anter kamu , ngga boleh ya?" kata ryan
"Loh nantia kerjanya telat" kata ayla
"Makanya kamu jangan kelamaan dong" kata ryan
"Hih dasar , yaudah bentar yah aku ambil tas" kata ayla , mereka pun berangkat bersama setelah izin kepada mamah ayla , dan papah ayla sedang di luar kota .
"Tuhan...kau pernah membuatku mencintai seseorang beberapa tahun yang lalau , sampai akhirnya dia pergi meninggalkan ku begitu saja tanpa pesan . Hingga sejak hari itu aku membenci diriku yang mencintainya , bahkan orang-orang yang mendekatiku atas nama 'janji' . Aku sempat berfikir untuk membekukan hatiku selamanya , dan akhirnya kau hadirkan sosok Ryan , pria yang berhasil memecahkan kebekuan hatiku selama beberapa tahun ini . Aku tidak melihatnya sebagai sosok masalalu yang sulit aku lupakan , tapi tuhan , apakah ryan benar-benar menginginkanku tanpa meninggalkanku ? tolong berikan jawaban sebelum aku memilih yang salah lagi , yang membuat hatiku hancur lagi. Tapi tuhan , terimakasih , aku sangat menikmati setiap detik,menit dan hariku bersama ryan hingga saat ini " -Ayla
Sesampainya di kampus , seperti biasa Ayla mencari Vanya meskipun mereka berbeda jurusan .
Ternyata hari ini Vanya tidak ada kelas . Rasanya hari berjalan begitu lambat kalau tidak ada vanya di kampus , meskipun ayla terus berkirim pesan dengan vanya tetap saja makhluk itu tidak ada di sampingnya .
"Woy kuisnya tadi lancar gak?" tanya vanya tiba-tiba membuat Ayla yang sedang menunggunya di Cafe Celin terkejut
"Dasar tuyul lo nih ya , yaaa lumayanlah seengganya gue udah berusaha" kata ayla
"Siap dong minggu depan UAS nya , eh iya btw skripsi nanti lo mau bahas apaan?" tanya Vanya
"Ya ampun vanya , selaw kali masih juga semester 4 hih" kata ayla
"Lah gakerasa kali, bentar lagi juga semester 5,6,7,8 lulus deh , lo ngga mau buru-buru nikah emang?" kata vanya sambil meledek ayla
"Ih elo nih ya" kata ayla
"Iyaa , terus gimana kayanya udah klik banget nih sama yang sekarang" kata vanya
"Dia nembak gue , hmmm gimana ya" kata ayla
"Gue sih setuju , asal lo bahagia , hmmm bukan karna Adit kan tapi?" tanya vanya
"Yaelah vanya, kalo kaya adit dia udah ninggalin gue dong hehhee" kata ayla
"Eh iya gue tadi ketemu Nesla , terus dia nyariin lo , kalian kenapa?" tanya vanya
"Ya ampun , dia yang delcon gue padahal , dan dia juga gapernah hubungin gue lagi, ketemu dimana emang?" tanya ayla
"Dimana ya gue lupa, udah lama juga sih" kata vanya
"Ih bloon" kata ayla mereka pun tertawa , ayla dan vanya pun memesan makanan dan minuman untuk mereka tapi kali ini mereka memesan 3 porsi . Hari ini Vanya akan bertemu dini , kenalan vanya sesama pedagang Online .
Dini ternyata usianya jauh lebih tua dari mereka berdua dan dini atau lebih sopannya Mba dini sudah memiliki 1 anak perempuan , Kesya. Selain pintar Jualan , ternyata mba dini ini orangnya sangat ramah dan juga pintar dalam memilih topik pembicaraan .
"Maaf yah tante lama , maklum tadi abis jemput si kaka dulu di tempat les" kata mba dini saat baru datang sambil menuntun anaknya , kesya
"Ih kesya cantik banget , yah kesya belum kita pesenin nih, kesya mau makan apa sayang?" kata Vanya setelah bersalaman dengan mba dini .
"Samain aja, tapi minumnya air putih aja tante buat kesya" kata mba dini , Vanya pun memesankan pesanan kesya .
"Oyah mba , sekalian kenalin ini Ayla sahabat aku hehe ayla ini mba dini yang sering gue ceritain" kata Vanya memperkenalkan keduanya
"Aduh ceritain apa ini " kata mba dini
"Ceritain yang baik-baiknya ko mba hehe" kata ayla
"Mba dini sama ayla kalo ngobrol kayanya makin cocok deh , soalnya punya sejarah yang sama hehe" kata vanya menggoda . Menurut cerita dari Vanya , mba dini ini dulu pernah menunggu pacarnay di masa SMA yang katanya mau kuliah di luar kota , mba dini setia menanti tapi ternyata mba dini yang dapet undangan pernikahan .
"Ayla cantik ah , masih muda juga masa sih ngga bisa untuk jatuh cinta lagi" kata mba dini , mendengar ucapan mba dini muka ayla memerah malu karna Vanya pasti menceritakan tentang adit kepada mba dini.
"Aduuh mba jadi maluu" kata ayla
"Ngga usah malu, tapi sekarang kamu gaboleh dong asyik dengan kesengsaraan di masalalu , bikin dia tamat aja , jangan panjang-panjang episode nya" kata mba dini sambil tersenyum dan memegang tangan ayla
"Mudah-mudahan ya mba" jawab ayla sambil tersenyum juga. Mereka pun larut dalam obrolan yang sedikit curhat sesama wanita . Ternyata mba dini ini anak satu-satunya dia tidak memiliki adik ataupun saudara selain kedua orangtuanya , suami dan sekarang kesya anaknya .
Rintik hujan menemani Vanya di kantin , setelah dia menyelesaikan UAS nya Vanya menunggu wanita yang masih bertahan untuk bersahabat dengannya sejak SMP , meski sempat berpisah di masa SMA hanya untuk beberapa tahun karna Vanya harus ikut keluar kota saat ayahnya di pindah tugaskan , tapi semenjak Vanya kelas 2 SMA dia pulang lagi ke kota yang memperkenalkannya dengan sosok Ayla .
"Uhhhh UAS kuliah beda ya sama jaman SMA , lebih apa ya hmmm" ucap Ayla seraya duduk di kursi depan Vanya
"Lama banget keluarnya , hmm biar gue tebak , lo pasti manusia terakhir yang keluar dari ruangan ya?" kata Vanya sambil menunjuk ke muka sahabatnya ini
"Ya enggalah , gue keluar sebelum si dodit sama farah hehe" jawab Ayla
"Serius Farah belum selesai? yaelah pasti lo ngisinya asal-asalan " kata vanya tertawa , Farah adalah Mahasiswa yang doyan mampir ke Beasiswa , bukan karna tidak mampu tapi karna otaknya yang encerrrrr.
"Sabtu ini gue mau nonton sama Ryan , apa sekalian gue jawab aja ya" kata Ayla saat minuman pesanannya sudah datang lalu meminumnya
"Lo yakin?" tanya Vanya
"Ya kalo menurut gue sih , sekarang udah saatnya ay lo keluar dari dinding yang lo bikin sendiri , udah saatnya juga lo keluar dari zona yang sebenernya lo tau , zona itu yang selama ini nyiksa lo , ngebatesin ekspresi lo ke lawan jenis , gue rasa ryan orang yang tepat" lanjut vanya
"Iya va , mamah juga kayanya setuju deh , papah juga alhamdulilah sih ngga ada obrolan negatif tentang dia" kata ayla
"Yaudah tunggu apalagi , jangan kelamaan nanti kalo kehilangan lo baru nyesel" kata vanya
"Vanya , gue gatau mesti ngomong apa ke lo , tapi kalo gue boleh sombong ya , gue ini lengkap banget sekarang , gue punya keluarga yang baik dan dukung gue , gue punya temen sahabat kaya lo meskipun kadang-kadang kaya musuh juga kalo beda pendapat , dan sekarang gue punya ryan " kata ayla sambil memegang tangan vanya
"Ya lepasin kali pegangan nya" Ucap Aldi tiba-tiba datang
"Jangan cemburu gitu dong sayang" kata vanya sambil tersenyum , Aldi adalah pacar vanya dan umurnya beda 2 tahun dengan vanya , oiyah aldi juga salah satu teman adit tapi tidak begitu dekat mereka hanya pernah satu komunitas itupun dulu.
"Kayanya bakal ada yang ngeduluin kita nih " ucap aldi sambil melirik ke ara ayla
"Apaan sih" jawab ayla sambil tersenyum
"Oiyah ay , lo mau kan tolongin gue ambilin barang lagi ke mba dini" kata vanya
"Iya kan semalem gue udah bilang" kata ayla
"Mba dini salah satu owner kamu yang? itu gimana dia sama suaminya?" tanya aldi , vanya pernah menceritakan kalau mba dini dan suaminya menikah karna perjodohan orangtuanya.
"Suaminya? emang kenapa?" tanya ayla
"Itu loh ay yang gue ceritain , kemarinnya mba dini bilang kalau suaminya ini balik lagi kaya awal. Kan sejak awal mereka menikah emang bukan atas dasar kemauan amsing-masing kan? tapi sejak mba dini punya anak si kesya suaminya udah lumayan romantis , tapi sekarang balik lagi kaya dulu , dingin ke istri" Jelas vanya
"Oh iya , bbm mba dini juga berteman kan sama gue dan lo tau sendiri kan Display Picture nya selalu tentang kata-kata motivasi atau foto kesya, gue kira dia single parent , tapi dari yang lo sering ceritain kasian juga yah tapi dia hebat masih bisa bertahan" kata ayla
"Ya ampun , laki-laki apaan sih , ini nih yang bikin gue sedikit ragu untuk nikah" lanjut ayla
"Yaelah pacaran aja belum hehe" kata aldi meledek
"Kurang ajar lo nih ya hehe yaudah ah gue cabut ya" kata ayla
"Barang yang mesti gue ambil cuma yang semalem lo bbm ajakan? ada tambahan lagi ngga?" tanya ayla
"Ngga ko beib , itu aja cukup nanti malem gue yang ambil kerumah lo yaa , makasih banyakkk lafyuuu" kaya vanya
"Gausah sok manis gitu ah " jawab ayla lalu meninggalkan vanya dan aldi di kantin .
Ayla bertemu dengan mba dini di sekolahan Kesya , di SD Harapan Bangsa , kesya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar . Saat turun dari Taxi Ayla mencari keberadaan mba dini dan saat ia mencoba untuk menghubungi mba dini di depan gerbang sekolah kesya yang sangat ramai sekali para penjemput anak-anak dan juga sebaliknya ternyata Ryan menelfon Ayla , dan ayla pun mengangkatnya terjadi perbincangan sedikit dan setelah Ayla menutup telfonnya tiba-tiba dia melihat wanita berkacamata hitam dengan baju serba putihnya itu sambil menggandeng anak kecil di parkiran pojok sedang melambaikan tangan kepadanya , ah mba dini dan kesya rupanya .
"Sendirian?" tanya mba dini saat Ayla berhasil mendekat ke arah mereka
"Iya nih mba , tadi aku naik taxi soalnya si nyonya lagi kencan hehe" jawab ayla sambil bersalaman dan bercipika-cipiki dengan mba dini begitu juga dengan kesya
"Ya ampun , oiyah barangnya ada di mobil, kamu buru-buru?" tanya mba dini saat ingin membuka pintu mobil dan mengambil pesanan Vanya
"Engga ko mba , santai aja" jawab Ayla
"Oh kalau kamu ngga sibuk, mba mau anter kesya les renang dulu kamu mau ikut sambil kita ngerumpi dikitlah" kata mba dini
"Hmmm mba gapapa kalo aku yang temenin?" tanya Ayla balik
"Gapapa banget mba malah seneng kalau kamu mau nemenin, yuk" kata mba dini lalu mengajak ayla masuk ke dalam mobilnya
"Kes.. kita nanti jalan-jalannya di temenin sama tante Ayla ya" kata mba dini kepada anaknya yang duduk di kursi belakang
"Yeaaaa iya bunda hehe " jawab kesya
"Tante tau ngga , aku sukaaa banget ngegambar" kata kesya
"Oh ya , wah pasti kamu pinter banget gambarnya" kata ayla
"Ngga sih tan , masih pinteran bunda , tante nanti main kerumah aku yah banyak banget gambar aku sama bunda tante harus liat hmm tapi ayah ngga suka gambar sih" kata kesya sambil memanyunkan mulutnya
"Iya ayahnya lebih suka olahraga" kata mba dini
"Nak coba maaf tolong cek di tas biru bunda abwa baju renang kamu ngga yah" kata mba dini sambil meminta tolong anaknya mengecek tas yang ia bawa
"Ada bun" jawab kesya
"Ehmm Ay, sore ini kesya ada les renang mba anter dia dulu nanti kita ngopi aja sambil makan nungguin anak mba gapapa kan?" tanya mba dini
"iya mba gapapa kok" kata Ayla
Ayla dan mba dini duduk dan mengobrol sambil melihat kesya yang asyik berlatih renang dengan sang pelatih dan juga teman-temannya yang lain . Mba dini bilang sebentar lagi putrinya ini akan berulangtahun yang ke 8 tahun dan ternyata tanggal ulangtahun nya beda 1 hari dengan hari ulangtahun Ayla . Saat mba dini melepas kacamata hitam yang dari tadi dia pakai , Ayla sangat kaget ternyata mata mba dini terlihat seperti orang depresi , bukan , bukan seperti pemakai narkoba tapi seperti habis nangis .
"Mba gapapa?" tanya ayla perlahan , mba dini pun memakai kacamatanya lagi , sepertinya atdi dia tidak senagja membuka kacamatanya dan dia memang menyembunyikan kesedihan di matanya dengan kacamata hitamnya.
"Mba , kalo mba percaya sam aku mba boleh cerita kok , mumpung kesya lagi berenang" kata ayla lagi
"Hmmm munafik sih kalo mba bilang mba ga kenapa-napa , kamu juga udah terlanjur lihat" kata mba dini
"Mba sebenernya malu untuk ceritain masalah mba , tapi mba udah anggep kamu dan vanya kaya adik mba sendiri karna .. mba anak tunggal dan ayah mba juga udah meninggal ngga lama setelah mba menikah dengan suami mba , ayahnya kesya" kata mba dini memulai pembicaraan lagi
"Mba juga udah kayak kakaku sendiri ko" kata ayla
"Mba menikah , di jodohin sama orangtua mba dan orangtua suami mba , dan kamu pasti udah tau itu kan?" tanya mba dini dan ayla pun memanggutkan kepalanya pertanda iya
"Awalnya semua baik-baik aja sampai akhirnya , suami mba jujur sama mbak..." "....dia ternyata ngga mencintai mba, dia mau menikahi mba hanya karna pengabdiannya sebagai anak kepada orangtuanya" "dari situ mba tau apa yang dia rasain , karna awal perjodohan mba menentang betul , sampai akhirnya mba nurut dan justru dia yang jujur dan mba rasa semuanya udah terlambat" "terlambat untuk berpisah karna mba saat itu sedang hamil , mba sadar pernikahan mba saat itu ngga sehat , sampai akhirnya kesya lahir , mba kira suami mba akan menceraikan mba , tapi ternyata dia tetap mempertahankannya .." "..lebih tepatnya , mba yang berusaha bertahan . Dia sosok yang baik dan sosok yang sangat mba impikan di awal pernikahan kamu setelah janji sucinya
, sampai akhirnya dia jujur ..." ".. hubungan kami tetap harmonis di depan kesya , karna mba fikir kesya ngga berhak jadi korban atas ego nenek mereka . Kesya harta satu-satunya yang mba punya , dan mba akan ngelakuin segalanya untuk kebahagiaan dia , termasuk rumah tangga mba . Tapi sekarang..." mba dini mulai meneteskan airmatanya lagi "... mba kayanya ngga bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah dan terus berdoa" ucap mba dini
"Maksud mba?" tanya ayla sambil mengusap punggung mba dini
"Suami mba , sepertinya sudah mantap untuk menyudahi drama kita , drama yang mba buat untuk kebahagiaan anak kita kesya , suami mba ngga peduli lagi di depan atau di belakang kesya , dia selalu membentak mba dengan kesalahn mba yang kecil" kata mba dini
"Hmmm mba pasrahin aja semuanya sama yang mahakuasa ay , kalo emang jalannya kita harus berpisah dalam waktu dekat , ya mba ikhlas tapi mba akan berusaha supaya kesya ngga jadi korban dari perceraian mba nantinya" kata mba dini
"Mba... " ucap ayla yang juga ikut merasakan kepedihan kisah wanita di depannya ini
"Doain yang terbaik ya ay" kata mba dini
"Pasti mba..." ucap ayla
"Makasih ya , mba jadi agak lega karna udah cerita sama kamu" kata mba dini
"Aku ngga tau harus bantu apa mba , semoga aja mba dan keluarga mba baik-baik aja ya , aku yakin cobaan yang tuhan kasih pasti selalu ada jalan keluarnya , bukan berarti berpisah juga kok mba" kata ayla , mba dini pun tersenyum. Mereka mencoba mengelihkan obrolan mereka , niat ayla supaya mba dini bisa tertawa sedikit , agar tidak membuat kesya anaknya mengkhawatirkannya .
Hari ini sepertinya akan menjadi yang terspesial untuk ayla , karna usianya besok akan bertambah dan hari ini adalah hari ulangtahun kesya , anak mba dini . Ayla sudah menyiapkan kado yang akan di kirim via pos untuk kesya . Ayla melihat ada notifikasi dari telfon genggamnya dan ternyata itu dari Nesla , yang mengirimkan ucapan selamat ulangtahun untuknya dan ayla membalas nya dengan berterimakasih dan dilanjutkan dengan obrolan-obrolan biasa yang menanyakan kabar dan ingin kumpul lagi dengan teman-teman yang lain , karna beberapa bulan ini mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing , dan ayla setuju saja rasanya juga dia sangat merindukan Nesla , Farhan , Rizal dan Celine . Sampai akhirnya sang mamah memanggil Ayla untuk keluar dari kamar karna Ryan sudah menunggunya di depan . "Ayla jam 5 mamah udah harus berangkat nih kerumah tante sela , kamu dirumah sama Vino berdua jangan berantem ya" kata mamah ayla "Mamah seminggu aja ko , untuk makan mamah udah suruh bi inah untuk siapin kok , jadi beres0beres bi inah bakal masak juga , tapi dia gak nginep sih , kamu jangan aneh-aneh ya jagain adiknya , mamah nanti pulang bareng ayahmu sekalian ya" kata mamah ayla melanjutkan dan ayla pun mengiyakannya.
"Yaudah sekarang buruan , ryan kasian tuh nungguin" ucap mamahnya lagi
"Iya mah ini udah selesai kok , hati-hati nanti berangkatnya , kalau udah sampe kabarin ya" kata ayla lalu mencium wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya ini.
Lagi-lagi ayla sangat terkesan dan bahagia berada di samping Ryan, Ryan sosok yang sangat menyenangkan dengan hal-hal yang membuat ayla semakin mantap untuk menjadikannya kekasih . Mungkin karna usianya yang jauh lebih dewasa dari ayla . Berkali-kali ayla mengira ini hanya mimpi , tapi ternyata sosok ryan benar , sangat nyata dan ayla sangat menyayanginya begitupun ryan . Rasanya besok , di hari ulangtahunnya ayla akan menerima ryan , meski sebenarnya tanpa perlu ayla jawab , sikapnya sudah sangat menunjukan bahwa ia nyaman dan sangat menginginkan ryan terus berada di sisinya . Ayla dan Ryan menghabiskan waktu mereka berbelanja stok makanan untuk dirumah dan sampai akhirnya saat ayla sedang melihat-lihat baju , Ryan yang tadi sedang pergi ke toilet tiba-tiba saja datang sambil membawa kado yang sudah di bungkus rapih dan memberikannya kepada Ayla . Ryan melarang ayla untuk membukanya sekarang , ryan hanya mengijinkan ayla untuk membuka kadonya besok di saat hari ulangtahunnya saat dia bangun tidur nanti , ayla pun memeluk ryan dan berterimakasih meski belum sepenuhnya tau apa isi dari bingkisan ini .
Keesokan harinya, hari yang kali ini ayla tunggu , setelah 4 tahun ini dia berusaha mengabaikan momen ulangtahunnya untuk berharap ada yang spesial . Kali ini meski Mamah dan papahnya sedang tidak berada dirumah , tapi orangtua ayla menelfon ayla dan mengucapkan hari kelahiran putri mereka dan ayla pun bahagia meski mereka jauh tapi ternyata mamah dan papahnya sudah menyiapkan kue ulangtahun di kulkasnya , ayla pun meniup lilinnya di temani telfon dari orangtuanya dan vino sang adik di sampingnya .
"teh , bukain pintu depan tuh bi inah kayanya udah dateng" kata vino saat ayla selesai meniup lilin dan menutup telfon dari orangtuanya , meski agak kesal dengan sikap adiknya yang kurang sopan menyuruhnya tanpa kata tolong , ayla pun segera ke pintu depan dan ternyataaaaa.... tcaraaaaa terlihat teman-temannya ada Vanya,Nesla, Farhan , Rizal dan Celine lengkap dengan kue tar dan semprotan yang sudah mereka siapkan . Meski moment ini hanya terajdi di saat ada yang berulangtahun tapi mereka saling mensyukuri karna hanya di momen moment seperti ini mereka bisa kumpul komplit bin lengkap . Mereka pun bersenang-senang merayakan ulangtahun Ayla seadanya tanpa persiapan apapun lagi . Waktu semakin siang dan sekarang sudah mendekati jam 3 sore , Nesla pun mengajak teman-temannya ini untuk keluar jalan-jalan dan semuanya pun setuju . Meski sedang menikmati keasyikan nya dengan para teman dan juga sahabatnya ini , Ayla ternyata menunggu kabar dari Ryan , ryan memang sudah mengucapkan selamat ulangtahun lewat messenger tapi bukankah Ryan janji untuk menjemputnya malam ini , ah mungkin Ryan sedang menyiapkan kejutan lain untuknya . Vanya , Ayla Nesla dan yang lainnya sudah selesai Photo ala-ala mereka di studio foto . Nesla, Rizal dan yang lain masih berencana untuk melanjutkan jalan-jalan mereka , sampai akhirnya Vanya mendapat telfon yang ternyata itu dari mba dini .
"Kenapa va?" tanya Rizal saat vanya selesai menerima telfon dan kembali mendekati teman-temannya dengan wajah sedikit panik.
"Duh guys , sorry ya bukannya gue gamau kita lanjut jalan , tapi temen gue yang juga owner Olshop gue , anaknya sakit di rawat sekarang dan dia minta gue kesana . hmm gapapakan kalo gue gaikut dulu" Kata vanya dengan wajah panik
"ya yaudah gapapa, lagian itu lebih penting , kita bisa hangeout bareng lagi kapan-kapan" jawab Celine
"Iya santai aja, emang siapa yang sakit van?" tanya Rizal dan Ayla
"Namanya kesya anaknya mba dini" kata Vanya
"Mba dini? lah?" ucap ayla kaget , dan baru saja Vanya memberitahu namanya tiba-tiba mba dini pun menelfon Ayla . Mba dini menelfon hal yang sama seperti ke Vanya , kesya di rawat dirumah sakit badannya panas dan tidak turun-turun , mba dini sangat khawatir karna siang tadi kesya jatuh dari tangga . Ayla dan Vanya pun segera berangkat kerumah sakit berdua , meskipun teman-temannya ingin ikut tapi vanya myakinkan kalau vanya dan ayla bisa berangkat sendiri saja , dan yang lainnya pun menurut pada Vanya.
Setelah sampai dirumah sakit , Vanya dan ayla melihat Kesya sedang berbaring dengan dokter yang sedang menyuntikan dan memeriksa Kesya . Mereka tidak langsung masuk ke dalam karna melihat dari luar kaca , mba dini sedang menangis di pelukan lelaki yang mereka yakini itu adalah suami mba dini , lelaki itupun terlihat tak kalah cemas dari mba dini , hanya saja lelaki itu masih mampu menahan tangisnya . Ayla dan Vanya benar-benar terkejut saat tahu siapa ayah kesya dan suami mba dini , lelaki yang sedang memeluk mba dini adalah Ryan . Ayla sangat terkejut begitu juga dengan vanya , seketika air mata keluar membanjiri pipi Ayla , saat Ryan sadar ada yang memerhatikannya dan melihat keluar ruangan Ryan perlahan melepaskan pelukan istrinya , Ayla langsung berlari secepat yang ia bisa .
"Aylaa..." teriak vanya memanggil sahabatnya , saat Vanya ingin mengejar ayla , mba dini pun sudah melihat ke arahnya , vanya tau mba dini pasti akan menanyakan kenapa ayla tiba0tiba pergi , sebelum mba dini keluar , Ryan yang terlebih dulu keluar dari ruangan saat mba dini sedang berkonsul ke dokter yang memeriksa Kesya .
"Bajingan lo" Ucap Vanya kepada ryan saat ryan sudah ada di depannya
"Kalian saling kenal?" tanya ryan dengan tatapan mencari ayla ke sekitar mereka, ryan pun lalu berlari meninggalkan vanya . Vanya tidak tau harus berkata apa saat mba dini mulai keluar dari ruangan kesya dan menghampiri Vanya , di satu sisi Vanya adalah sahabat Ayla a,a dan disisi lain mba dini sudah dia anggap kakanya sendiri , tapi Vanya sangat menentang perselingkuhan apapun itu alasannya , tapi ayla sendiri juga korban bukan hanya mba dini .
"Vanya..." ucap mba dini lalu memeluk vanya
"Maaf banget ya , mba jadi ngerepotin kamu sampe dateng kesini" lanjut mba dini , vanya masih bingung kenapa mba dini tidak menanyakan soal ayla?
"Tadi siang , ... kesya jatuh dari tangga , mba lagi berantem sama ayahnya , dan mba ngga tau kalau kesya ngedenger pertengkaran dan debat kita vany , pas kita sadar kalau ada kesya kita kaget , dan kesya nangis terus lari ke kamarnya , tapi pas di tangga dia kepeleset dan jatuh , kesya pingsan .." kata mba dini sambil memandang putrinya yang terbaring "Mba bener-bener takut ... sampe akhirnya dia sadar sebentar dan badannya panas ngga turun-turun .." kata mba dini lagi
"Terus ayahnya keluar katanya ada urusan , ngga lama , kesya pingsan lagi saat mba mau kasih kesya makan , mba takut , mba bingung makanya mba telfon kamu dan ayla ..." sambung mba dini
"Pas kita sampe dirumah sakit , alhamdulilah ayahnya juga dateng setelah mba sms bakal bawa akesya kesini , mba minta maaf ya udah ngerepotin kamu" jelas mba dini , Vanya masih terdiam sambil menyimak cerita dari mba dini
"Kamu ngga sama ayla?" tanya mba dini tiba-tiba dan vanya pun menatap mba dini heran , sepertinya mba dini tidak melihat ayla karna ayla keburu pergi .
"Hmm.... ayla ...ay..." Jawab vanya terbata-bata
"Ayla , lagi ada urusan tadi aku juga.. hmm tanya ke dia , dia ... " kata vanya masih mencari kata yang tepat
"Ayla hari ini ulangtahun kan?" kata mba dini
"Hmm iya mba, oiyah ayla lagi sama temen-temen yang lain mba , mungkin kalau udah selesai dia kesini" kata vanya akhirnya
"Ya ampun , mba tuh udah siapin kado buat dia , kado dari kalian udah mba terima loh untuk kesya , uh ngerepotin banget makasih yaa" kata mba dini , dan vanya pun tersenyum.
"Yang tadi barusan keluar , itu suami mba , papahnya kesya namanya ryan" kata mba dini , Vanya semakin kaget dan dia merasakan sesak di dadanya , apalagi ayla yang terlanjur menyayangi ryan .
" Ohya.. hmm" jawab vanya , vanya menahan mulutnya yang ingin berteriak sekuatnya dan menemui ryan untuk menghajarnya . Dokter yang smemeriksa kesya pun keluar dari ruangan dan mengajak Mba dini untu ke ruangannya .
"Vany , ayah kesya lagi keluar mungkin cari makan . Kamu keberatan ngga kalo mba minta tolong jagain kesya sebentar , mba mau ke ruangan dokter dulu , tolong..." kata mba dini sambil memegang halus tangan vanya , dan vanya pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum .
"Ayla biar nanti mba telfon , kalau kesya udah ngga kenapa-napa dan dia ngga perlu repot-repot kesini , ngga papa kan van?" kata mba dini lagi , dan lagi-lagi Vanya pun tersenyum kepada wanita yang sama malangnya dengan ayla ini . "Mba dini , rasanya aku pengen banget ngomong kalau aku kesini bareng ayla , dan ayla sekarang lagi nangis sejadi-jadinya , dan itu semua karna suamimu mba ... suami kamu , ryan!!".
Sesak...sakit....perih... rasanya saat apa yang Ayla lihat tadi , selama ini Ryan sudah berhasil menipunya , lagi-lagi Ayla salah memilih . Tuhan..... seharusnya tadi ayla tidak usah ikut kerumah sakit supaya rasa sakit ini tidak terjadi lagi . Supaya ayla tidak tau yang sesungguhnya saat ini ,tapi bukankah lebih bagus karna ayla tau ini semua sebelum dia menerima ryan . Ayla membua message yang masuk dari Vanya tanpa membalasnya . Untuk berdiripun rasanya ayla mati rasa untuk merasakan kakinya memijak , ayla menangis sejadi-jadinya saat di taxi dan ingin segera sampai dirumah . Ayla hanya ingin tertidur dan melupakan semuanya . Papah dan mamah ? ah iyaa ayla harus menelfon orangtuanya , tapi..tidak.. tidak perlu , Ayla bisa menyelesaikan persaan dan masalahnya sendiri.
"Aylaa.." teriak seorang laki-laki saat keluar dari mobilnya yang dia parkirkan sedikit jauh dari rumah ayla , saat mengetahui sosok laki-laki itu ayla langsung masuk kerumahnya dan menutup pintu , Ayla langsung memasuki kamarnya dan menutup pintunya kamarnya rapat-rapat , lagi-lagi hp nya berbunyi namun tidak ayla gubris sama sekali. Ayla merasakan sakit yang mungkin belum seberapa di bandingkan dengan perasaan mba dini , istri mas ryan. Ayla duduk terjatuh sambil terus mengeluarkan airmata yang semakin banjir rasanya , dan tiba-tiba saja pintu kamarnya terdorong sesuatu dari luar dan itu ternyata ryan . Rasanya ayla tidak kuat lagi menahan pintu kamarnya tertutup , belum sempat ayla mengunci pintunya tapi ryan sudah berhasil membuka pintu kamar ayla . Dengan wajah yang cemas menghampiri ayla , Ryan pun berusaha memegang tangan ayla namun ayla menolaknya.
“Jangan sentuh gue!!!” teriak ayla sambil menangis dan
menghindari ryan
“Pergii… pergi lo ngapain disini ,,,pergiii gue bilang”
teriak ayla lagi
“Ay… kamu harus dengerin aku ay” ucap ryan sambil berusaha
mendekati ayla
“Jelasin apa lagi hah APALAGIIII” Teraiak ayla sambil
melempari ryan dengan barang yang ada di sekelilingnya
“Lo mau jelasin ke gue? Gaperlu gue udah tau” kata ayla
masih dengan histeris
“Sana lo pergi , temuin anak sama istri lo dirumah sakit ,
dan jangan pernah ganggu gue lagi!!!!” kata ayla
“Ayla cukup ay, dengerin akuuu” ucap ryan , ayla tidak
menggubrisnya , ayla mencari sesuatu di lemari bajunya dan saat menemukannya ,
ayla langsung melemparkan bungkusan kado hadiah ulangtahun dari ryan yang belum
sempat dia buka.
“Kado yang lo kasih bener-bener indah mas, INDAH BANGET
sekarang ambil ini barang dan lo pergi ,, pergiiiii” teriak ayla lagi dengan
sangat histeris , tapi ryan tidak beranjak pergi dia justru semakin mendekati
ayla dan berusaha menenangkannya.
“Oke ini salah aku ay, ini salah aku , tapi tolong kasih aku
kesempatan buat jelasin sesuatu” kata ryan lagi kali ini berhasil memeluk ayla
“Apa..lagii” teriak ayla dengan nada suaranya yang mulai
serak
“kamu tenang dulu , aku mohon” kata ryan
“Gimana aku bias tenang mas? Kamu orang yang berhasil
ngebuat aku keluar dari semua harapan ku tentang seseorang yang ga pernah
muncul lagi , ternyata palsuuu!!! Semua rasa yang kamu kasih ke aku itu
palsuuuu!!” ucap ayla
“Aku, lebih baik ngga pernah ketemu kamu ,dan gapernah bahagia bareng
kamu , itu semua harusnya gaperah terjadi” lanjut ayla
“Tapia kamu ngga ngerti ay, aku beneran sayang sama kamu ,
lebih besar dari rasaku buat dini , bahkan aku ngga ada rasa apapun lagi sama
dia” kata ryan
“Apa kamu bilang? Aku gak akan mau bahagia dengan cara
nyakitin perempuan lain , ngga akan mas” kata ayla
“Tapi ay.. aku sama dini” ucap ryan terpatah-patah
“Kalian udah bikin janji di pernikahan kalian mas, dan kamu
ngga seharusnya ada rasa sama aku atau wanita lain , kamu harus inget saat
kalian di pelaminan dulu , kamu harus inget betapa hancurnya hati istri kamu ,
belum lagi kesya anak kamu mas , mereka tanggung jawab kamu” ucap ayla
mempertegas
“Sekarang kamu pergi dan temuin anak sama istri kamu , minta
maaf sama mereka dan lupain aku , aku juga aka ngelupain kamu, kita harus
akhirin semuanya mas , akhirin” ucap ayla kini mulai melemah nada suaranya
“Ayla , kamu ngga tau , aku sama dia , kami menikah atas
kemauan orangtua kami ay , bukan atas dasar cinta” kata ryan “Kita sama sekali ngga
punya rasa , sampai akhirnya aku ketemu kamu , dan kamu itu orang yang aku contain
ay , kamu bukan dia” alanjut ryan
“Coba kamu Tanya di lubuk hati kamu , kamu intropeksi lagi ,
pernikahan kalian ngga akan bertahan selama ini , kalau kalian berdua ngga
punya perasaan apapun” kata ayla
“Aku yakin mas , kalian itu saling saying , tapia kamu
mungkin lagi ada di titik jenuh sampe akhirnya kita saling bertemu , tapi mas
aku ngga seharusnya dateng di kehidupan kalian” kata ayla
“Kamu harus perjuangin rumah tangga kamu mas , jangan
sakitin 2 wanita yang sekarang udah jadi milik kamu, kalau kamu belum bias
bikin mereka bahagia , seengganya kamu jangan nyakitin mereka” kata ayla
“Tapi aku bahagia banget sama kamu ay , bukan dini” kata
ryan
“Kalian Cuma kurang berkomunikasi aja kok mas , aku mohon
sama kamu , takdir mempertemukan kita bukan untuk bersatu mas, takdir
mempertemukan kita ngga lebih untuk nguji rumah tangga kamu dan perasaan aku
yang jatuh cinta sama suami orang” kata ayla
“Anak kamu perempuan mas, dan kamu juga mempunyai seorang
ibu , kalau kita tetep egois untuk ngelanjutin ini semua , aku yakin ending nya
ngga akan indah , mempertahankan apa yang sudah kamu pilih , dan belajar untuk
menerima dan juga merawatnya , itu hal yang jauhhh lebih indah” ucap ayla lagi
“Aku ngga nyalahin kamu dan ngga nyalahin pertemuan ini ,
aku Cuma nyesel karna kamu ngga terbuka dan jujur sama aku dari awal mas”
kata ayla mulai menghapus air matanya
“Ayla…aku minta maaf” kata ryan
‘'Ssstttt simpen kata maaf kamu itu, untuk mba dini dan kesya
anak kamu mas” kata ayla , perlahan ryan pun memeluk ayla , ayla tidak
menolaknya , tapi pelukan dari ryan kali ini tidak di sertai dengan perasaan
sayang seperti dulu .
Realita dalam kehidupan memang seringkali dibuat semenakjubkan mungkin , tergantung bagaimana sikap dan tujuan yang akan di capai . Masalalu yang tidak terlalu baik , mungkin akan jadi remedial di masa depan untuk lebih baik , dan lebih baik lagi . Menyesal karna pernah mencintai suami orang , itu yang sampai saat ini belum bisa ayla maafkan dari sekian anyak kesalahan yang sempat ia perbuat . Rasanya ayla wanita terkotor di dunia ini . Sempat berfikir tuhan membenci dan mengasingkan jalan cerita ayla , karna saat penantiannya yang sia-sia atas adit , ayla kira ryan datang untuk menjadi penutup kisahnya , tapi ternyata ryan adalah kisah baru yang ayla tidak pernah kira ajalan ceritanya akan seperti ini.
Tuhan sangat adil , bahkan terlalu adil dan baik untuk sosok yang penuh dosa seperti ayla . Mencintai suami orang lain bahkan hampir membuat keluarga nya hancur , tidak pernah terlintas dalam benak ayla . Ayla pun memilih pergi dan menyesali segala kesalahannya , ayla tidak merebut ryan dan mengembalikannya kepada yang lebih dulu telah ryan pilih . Dan tuhan , tidak membenci ayla atas kesalahannya .
Ayla memutuskan untuk pergi sementara dari kotanya , dan mencari pekerjaan di kota lain . Setelah 2 tahun , ayla memutuskan untuk kembali . Ayla selalu menceritakan apapun kepada sang mamah , bahkan saat ia sangat terpuruk atas insiden 2 tahun yang lalu , sang mamah memberi ayla semangat hidup untuk anaknya , bahwa putus cinta bukan berarti hidup kita ini berakhir . Kita mungkin pernah salah dalam memilih cinta , maka tinggalkanlah , dan cari kebenaran saat memilih cinta untuk membayar kesalahan .
"Tante ayla.." ucap perempuan kecil sambil tersenyum pada ayla , oiyah ayla sedang di mall menunggu mamahnya dan wila yang katanya sudah berada di jalan . Ayla juga sudah sebulan kembali ke kotanya .
"Kesya?" ucap ayla saat mengenali wajah anak kecil ini dan saat ibunya sedikit berlari mengejarnya di belakang
"Ayla " ucap ibunya terkejut saat melihat ayla lalu memeluknya , ayla juga tidak kalah terkejutnya.
"Mba dini ..." ucap ayla sambil balas memeluk wanita ini
"Ya ampun , kamu kemana aja selama ini sayang" ucap mba dini dan ayla pun bingung dengan sikap mba dini , bukankah seharusnya mba dini memaki dia karna kejadia 2 tahun yang lalu?.
"Kamu sendirian? kita cari tempat yang enak buat ngobrol yuak , kamu ngga kangen sama mba dan kesya? kamu sehat kan ay?" kata mba dini lagi lalu menggandeng tangan ayla , begitu juga dengan kesya yang kini sudah semakin tinggi tubuhnya .
Mereka pun duduk di salah satu cafe yang menjual berbagai macam es krim , mereka memesan es krimnya amsing-masing .
"Kesya udah gede ya sekarang , lebih tinggi hehe" ucap ayla
"Iya dong tante , tante kemana ajasihh ko gapernah main sama aku sama buanda lagi" kata kesya sambil menikmati es krimnya , dan kalian tahu apa yang ayla rasakan? perasaan bersalah seperti 2 tahun yang lalu itu tumbuh lagi dan sekarang semakin di perparah rasanya saat melihat 2 wanita yang pernah ayla sakiti kini berada di depannya lagi .
"Iya ay , kamu abis ke planet mana sih , dimakan dong es krimnya , kamu beneran gamau pesen makan?" tanya mba dini
"Kesya .. hmmm mau main ke permainan disana ngga?" kata ayla sambil menunjuk tempat permainan anak-anak di sebrang cafe mereka
"Mauuu , bun boleh?" tanya kesya
"Pasti boleh ya bunda? tapii kita balapan makan es krimnya , yang abis duluan boleh kesana" kata ayla sambil tersenyum , kesya pun sangat antusias dan langsung menghabiskan es krimnya karna memang tinggal sedikit
"Yeaayy aku habissss duluan , aku tunggu disana yaa bunda , tantee" kata kesya lalu berlari ke tempat permainan yang tadi , Ayla dan mba dini pun memasang muka seolaha-oalah mereka kalah , dan saat kesya sudah berada di tempat bermainnya , mereka pun melanjutkan obrolan mereka .
"Mba .... aku minta maaf ya mba , maafff bangetttt" kata ayla sambil memegang tangan mba dini dan menundukan wajahnya karna penuh penyesalan dan rasa bersalah
"Untuk apa ay?" kata mba dini
"Aku minta maaf mba , sebenarnya aku .. aku pindah ke luar kota , karna kejadian 2 tahun yang lalu , karna aku.." belum selesai ayla berbicara tiba-tiba saja
"Mas ryan? mba baik-baik aja kok" kata mba dini , dan ayla pun kaget sangat kaget atas reaksi mba dini
"Mba udah tau semuanya ay ,kejadian 2 tahun yang lalu itu , ngga sepenuhnya salah kamu kok" kata mba dini
"Tapi mba , aku hampir aja ngerusak rumah tangga kalian" kata ayla
"Tapi kamu ngga pernah sekalipun ngegoda suami mba kok" kata mba dini
" Disini juga ada kesalahan dari mba , karna terlalu maksain mas ryan untuk jadi sosok suami yang mba mau , dan mas ryan udah berusaha , sampai akhirnya ketemu kamu dan kamu ternyata bisa menerima dia apa adanya" kata mba dini
"Maafin aku mba.." kata ayla
"Udah mba bilang ini bukan sepenuhnya salah kamu , tapi boleh mba tanya sesuatu hal sama kamu ay?" tanya mba dini lagi dan ayla pun menatap wajah mba dini sambil meng-iyakan
"Kenapa 2 tahun yang lalu kamu gak pertahanin hubungan kamu dan suami mba?" tanya mba dini , dengan yakin ayla pun menjawab
"Karna saat aku tahu , mba dini adalah orang yang lebih dulu di pilih mas ryan , aku wanita mba , dan aku tau gimana perasaan mba . Mungkin aku belum pernah mempunyai suami dan anak , tapi mba ,aku wanita dan aku punya orangtua , dan aku sedikitpun gak berniat untuk jadi perusak rumah tangga orang lain . maafin aku mba , aku bener-bener malu" ucap ayla
"Ryan udah cerita semuanya , dan mba ngga sedikitpun membenci kamu bahkan sampai detik ini , daan saat kamu menghilang mba bahkan cari kamu ay , untuk berterimkasih" kata mba dini , dengan rasa tidak percaya ayla mendengarnya
"Iya. mba berterimakasih karna kamu , mba tau dimana letak kesalahan mba sebagai seorang istri , dan makasih juga karna kamu pernikahan mba masih bertahan bahkan lebih baik dari sebelumnya" kata mba dini , ayla tidak percaya mba dini benar-benar memiliki hati yang sangat tulus , ayla pun menangis dipelukan mba dini.
"Bundaa.... kenapa?" tanya kesya tiba-tiba saat melihat 2 wanita dewasa ini tengah menangis
"kesya... kamu kok udahan mainnya" tanya mba dini
"aku haus .. bunda sama tante kok bukannya nyusul aku malah nangis di sini " tanya kesya
ayla dan mba dini pun tersenyum
"Kesya sini deh" kata mba dini
"liat tuh piring bunda udah habis es krimnya , coba lihat piring tante ayla , masih banyak kan" kata mba dini
"tante ayla nangis karna kalo bunda nyusul kesya , tante ayla jadi terakhir deh nanti" kata mba dini
"ohh tante ayla kalah ya balapan makan es krimnya , gapapa tante jangan nangisss , nanti kalau kita balapan lagi , tante makannya harus cepet ya , satu sendok besar ajangan yang kecil" kata kesya
"hmmm sini kesya peluk dong tantenya" kata ayla lalu memeluk kesya.
"Oh iya mba , 2 bulan lagi aku mau menikah mba harus dateng yaa.." kata ayla sedikit ragu sih awalnya akan mengundang mba dini atau tidak , tapi rasanya , mba dini harus tau bahwa ayla sudah memiliki pujaan hati adan tidak akan mengganggu rumah tangganya lagi .
"Waw congratulationn ayy , serius?" tanya mba dini
"hmm iya mba , namanya Raja , oiyah aku baru inget mba , aku disini lagi janjian sama mamah sama wila juga ya ampun aku sampe lupa " kata ayla lalu memeriksa hp nya , untunglah wila dan mamahnya baru sampai di parkiran
"oiyah mba , jangan lupa dateng yaa , kesya juga" kata ayla
"Iya , insyaallah kita bakal dateng" kata mba dini
"Mba , aku ngga tau harus ngomong apalagi karna kebaikan mba sama aku ini" kata ayla
"Ah memang ini kok yang seharusnya mba lakuin , oiyah salam ya sama keluarga kamu , salam juga untuk wila" kata mba dini
Ayla pun tersenyum , dan sebelum ayla pergi , ayla memeluk mba dini dan di sambut juga oleh pelukan mba dini . Entah apa maksud tuhan mempertemukan ayla dan mba dini , dan juga kisah masalalu mereka . Ayla pernah membuat kesalahan yang teramat salah menurutnya dulu , dan dia telah meminta maaf kepada orang yang tanpa sengaja ia sakiti , dan orang itupun menyambut permintaan ayla dengan tangan terbuka , semoga saja tidak ada lagi yang merusak keluarga mba dini dan mas Ryan , semoga saja .
Hari yang ayla tunggu pun tiba , hari yang sangat bahagia sekaligus menentukan kebahagiaan dan jalan cerita hidupnya lagi kedepannya bersama sang suami . Ardendi Ardiyan , sosok lelaki yang beberapa jam lalu telah mengucapkan Ijab kabul . Hari bahagia ini bukan hanya di rasakan ayla , tapi juga Ardendi dan keluarga besar mereka , dan juga para sahabat yang turut hadir di pernikahan mereka . Saat Ayla dan Ardendi menyalami tamu undangan , betapa bahagianya ayla saat tau Mba dini dan keluarganya datang dalam pesta pernikahannya ini , sekilas ayla melihat ke arah wila dan wila tersenyum kepada ayla , ayla tau apa maksud sahabatnya ini . Ardendi sudah tau masalalu ayla dan mba dini bahkan dengan suami mba dini , Ryan . Ardendi tidak mempermasalahkan karna setiap orang pasti memiliki masalalu , dan masalalu setiap orang tentu tidak pernah mereka rencanakan karna manusia , hanya menjalankan takdir yang sudah tuhan tentukan , tinggal bagaimana kita menyusun tahapan masa depan kita .
Saat Mba dini , Ryan , dan si cantik kesya menyalami mereka , Ardendi pun memeluk Ryan dan menerima ucapan selamat dari sosok Ryan yang ia tahu bagaimana ceritanya dengan ayla dulu . Ini memang pertama kali Ardendi melihat sosok Ryan yang ayla ceritakan , tapi wajah Ardendi sangat ramah terhadap Ryan , begitupun sebaliknya . Mba dini memberikan selamat pada Ayla dan Ardendi ,"Makasih banyak ya mba , mas udah nyempetin dateng" Ucap Ardendi kepada mba dini dan Ryan
"Ardendi , jangan sakitin ayla ya , kamu bakal berurusan sama banyak orang kalau sampai kamu sakitin adik mba yang paling cantik ini , kamu beruntung" Ucap mba dini kepada ardendi sambil tersenyum ,Ayla pun memeluk mba dini dan lalu bersalaman dengan . Ayla mungkin sediit kaku dan canggung bertemu dengan sosok kesalahan yang pernah ia buat , dan sangat takut kalau saja Ardendi menganggap ayla dan ryan masih saling menyukai , karna ayla sudah tidak memiliki rasa apapun seperti dulu . Tapi , ardendi justru memegang tangan ayla sambil tatapannya melihat ke arah Ryan dan keluarganya lalu tersenyum "Ternyata , masih tampan suami kamu ya " Ucap Ardendi lalu menatap wajah istrinya ini "Kamu ngga papa aku undang mereka kan?" kata ayla "Kenapa ngga boleh sayang? aku kira kamu kemarin bilang undang mereka bercanda , tapi kamu bener . Dan aku yakin kamu selalu benar dalam setiap pilihan kamu , termasuk aku" kata Ardendi
"Makasih ya udah milih aku , aku ngga janji untuk bikin hidup kamu sempurna dan selalu bahagia , tapi aku janji , aku akan berusaha untuk gabikin kamu sedih" kata Ardendi "Tapi ucapan kamu barusan udah bikin aku sedih banget" kata ayla , ardendi pun memeluknya .
"Udah kaliii romantisannya , kaya anak SMA aja huuu , ayuukk ahh fotooo mumpung singgasananya lagi gak padet nih" kata wila saat mendekati mereka .
Tuhan tidak mungkin membuat skenario yang salah , tuhan hanya mau membuat kita lebih bersabar. Dan memahami , mengapa jalan cerita ini yang tuha berikan.
Tapi yakin dan berusahalah juga percaya , bahwa tuhan akan mengganti setiap tetesan air mata kita dengan kisah yang tidak kita duga sebelumnya . Tuhan memberikan lebih dai apa yang kita harapkan , percayalah ......
Dan Cinta , tidak pernah salah , tinggal bagaimana seseorang memilih cinta yang seharusnya dia pertahankan sampai akhir , atau dilepaskan .
Realita dalam kehidupan memang seringkali dibuat semenakjubkan mungkin , tergantung bagaimana sikap dan tujuan yang akan di capai . Masalalu yang tidak terlalu baik , mungkin akan jadi remedial di masa depan untuk lebih baik , dan lebih baik lagi . Menyesal karna pernah mencintai suami orang , itu yang sampai saat ini belum bisa ayla maafkan dari sekian anyak kesalahan yang sempat ia perbuat . Rasanya ayla wanita terkotor di dunia ini . Sempat berfikir tuhan membenci dan mengasingkan jalan cerita ayla , karna saat penantiannya yang sia-sia atas adit , ayla kira ryan datang untuk menjadi penutup kisahnya , tapi ternyata ryan adalah kisah baru yang ayla tidak pernah kira ajalan ceritanya akan seperti ini.
Tuhan sangat adil , bahkan terlalu adil dan baik untuk sosok yang penuh dosa seperti ayla . Mencintai suami orang lain bahkan hampir membuat keluarga nya hancur , tidak pernah terlintas dalam benak ayla . Ayla pun memilih pergi dan menyesali segala kesalahannya , ayla tidak merebut ryan dan mengembalikannya kepada yang lebih dulu telah ryan pilih . Dan tuhan , tidak membenci ayla atas kesalahannya .
Ayla memutuskan untuk pergi sementara dari kotanya , dan mencari pekerjaan di kota lain . Setelah 2 tahun , ayla memutuskan untuk kembali . Ayla selalu menceritakan apapun kepada sang mamah , bahkan saat ia sangat terpuruk atas insiden 2 tahun yang lalu , sang mamah memberi ayla semangat hidup untuk anaknya , bahwa putus cinta bukan berarti hidup kita ini berakhir . Kita mungkin pernah salah dalam memilih cinta , maka tinggalkanlah , dan cari kebenaran saat memilih cinta untuk membayar kesalahan .
"Tante ayla.." ucap perempuan kecil sambil tersenyum pada ayla , oiyah ayla sedang di mall menunggu mamahnya dan wila yang katanya sudah berada di jalan . Ayla juga sudah sebulan kembali ke kotanya .
"Kesya?" ucap ayla saat mengenali wajah anak kecil ini dan saat ibunya sedikit berlari mengejarnya di belakang
"Ayla " ucap ibunya terkejut saat melihat ayla lalu memeluknya , ayla juga tidak kalah terkejutnya.
"Mba dini ..." ucap ayla sambil balas memeluk wanita ini
"Ya ampun , kamu kemana aja selama ini sayang" ucap mba dini dan ayla pun bingung dengan sikap mba dini , bukankah seharusnya mba dini memaki dia karna kejadia 2 tahun yang lalu?.
"Kamu sendirian? kita cari tempat yang enak buat ngobrol yuak , kamu ngga kangen sama mba dan kesya? kamu sehat kan ay?" kata mba dini lagi lalu menggandeng tangan ayla , begitu juga dengan kesya yang kini sudah semakin tinggi tubuhnya .
Mereka pun duduk di salah satu cafe yang menjual berbagai macam es krim , mereka memesan es krimnya amsing-masing .
"Kesya udah gede ya sekarang , lebih tinggi hehe" ucap ayla
"Iya dong tante , tante kemana ajasihh ko gapernah main sama aku sama buanda lagi" kata kesya sambil menikmati es krimnya , dan kalian tahu apa yang ayla rasakan? perasaan bersalah seperti 2 tahun yang lalu itu tumbuh lagi dan sekarang semakin di perparah rasanya saat melihat 2 wanita yang pernah ayla sakiti kini berada di depannya lagi .
"Iya ay , kamu abis ke planet mana sih , dimakan dong es krimnya , kamu beneran gamau pesen makan?" tanya mba dini
"Kesya .. hmmm mau main ke permainan disana ngga?" kata ayla sambil menunjuk tempat permainan anak-anak di sebrang cafe mereka
"Mauuu , bun boleh?" tanya kesya
"Pasti boleh ya bunda? tapii kita balapan makan es krimnya , yang abis duluan boleh kesana" kata ayla sambil tersenyum , kesya pun sangat antusias dan langsung menghabiskan es krimnya karna memang tinggal sedikit
"Yeaayy aku habissss duluan , aku tunggu disana yaa bunda , tantee" kata kesya lalu berlari ke tempat permainan yang tadi , Ayla dan mba dini pun memasang muka seolaha-oalah mereka kalah , dan saat kesya sudah berada di tempat bermainnya , mereka pun melanjutkan obrolan mereka .
"Mba .... aku minta maaf ya mba , maafff bangetttt" kata ayla sambil memegang tangan mba dini dan menundukan wajahnya karna penuh penyesalan dan rasa bersalah
"Untuk apa ay?" kata mba dini
"Aku minta maaf mba , sebenarnya aku .. aku pindah ke luar kota , karna kejadian 2 tahun yang lalu , karna aku.." belum selesai ayla berbicara tiba-tiba saja
"Mas ryan? mba baik-baik aja kok" kata mba dini , dan ayla pun kaget sangat kaget atas reaksi mba dini
"Mba udah tau semuanya ay ,kejadian 2 tahun yang lalu itu , ngga sepenuhnya salah kamu kok" kata mba dini
"Tapi mba , aku hampir aja ngerusak rumah tangga kalian" kata ayla
"Tapi kamu ngga pernah sekalipun ngegoda suami mba kok" kata mba dini
" Disini juga ada kesalahan dari mba , karna terlalu maksain mas ryan untuk jadi sosok suami yang mba mau , dan mas ryan udah berusaha , sampai akhirnya ketemu kamu dan kamu ternyata bisa menerima dia apa adanya" kata mba dini
"Maafin aku mba.." kata ayla
"Udah mba bilang ini bukan sepenuhnya salah kamu , tapi boleh mba tanya sesuatu hal sama kamu ay?" tanya mba dini lagi dan ayla pun menatap wajah mba dini sambil meng-iyakan
"Kenapa 2 tahun yang lalu kamu gak pertahanin hubungan kamu dan suami mba?" tanya mba dini , dengan yakin ayla pun menjawab
"Karna saat aku tahu , mba dini adalah orang yang lebih dulu di pilih mas ryan , aku wanita mba , dan aku tau gimana perasaan mba . Mungkin aku belum pernah mempunyai suami dan anak , tapi mba ,aku wanita dan aku punya orangtua , dan aku sedikitpun gak berniat untuk jadi perusak rumah tangga orang lain . maafin aku mba , aku bener-bener malu" ucap ayla
"Ryan udah cerita semuanya , dan mba ngga sedikitpun membenci kamu bahkan sampai detik ini , daan saat kamu menghilang mba bahkan cari kamu ay , untuk berterimkasih" kata mba dini , dengan rasa tidak percaya ayla mendengarnya
"Iya. mba berterimakasih karna kamu , mba tau dimana letak kesalahan mba sebagai seorang istri , dan makasih juga karna kamu pernikahan mba masih bertahan bahkan lebih baik dari sebelumnya" kata mba dini , ayla tidak percaya mba dini benar-benar memiliki hati yang sangat tulus , ayla pun menangis dipelukan mba dini.
"Bundaa.... kenapa?" tanya kesya tiba-tiba saat melihat 2 wanita dewasa ini tengah menangis
"kesya... kamu kok udahan mainnya" tanya mba dini
"aku haus .. bunda sama tante kok bukannya nyusul aku malah nangis di sini " tanya kesya
ayla dan mba dini pun tersenyum
"Kesya sini deh" kata mba dini
"liat tuh piring bunda udah habis es krimnya , coba lihat piring tante ayla , masih banyak kan" kata mba dini
"tante ayla nangis karna kalo bunda nyusul kesya , tante ayla jadi terakhir deh nanti" kata mba dini
"ohh tante ayla kalah ya balapan makan es krimnya , gapapa tante jangan nangisss , nanti kalau kita balapan lagi , tante makannya harus cepet ya , satu sendok besar ajangan yang kecil" kata kesya
"hmmm sini kesya peluk dong tantenya" kata ayla lalu memeluk kesya.
"Oh iya mba , 2 bulan lagi aku mau menikah mba harus dateng yaa.." kata ayla sedikit ragu sih awalnya akan mengundang mba dini atau tidak , tapi rasanya , mba dini harus tau bahwa ayla sudah memiliki pujaan hati adan tidak akan mengganggu rumah tangganya lagi .
"Waw congratulationn ayy , serius?" tanya mba dini
"hmm iya mba , namanya Raja , oiyah aku baru inget mba , aku disini lagi janjian sama mamah sama wila juga ya ampun aku sampe lupa " kata ayla lalu memeriksa hp nya , untunglah wila dan mamahnya baru sampai di parkiran
"oiyah mba , jangan lupa dateng yaa , kesya juga" kata ayla
"Iya , insyaallah kita bakal dateng" kata mba dini
"Mba , aku ngga tau harus ngomong apalagi karna kebaikan mba sama aku ini" kata ayla
"Ah memang ini kok yang seharusnya mba lakuin , oiyah salam ya sama keluarga kamu , salam juga untuk wila" kata mba dini
Ayla pun tersenyum , dan sebelum ayla pergi , ayla memeluk mba dini dan di sambut juga oleh pelukan mba dini . Entah apa maksud tuhan mempertemukan ayla dan mba dini , dan juga kisah masalalu mereka . Ayla pernah membuat kesalahan yang teramat salah menurutnya dulu , dan dia telah meminta maaf kepada orang yang tanpa sengaja ia sakiti , dan orang itupun menyambut permintaan ayla dengan tangan terbuka , semoga saja tidak ada lagi yang merusak keluarga mba dini dan mas Ryan , semoga saja .
Hari yang ayla tunggu pun tiba , hari yang sangat bahagia sekaligus menentukan kebahagiaan dan jalan cerita hidupnya lagi kedepannya bersama sang suami . Ardendi Ardiyan , sosok lelaki yang beberapa jam lalu telah mengucapkan Ijab kabul . Hari bahagia ini bukan hanya di rasakan ayla , tapi juga Ardendi dan keluarga besar mereka , dan juga para sahabat yang turut hadir di pernikahan mereka . Saat Ayla dan Ardendi menyalami tamu undangan , betapa bahagianya ayla saat tau Mba dini dan keluarganya datang dalam pesta pernikahannya ini , sekilas ayla melihat ke arah wila dan wila tersenyum kepada ayla , ayla tau apa maksud sahabatnya ini . Ardendi sudah tau masalalu ayla dan mba dini bahkan dengan suami mba dini , Ryan . Ardendi tidak mempermasalahkan karna setiap orang pasti memiliki masalalu , dan masalalu setiap orang tentu tidak pernah mereka rencanakan karna manusia , hanya menjalankan takdir yang sudah tuhan tentukan , tinggal bagaimana kita menyusun tahapan masa depan kita .
Saat Mba dini , Ryan , dan si cantik kesya menyalami mereka , Ardendi pun memeluk Ryan dan menerima ucapan selamat dari sosok Ryan yang ia tahu bagaimana ceritanya dengan ayla dulu . Ini memang pertama kali Ardendi melihat sosok Ryan yang ayla ceritakan , tapi wajah Ardendi sangat ramah terhadap Ryan , begitupun sebaliknya . Mba dini memberikan selamat pada Ayla dan Ardendi ,"Makasih banyak ya mba , mas udah nyempetin dateng" Ucap Ardendi kepada mba dini dan Ryan
"Ardendi , jangan sakitin ayla ya , kamu bakal berurusan sama banyak orang kalau sampai kamu sakitin adik mba yang paling cantik ini , kamu beruntung" Ucap mba dini kepada ardendi sambil tersenyum ,Ayla pun memeluk mba dini dan lalu bersalaman dengan . Ayla mungkin sediit kaku dan canggung bertemu dengan sosok kesalahan yang pernah ia buat , dan sangat takut kalau saja Ardendi menganggap ayla dan ryan masih saling menyukai , karna ayla sudah tidak memiliki rasa apapun seperti dulu . Tapi , ardendi justru memegang tangan ayla sambil tatapannya melihat ke arah Ryan dan keluarganya lalu tersenyum "Ternyata , masih tampan suami kamu ya " Ucap Ardendi lalu menatap wajah istrinya ini "Kamu ngga papa aku undang mereka kan?" kata ayla "Kenapa ngga boleh sayang? aku kira kamu kemarin bilang undang mereka bercanda , tapi kamu bener . Dan aku yakin kamu selalu benar dalam setiap pilihan kamu , termasuk aku" kata Ardendi
"Makasih ya udah milih aku , aku ngga janji untuk bikin hidup kamu sempurna dan selalu bahagia , tapi aku janji , aku akan berusaha untuk gabikin kamu sedih" kata Ardendi "Tapi ucapan kamu barusan udah bikin aku sedih banget" kata ayla , ardendi pun memeluknya .
"Udah kaliii romantisannya , kaya anak SMA aja huuu , ayuukk ahh fotooo mumpung singgasananya lagi gak padet nih" kata wila saat mendekati mereka .
Tuhan tidak mungkin membuat skenario yang salah , tuhan hanya mau membuat kita lebih bersabar. Dan memahami , mengapa jalan cerita ini yang tuha berikan.
Tapi yakin dan berusahalah juga percaya , bahwa tuhan akan mengganti setiap tetesan air mata kita dengan kisah yang tidak kita duga sebelumnya . Tuhan memberikan lebih dai apa yang kita harapkan , percayalah ......
Dan Cinta , tidak pernah salah , tinggal bagaimana seseorang memilih cinta yang seharusnya dia pertahankan sampai akhir , atau dilepaskan .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar